Minggu, 17 November 2019

Santa Rita de Cassia, pembawa Damai La Vendetta

Salve sahabat Kristus.... Pada bagian ke-empat kisah hidup Santo dan Santa yang jasadnya tetap utuh sampai sekarang, kita akan bercerita tentang Santa Rita de Cassia.

Jujur, sebenarnya sampai sekarang, sebelum saya mulai mencari tahu tentang para Kudus Katolik untuk menulis kisahnya, yang saya kenal santo dan santa dari kecil hanya beberapa. Saya sangat terpesona begitu tahu bahwa ternyata ada banyak sekali orang Kudus Katolik. 

Bukan karena mereka sudah suci dari lahir. Malah ada yang masa lalunya buruk sekali, tapi begitu mereka mengenal Tuhan Yesus dan dipulihkan, hidup mereka langsung berubah seolah terlahir kembali menjadi baru.

Dan mereka benar-benar taat sampai wafat. Sehingga Tuhan Allah berkenan memuliakan dan memberi pahala atas kesetiaan itu dengan mujizat yang dinyatakan pada seluruh umat manusia di seluruh dunia ini. Sungguh besar dan mulianya Tuhan Allah yang kita puji dan sembah. 

Mari datang lebih dekat dan mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Betapa baik Tuhan Allah kita yang menyebut diri-Nya Bapa bagi kita umat-Nya dan Dia benar-benar memperhatikan kita seumpama seorang Bapa merawat anak-anaknya. 

Mana ada tuhan lain sebaik Dia?? Kalau mau bicara soal kebaikan dan kasih setiaNya yang tidak berkesudahan ini, berjilid-jilidpun tidak akan habis, saya siap jadi saksi-Nya karena Dia sungguh baik bagi saya. 

Santa Rita De Cassia

Lahir pada tahun 1381 dengan nama Margherita di kota Rocaporena, Umbria, Italia. Orang tua Santa Rita adalah penganut Katolik yang taat. Saking salehnya keluarga ini, mereka dijuluki sebagai ‘Keluarga Pembawa Damai Kristus’ (Conciliatore di Christo). 

Cita-cita Rita untuk masuk biara di usia 15 tahun tidak direstui orang tuanya, karena mereka sudah menjodohkan Rita dengan Paolo Manchini. Walau berat hati, Rita tetap menikah dengan Paolo kemudian dikaruniai 2 orang putra.

Paolo ini ternyata adalah seorang penjahat yang banyak sekali musuh. Dia juga sangat kasar, sering menganiaya dan memaki Rita. Tapi Santa Rita tetap setia menjalani hidupnya dengan sabar dalam penderitaan. 

Berkat doa-doa dan ketabahannya, suaminya bertobat dan menyesali kajahatannya. Ia berusaha memperbaiki hidupnya kembali ke jalan Tuhan. Tentu saja ini sangat membahagiakan Rita.

Namun, karena permusuhan turun-temurun (La Vendetta; hal ini sering terjadi di Italia) antara keluarga sang suami dan keluarga Chiqui yang memanas, Paolo ditikam sampai mati oleh keluarga Chiqui. 

Rita sangat terpukul, tapi dengan tegas ia memaafkan pelaku dan berusaha agar kedua putranya juga mengampuni pembunuh ayah mereka. Tapi dendam membara telah membakar keduanya. 

Santa Rita berdoa kepada Tuhan memohon agar kedua putranya terbebas dari dendam dan tidak melakukan pembunuhan. Dalam beberapa bulan, kedua putranya sakit parah. 

Rita merawat mereka dengan penuh cinta dan berusaha meyakinkan mereka untuk melupakan dendamnya. Sebelum meninggal kedua putra Rita memaafkan pembunuh ayah mereka dan meninggal dalam kedamaian.

Kisahnya tidak berakhir disini ya gengs, setelah menjadi janda dan ditinggal anak-anaknya, Santa Rita ingin sekali memenuhi kerinduannya dari dahulu untuk menjadi biarawati biara Santa Maria Magdaleda di Cascia. 

Namun niatnya tidak diterima pihak biara, walaupun sebenarnya mereka sangat mengagumi semangat religius dan kesalehan hidup Santa Rita. 

Karena mereka mempertimbangkan masa lalu Rita dimana ada ‘La Vendetta’ dan pembunuhan terhadap sang suami. Apalagi ternyata, dalam biara tersebut ada beberapa wanita dari keluarga Chiqui.

Pihak otoritas biara kemudian memberikan syarat, Rita boleh masuk biara kalau dia berhasil mendamaikan La Vendetta antara keluarga suaminya dan keluarga Chiqui. Tugas yang mustahil kan beb, sama saja dengan menolak Rita masuk biara. 

Rita tidak menyerah, ia berdoa dengan sungguh-sungguh memohon bantuan para kudus dan doanya dikabulkan. santa Rita berhasil mendamaikan konflik berdarah antara keluarga yang sudah berlangsung beberapa dekade.

Santa Rita kemudian diterima, ia tinggal selama 40 tahun dalam biara, mengabdikan dirinya dalam doa kontemplasi dan bekerja untuk perdamaian di wilayah itu. 

Ia memiliki devosi yang amat mendalam kepada Yesus tersalib. Suat hari, ketika sedang berdoa, Santa Rita memohon kepada Tuhan Yesus agar ia diijinkan merasakan penderitaan-Nya. 

Tiba-tiba sebuah cahaya memancar dari mahkota duri di kepala Yesus, menusuk keningnya dan menimbulkan luka yang tidak tersembuhkan. 

Selama 15 tahun luka ini mengalami pendarahan dan tidak tersembuhkan. Karunia ini sangat membahagiakan Santa Rita, karena ia diperkenankan Tuhan Yesus merasakan penderitaan-Nya.

Santa Rita wafat pada 22 Mei 1457, di usia 76 tahun. Jenasahnya yang sampai sekarang masih utuh disemayamkan di Basilika St. Rita de Cascia. Santa Rita adalah Santa pelindung perkawinan dan kasus yang mustahil.

Pesta perayaannya diperingati setiap tanggal 22 Mei. Santa Rita dikanonisasi oleh Paus Leo XIII pada tanggal 24 Mei 1900.

Referensi: katakombe.org

Sabtu, 16 November 2019

Santa Imelda Lambertini, Pelindung Anak Calon Komuni I

Salve sahabat Kristus.... Tulisan ini adalah bagian ketiga dari Kisah hidup Santo dan Santa yang Jasadnya masih utuh sampai sekarang. Sebelumnya kamu harus tahu, saya mengambil kisah-kisah ini dengan referensi dari beberapa web rohani. 

Seperti apapun proses kehidupan dan kematian para santo dan santa ini, mereka telah mengalami sukacita besar di Surga bersama Allah Bapa dan Putera-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus. Jadi kita yang membaca kisah mereka harus bersukacita juga. 

Sekali lagi, tentu saja fenomena tidak hancurnya jasad para Kudus ini tidaklah diterima begitu saja atau selalu menjadi pro kontra bagi sebagian orang. Tapi itu bukanlah masalah kita ya bebs, biarlah itu menjadi masalah mereka dengan Tuhan. 

Bagi kita umat Katolik yang percaya, ini hanyalah satu dari sekian banyak cara Allah Bapa menunjukkan mujizat dan kuasa-Nya kepada umat yang dikasihi-Nya. 

Santa Imelda Lambertini

Imelda lahir di Bologna, Italia pada tahun 1322. Ayahnya Count Egano Lambertini adalah bangsawan militer di Bologna. Terlahir sebagai puteri tunggal dari keluarga bangsawan membuat Imelda dididik layaknya puteri-puteri bangsawan pada jamannya, tapi dengan berpegang pada iman Katolik. 

Keluarga Lambertini sangat taat pada ajaran Katolik. Imelda kecil sudah diajarkan membuatkan makanan dan pakaian untuk orang miskin.

Di usia 5 tahun, Imelda secara mendadak memohon kepada ayahnya agar ia diijinkan menerima Komuni Suci. Tentu saja hal ini tidak boleh, karena pada masa itu menerima Komuni Suci hanya jika sudah berusia 14 tahun. Imelda sangat kecewa, tapi ia tetap percaya bahwa waktunya untuk menerima Komuni Suci sudah dekat.

Nah di usia 9 tahun, meski sangat sedih ayahnya mengijinkan Imelda menjadi calon biarawati di Biara Dominikan, Val di Pietra, dekat Bologna. Imelda sangat senang menerima jubah biara, dia berpikir dengan begitu pasti akan diijinkan menerima Komuni Suci. 

Imelda sangat suka membaca tentang kisah para Kudus, terutama Santa Agnes, ia merasa Santa Agnes tidak jauh berbeda dari dirinya. Karena kekaguman dan kerinduannya, Santa Agnes berkenan menampakkan diri pada Imelda dan memberikan dia pemahaman tentang rahasia-rahasia surgawi. Imelda sangat bersukacita.

Santa Imelda tidak pernah berhenti memohon agar segera diijinkan menerima Komuni Suci. Di tahun 1333, di usinya yang ke-11 tahun, Tuhan Yesus secara ajaib menjawab kerinduannya. 

Saat itu perayaan misa Kenaikan Tuhan Yesus. Imelda memohon kepada para suster agar dia boleh menerima Komuni, tapi dengan lembut para suster menolak. 

Setelah misa selesai, karena sedih, Imelda berlutut di pojok tempat doa dan dia menangis. Tiba-tiba seluruh ruangan dipenuhi aroma surgawi, sebuah Hosti Kudus keluar dari Tabernakel, melayang-layang di atas kepala Imelda. 

Saat itu semua orang menyadari bahwa Tuhan Yesus sendiri berkenan mengantar tubuhnya secara luar biasa kepada Imelda.

“Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalag-halangi mereka.” Lukas 18:16

Kata-kata Yesus itu bergema dalam hati sang Imam pemimpin misa, ia segera menganggukkan kepala dan memberi ijin. Santa Imelda tersenyum dengan penuh sukacita menyambut tubuh Tuhan. 

Saat itu juga ia menutup matanya untuk selama-lamanya. Tuhan Yesus yang selama ini dirindukannya tidak hanya mengantar tubuh-Nya yang mulia tapi juga menjemput Imelda pulang ke surga.

Santa Imelda dimakamkan di Gereja St. Sigimundo, Bologna. Ia dibeatifikasi pada tahun 1826 oleh Paus Leo XII dan dimaklumkan menjadi Santa Pelindung anak-anak Calon Penerima Komuni Suci Pertama. 

Sahabat Kristus yang punya anggota keluarga yang akan menerima Sakramen Komuni Pertama, bisa menceritakan kisah ini pada mereka, serta bersama-sama berdoa kepada Yesus melalui perantaraan Santa Imelda Lambertini. Pesta Santa Imelda Lambertini dirayakan pada tanggal 12 Mei.


Referensi: katakombe.org


Santa Clara dari Asisi


Sebagai umat Katolik, kita percaya bahwa fenomena tidak hancur atau membusuknya jasad Orang Kudus, yang telah meninggal puluhan tahun lalu, merupakan satu dari sekian banyak cara Allah Bapa menunjukkan kebesaran dan kuasa-Nya. Dan Santa Clara dari  Asisi adalah salah satunya.

St. Clara dilahirkan pada tahun 1193 di Asisi, Italia. Dilahirkan sebagai puteri keluarga bangsawan tentu saja Clara menerima pendidikan yang layak kala itu sebagai seorang puteri. Pendidikan agama, bahasa, berbagai ketrampilan dan menulis. 

Clara sangat cerdas dan terampil. Hal ini diketahui dalam kesaksian proses kanonisasi, Clara sering membuat Colporal, kain penutup altar, sepatu dan sendal. Dia juga orang yang tegas, ia menolak dijodohkan seperti layaknya para wanita muda di jaman itu.

Di usia 18 tahun, Clara terpesona dengan kotbah St. Fransiskus dan hatinya berkobar untuk meneladani cara hidupnya. Ia ingin hidup miskin dan rendah hati demi Tuhan Yesus. 

Setelah merencanakan dengan matang selama 1 tahun lamanya dan mendapat restu dari Uskup Asisi kala itu, Uskup Guido, suatu malam St. Clara melarikan diri dari rumahnya. 

Pada malam itu juga, di sebuah Kapel kecil Partiuncula, Clara menerima jubah coklat seperti yang dikenakan St. Fransiskus dan pengikutnya. St. Fransiskus sendiri memotong rambut Clara dan memberikan kerudung kepadanya.

Tentu saja ayah Clara berusaha berbagai cara untuk membawanya pulang. Tapi ia tetap teguh pada cita-citanya. Untuk sementara waktu, Clara tinggal bersama biarawati Benediktin. 

Sampai jumlah mereka sudah lebih banyak dan mendapat hadiah sebuah kompleks kecil dari Uskup Guido tidak jauh dari kota Asisi, St. Clara membentuk sebuah komunitas biarawati yang berpedoman pada pola hidup St. Fransiskus yakni Ordo Santa Klara (Klaris) OSCI.

Tidak lama setelah itu, adiknya, Agnes yang berusia 15 tahun bergabung dengannya. St. Clara dan para biarawatinya menjalani pola hidup asketis yang ketat. 

Mereka tidak mengenakan sepatu, tidak makan daging, tinggal di rumah sederhana dan tidak berbicara hampir sepanjang waktu. Namun demikian mereka sangat berbahagia karena merasa sangat dekat dengan Tuhan Yesus.

Suatu ketika, kota Asisi diserang pasukan prajurit beringas dan kejam. Mereka sudah merencanakan menyerang biara terlebih dahulu. Kala itu, St. Clara sedang sakit parah tapi beliau meminta dibopong ke altar kapela. Ia berlutut dan menempatkan Sakramen Mahakudus di tempat yang terlihat oleh para prajurit. 

Kemudian ia berdoa: “Ya Tuhan, sudilah melindungi para biarawati yang saat ini tidak dapat aku lindungi”. Terdengarlah sebuah suara dari dalam hatinya: “Aku akan selalu menempatkan mereka dalam perlindungan-Ku”. Bersamaan dengan itu suatu kegentaran meliputi para prajurit dan mereka lari pontang-panting.

St. Clara menjadi pemimpin di biaranya selama 40 tahun, 29 tahun dalam masa itu dilewatkannya dalam kondisi sakit parah. Meski demikian, ia menyatakan bahwa ia penuh sukacita karena melayani Tuhan.

“Kata mereka kita ini terlalu miskin. Tapi dapatkah satu hati yang memiliki Allah yang Mahakuasa sungguh-sungguh miskin?” St. Clara.

St. Clara wafat pada 11 Agustus 1253, 2 tahun setelah itu dinyatakan Kudus oleh Paus Alexander IV.

Menurut cerita, St. Clara memiliki visi mampu melihat kejadian yang akan menimpah seseorang meskipun orang tersebut tinggal sangat jauh darinya. Itu sebabnya St. Clara dijadikan sebagai Santa pelindung bagi para penderita penyakit atau kelainan pada mata. 

Jika ada di antara sahabat Kristus punya keluhan seperti itu, berdoalah kepada Tuhan dengan perantaraan St. Clara. Tentu saja harus diikuti dengan keyakinan dan iman yang teguh. Berdoalah tanpa jemu, sampai Tuhan mengabulkan doamu. Seperti kisah janda miskin dan hakim yang lalim dalam Injil Lukas. 

Bukankah Allah akan membenarkan orang pilihannya yang siang malam berseru kepadanya. Lukas 18:7

Sampai sekarang jasad St. Clara tetap utuh dan disemayamkan di ruang bawah tanah St. Chiara, Italia. 
Pesta St. Clara dirayakan setiap tanggal 11 Agustus. St. Clara dari Asisi dikanonisasi oleh Paus Alexander IV pada 26 September 1255.

Referensi: katakombe.org, ofm.or.id

Kisah Hidup Santo Silvanus, Martir Kristus

Terdapat sekitar 250 tubuh santo dan santa yang masih utuh, dalam blog ini saya ingin menceritakan kisah hidup 25 orang Santo dan santa yang tubuhnya masih utuh walaupun sudah meninggal berpuluh2 bahkan ratusan tahun yang lalu. 

Mungkin kisahnya tidak mendetail ya, karena ada yang hidup di zaman yang sama sekali belum ada alat atau apapun yang menunjang orang untuk mencatat sejarah. 

Tapi banyak sekali contoh hidup mereka yang bisa kita ikuti ya geng’s... betapa mereka sangat taat dan mencintai Allah lebih dari hidup mereka sendiri. Banyak orang menyangsikan hal ini dengan mengatakan bahwa jasad mereka memang sengaja diawetkan. 


Tetapi kalau ditelurusuri secara nalar hal itu juga tidak mungkin, fenomena ini juga tidak serta merta diterima oleh para pembesar Gereja Katolik ya gengs... Butuh penyelidikan bertahun-tahun dengan proses yang rumit dan panjang.



Para santo dan santa ini sudah wafat dan dikuburkan tapi kuburnya digali kembali bertahun-tahun kemudian. Saya rasa alasan penggalian adalah untuk proses Kanonisasi dan disaksikan oleh pejabat gereja yang menyelidiki proses tersebut. 


Tuhan mengijinkan tubuh para orang Kudus-Nya tidak binasa untuk menunjukan kebesaran kasih dan rahmat-Nya yang mampu mengatasi maut dan kebinasaan. Soal ini, sebagai orang Katolik, kita juga diyakinkan dalam 


Mazmur 16:10 "sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang Kudus-Mu melihat kebinasaan"

Memang bahwa tubuh adalah fana, yang kekal adalah Roh, tapi terkadang Tuhan Allah melakukan mujizat untuk menunjukan kuasa-Nya. Bagi orang yang percaya hal ini bukanlah yang utama, tapi bagi yang tidak percaya tanda sebesar apapun tidaklah cukup.


Santo Silvanus

Santo Silvanus berasal dari Roma Italia, merupakan salah seorang dari 7 putra Santa Felisitas yang menjadi martir pada masa penganiayaan Kaisar Antonius Pius di Kota Roma. Ayah dan Ibunya adalah keluarga bangsawan Romawi yang telah dibaptis menjadi Kristen. 

Setelah ayahnya meninggal dunia, ibunya, Santa Felisitas, mengabdikan seluruh hidupnya pada Tuhan dengan berdoa dan berkarya bagi orang-orang miskin. Teladan baik keluarga ini menghantarkan banyak orang menjadi Kristen pula.

Tentu saja hal ini membuat banyak imam-imam kafir menjadi marah dan melaporkan keluarga ini kepada Kaisar Antonius Pius. Mereka mengatakan bahwa Felisitas dan anak-anaknya adalah musuh negara dan membuat dewa-dewa murka. Maka Kaisar memerintahkan agar Felisitas dan 7 putranya ditangkap. 


Santa Felisitas tetap tenang ketika dibawa ke hadapan Gubernur. Sia-sia saja membujuk mereka untuk menyangkal imannya kepada Tuhan dengan mempersembahkan korban kepada para dewa. 


Akhirnya sang Gubernur dengan marah berseru: "Perempuan celaka! Jika engkau ingin mati, matilah! Tetapi janganlah engkau membinasakan anak-anakmu pula."

Jawab Santa Felisitas: "Putera-puteraku akan hidup selama-lamanya, jika mereka seperti saya, mengutuk dewa-dewa berhala dan mati bagi Tuhan." Wanita yang gagah berani ini dipaksa menyaksikan putera-puteranya dihukum mati dengan keji. 


Seorang mati dicambuk, dua orang didera dengan tongkat, tiga orang dipenggal kepalanya dan seorang lagi tewas ditenggelamkan. Tujuh orang martir putera-putera Santa Felisitas yang gagah berani itu adalah: St. Alexander, St. Vitalis, St. Martialis, St. Januarius, St. Felix, St. Filipus dan St. Silvanus.

Empat bulan kemudian ibu mereka, St. Felisitas, juga menerima mahkota kemartirannya dengan dihukum pancung. Kisah keluarga martir ini mengingatkan saya akan cerita di Kitab 2 Makabe bab 7, tentang seorang ibu bersama tujuh orang puteranya yang dibunuh secara keji pada jaman pemerintahan Raja Antiokhus karena berani membela imannya kepada Tuhan. 


Mereka tetap taat memegang perintah Allah semesta alam yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka. Saya tidak tahu apakah ini kisah yang sama, tapi dari cara kematian mereka sangat berbeda.

Santo Silvan adalah pelindung bari para pelayan dan pembantu rumah tangga. Jika pekerjaanmu adalah pelayan dan membantu di rumah tangga, kamu bisa berdoa pada Tuhan dengan perantaraan St. Silvanus ketika kamu menemui kesulitan dalam pekerjaanmu. 


Jasad St. Silvan sampai sekarang masih utuh dan ditempatkan di Gereja St. Blaise di Dubrovnik, Kroasia. Pesta St. Silvan dirayakan setiap tanggal 10 Juli.

Referensi : Katakombe.org, Katolisitas.org

Kamis, 31 Oktober 2019

Five Feet Apart 2019



Hey gengs, so sorry saya terlalu lama kehilangan inspirasi, entah disebabkan oleh apa?? Mungkin karena sakit dan kurang mood saja kali yaa.. Okeyy.... kita akan membicarakan tentang ‘Five Feet Apart’. Kalau diIndonesiakan jadi kayak ada lagunya : ‘Pacarku memang dekat, lima langkah dari rumah, tak perlu kirim surat, sms juga ga usah...’ (bacanya sambil nyanyi yaaa.... wkwkwkwkwk). Mirip2 aja gitu temanya ya kan?? hehe...


So, katanya film ini terinspirasi dari kisah nyata ya, tentang pasangan yang jatuh cinta ketika mereka bertemu di rumah sakit, dimana disitu mereka dirawat karena penyakit mematikan yang diderita gengs... Disutradarai oleh Justin Baldoni, film ini punya soundtrack yang sangat manis hehe...


Will (Cole Sprouse, cowok Riverdale hehe..) dan Stella (Haley Lu Richardson) adalah pasien penderita penyakit langka ‘Cystic Fibrosis’. Ini adalah penyakit langka dimana paru2 mereka tidak bisa berfungsi dengan baik karena infeksi, sehingga penderitanya harus menggunakan masker khusus dan oksigen setiap waktu. Sampai2 dibuatkan tas khusus sehingga bisa dibawa kemana2. Di rumah sakit ini mereka dirawat dan diobati dengan jadwal sangat ketat. Dengan harapan mereka bisa bertahan dalam pengobatan sambil menunggu donor paru-paru yang cocok untuk melanjutkan hidup, walaupun paru2 baru itu hanya bertahan sekitar 5 tahun kedepan lalu akan terinfeksi lagi.


Seperti remaja umumnya, Stella sangat suka berbagi cerita di media sosial. Bahkan ia membuat vlog tentang rutinitas yang dilewatinya selama di rumah sakit. Lucunya saya perhatikan, mungkin karena sangat lama dirawat di rumah sakit, kamar Stella benar2 didekor khusus seperti kamar remaja putri pada umumnya, bernuansa peach. 



Stella sangat terorganisir, obat2annya diatur sangat rapi sesuai jadwal. Disinilah ia bertemu dengan Will, pasien dengan penyakit yang sama. Berbeda dengan Stella yang ceria dan teratur, Will sangat pemurung dan seolah tidak peduli dengan kesembuhannya, jadi dia tidak pernah mengkonsumsi obat atau melakukan medicare yang seharusnya. Ia berprinsip; ini hanyalah hidup yang akan berakhir sebelum kau sempat menyadarinya.


Apa karena keseringan ketemu, keduanya jatuh cinta. Ketika Stella mendesak Will untuk kembali melakukan perawatan, hal itu mendekatkan mereka. Tapi karena si ‘Cystic Fibrosis’ ini, keduanya dilarang keras untuk saling mendekati ya gengs. Itu bisa menyebabkan infeksi fatal yang berujung kematian. Gimana dong, pacaran tapi tidak boleh dekat2, keinginan terdalam pasangan yang sedang jatuh cinta adalah bisa saling berdekatan kan?


But, mereka tetap berkencan. Walaupun hal itu ditentang habis2an oleh dokter Hamid (Parminder Nagra) yang merawat mereka. Didukung penuh oleh sahabatnya Poe (Moses Arias) sesama pasien ‘Cystic Fibrosis’, Stella menggunakan sebuah tongkat yang kira2 panjangnya sudah diukur sesuai jarak aman mereka di setiap pertemuannya dengan Will. How romantic...


Mereka benar2 melakukannya senormal mungkin, berdandan untuk kencan, makan bersama, juga merayakan ulang tahun Will di cafe rumah sakit. Cukup menyenangkan jika mengingat situasi mereka.


Problem mulai datang ketika Poe meninggal. Stella sangat kehilangan sahabatnya itu. Sementara Will harus menghentikan perawatannya karena memang sejak lama pengobatannya sudah dinyatakan tidak berhasil, infeksi di paru-2nya sudah sangat parah, tidak bisa diatasi lagi dan ternyata Will sudah mengetahui hal itu sebelum ia jatuh cinta pada Stella. 


Dalam kesedihan, Stella mengajak Will berjalan2 agak jauh dari rumah sakit. Ia merasa putus asa dengan kondisi mereka, penyakit ini membuat ia kehilangan kebersamaan dengan kekasih, sahabat bahkan ia juga sudah lebih dulu kehilangan kakak perempuannya. Then, they break the rule, mereka berciuman gengs, dan sebuah kecelakaan terjadi. Keduanya terjatuh dalam danau yang permukaannya beku. Ironisnya saat itu, Stella mendapatkan donor paru-paru cocok dari seorang gadis yang meninggal karena kecelakaan.


Menyadari Stella masih memiliki harapan hidup dan keberadaannya bisa membuat Stella tidak aman, Will memilih berpamitan ketika Stella dalam kondisi pemulihan pasca operasi. Scene ini sangat mengharukan ya gengs, karena keduanya sama2 menyadari tidak akan bisa bertemu lagi apalagi bersama.


Pesan mendalam dari film ini, sebagai manusia kita sangat membutuhkan sentuhan dari orang2 yang kita cintai, hampir sebanyak kita membutuhkan udara untuk bernapas. Selain sebagai bentuk komunikasi, sentuhan itu memberikan perasaan hangat, nyaman dan dicintai. Seringkali kita tidak menyadarinya sampai kita benar-benar kehilangan mereka. 

Bisa jadi hal ini bukan hanya soal penyakit mematikan, tapi juga jarak yang berjauhan. Betapa tidak enaknya memikirkan ketidakpastian kapan akan bertemu dan bersentuhan lagi. Saya pribadi merasa, mungkin sebaiknya benar2 kehilangan karena kematian, dari pada masih sama2 hidup tapi berjauhan tanpa bisa berharap lebih akan bertemu atau bersentuhan lagi. Walaupun tetap saja kehilangan adalah hal yang menyakitkan, terutama buat mereka yang ditinggalkan, mungkin kita harus lebih iklas, seperti kata Will, ketika kau sangat suka seseorang kau harus bisa melepaskannya pergi. Just like that...


So, apapun itu, selagi kamu bisa, sentuhlah mereka. Karena hidup terlalu singkat untuk disia-siakan gengs....


Senin, 16 September 2019

Can You Keep a Secret?




Hayy... it’s september right? Tidak tahu kenapa saya pribadi sangat suka bulan2 yang berakhiran ‘ber’... Because it’s going to the last of year, close to christmas and new year dan yang paling penting adalah akan selalu turun hujan hehehe.... Mungkin buat sebagian orang lebih indah musim semi tapi buat saya, I love rain. I don’t know why, but rainy day selalu menghadirkan perasaan2 menyenangkan dalam hati entah itu rindu atau galau wkwkwkwkwk but it’s feels good for me...

Okay gengs, sudah sangat lama saya tidak menulis review kan? Selain kehabisan bahan, saya juga diserang Vertigo, after all this months without vertigo, 2 minggu lalu kumat lagi dan itu sangat mengganggu. Saya tidak tahu pengalaman orang lain, tapi vertigo yang saya alami membuat saya sepert Vampire yang berbulan2 tidak minum human blood, terus pas sekalinya dapat blood, dapatnya poison blood, just like that! 
Kilatan cahaya adalah musuh terbesar selama prosesnya, tidak boleh ada lampu yang menyala di rumah, tidak bisa lihat apa2 di hp, mual sepanjang waktu berasa kayak ada yang mau dimuntahkan tapi ya memang tidak ada (kayak orang hamil gitu deh...), nyeri dan keram di kepala yang merambat sampai ke tulang belakang dan lengan. Wuffftttt..... and I hate the medicine gengs... saya selalu berusaha menghindar dari obat2an.


Okay, intinya sekarang sudah berkurang. Today, we talk about ‘Can You Keep a Secret?’. This movie diangkat dari Novel karya Sophie Kinsela, dengan judul yang sama dan disutradarai oleh Elise Duren. Membicarakan tentang kisah keterbukaan dan kepercayaan dalam suatu hubungan. Film ini dikemas dengan sangat sederhana, nyaris tidak ada konflik sama sekali.


Menceritakan Emma Corrigan (Alexandra Deddario), pegawai Pemasaran junior dari sebuah perusahaan di New York mengalami hari yang sangat buruk karena meetingnya di Chicago mempromosikan produk perusahaannya, Panda Bites, gagal total. Dalam perjalanan pulang pesawatnya mengalami turbulensi berat dan ia semakin tertekan. Dalam ketakutan karena merasa mereka mungkin akan mati, Emma mengungkapkan seluruh rahasia hidupnya. Semua ketidakpuasannya tentang pekerjaan, kekasih, teman2nya, yang selama ini ia simpan sendiri, karena Emma tergolong orang yang lebih suka menjaga perasaan orang lain ketimbang bersikap jujur. Bahkan dia sebenarnya belum pernah merasakan jatuh cinta sama sekali. Dalam kondisi tekanan karena turbulensi, Emma berapi-api mengungkapkan segalanya kepada pria yang duduk di sampingnya, Jack Harper (Tyler Hoechlin).


Saat waktunya kembali ke kantor, Manager perusahaannya Cybil (Laverne Coxmemperkenalkan CEO mereka yang baru, guest who? Jack Harper teman perjalanannya dari Chicago. Emma merasa canggung dengan keadaan itu, ia menyadari Jack mengenali dia dan mengingat seluruh cerita di pesawat. Sebenarnya, layaknya wanita pada umumnya, Emma sering curhatan dengan 2 teman serumahnya. Tapi sebagai wanita juga, tetap saja ada yang dirahasiakan dalam pertemanan ya kan? Tapi ia benar2 terbuka tentang ketakutan, kecemasan akan percintaan dan masa depannya juga rahasia2 kecil lain yang sebenarnya sering ia lakukan dalam kesehariannya karena tekanan Turbulensi dalam pesawat bersama Jack. Emma kemudian menemui Jack dan meminta bahwa apa yang dikatakannya dalam pesawat tetap menjadi rahasia mereka berdua. Jack pun menyanggupi dan meminta Emma juga tidak menceritakan kepada siapapun bahwa Jack pernah ke Chicago. 


Saat hendak keluar dari ruangan, Jack bertanya ‘apakah kau benar2 belum pernah jatuh cinta?’,  and she said, ‘Maksud sy adalah, siapa yang tahu arti cinta yang sesungguhnya? Tidak ada seorangpun di dunia ini yang benar2 mengetahui arti cinta yang sesungguhnya, ya kan? Itu fakta! Jadi saya tidak bisa memahami apa itu cinta dan tentu saja saya tidak pernah mengalaminya. (yeahh... wellcome to the club beb..) Entah kenapa seluruh kronologi pengungkapan itu justru membawa pemahaman baru bagi Emma, ia mulai sadar dan menuntut sesuatu yang lebih dari hubungannya dengan Connor kekasihnya yang selama ini baik2 saja. Selama ini Emma selalu berusaha ‘menyukai’ apapun yang Connor lakukan. Pilihan Musiknya, caranya bercinta, yang bahkan Emma sendiri tidak mengerti sama sekali. Ia mengharapkan keterbukaan dan sesuatu yang lain dalam hubungannya, tapi itu malah membuat mereka breakup.


Mendengar Emma putus dengan Connor, Jack mengajaknya dinner. Dan keduanya mulai berkencan. Semakin hari, Emma merasa ia telah jatuh cinta dan semakin terbuka pada Harper. Dia menyatakan segala keinginan terdalamnya tentang sebuah hubungan. Bagi Emma, bisa berkencan dengan Jack adalah sesuatu hal yang langka. Pria tampan, sukses dengan tubuh super hot, biasanya hanya mengejar gadis2 sekelas model. Tapi Harper meyakinkan Emma, bahwa diapun layak dicintai. Ia bahkan berkata ia sudah menyukai Emma sejak awal pertemuan mereka di pesawat, ketika Emma mulai berkata2 tanpa berhenti. Ia semakin terpesona dan jatuh cinta pada Jack. Tapi semakin Emma terbuka, Jack malah semakin tertutup dengan kehidupannya.


Teman serumah Emma, Lissy tidak setuju karena merasa hubungan itu terlalu sepihak. Ketika suatu waktu Jack dipanggil wawancara ke sebuah televisi, seluruh pegawai menonton acara itu. Ia diminta menggambarkan tentang target projek baru perusahaannya yang bertajuk ‘gadis di jalanan’ dan deskripsi targetnya sangat mengacu pada Emma. Seluruh pegawai kantor menyaksikan itu dan langsung menyoraki Emma. Seketika semua orang tahu hubungannya dengan sang bos lengkap dengan rahasia terdalam perasaannya selama ini. Merasa dipermalukan dan dikhianati, Emma marah pada Harper dan tidak mau bertemu atau berbicara dengannya lagi.


Ketika pemasaran produk ‘Panda Bites’ meningkat secara signifikan setelah iklan berbayar di Majalah untuk Lansia, Cybil memuji Nick karena mengira itu adalah ide Nick, tapi kemudian Emma mengklaim bahwa itu adalah idenya. Sehingga penghargaan itu diberikan pada Emma. Karena hal itu Emma meminta promosi jabatan, menurutnya Cybil sudah menjanjikan hal itu jika kerjanya bagus. Ia lalu dipromosikan. Tapi tetap saja teman2 kantornya berkata ‘itulah yang kau dapatkan jika kau tidur dengan CEO perusahaan.’ Cybil berpesan bahwa Emma harus serius dan bekerja keras agar ia tidak dianggap dapat promosi karena tidur dengan bosnya.


So, apa yang terjadi selanjutnya? Bagaimana kelanjutan hubungan Emma dan Harper? Ayo nonton gengs, ini film dirilis 13 September 2019, baru banget kan?? Setahu saya si Tyler Hoechlin ini selalu memainkan peran antagonis, entah film apa saya lupa deh, film2 psikopat begitu, lihat aja wajahnya yang cool dan aneh kalau senyum. Sementara Alexandra Deddario cukup sering dengan film2 komedi romantis. 


Well, menurut saya Emma adalah gadis lugu yang di satu sisi memaksa diri untuk puas dengan hidupnya, ia merasa bahwa ia tidak layak menerima lebih dari itu. Di sisi lain so desperate untuk mengalami sesuatu yang lebih dari pencapaian hidupnya selama ini yang datar2 saja, ya kan?? But, menjadi seperti Emma rasanya terlalu lugu ya... Benar bahwa dalam hubungan harus ada keterbukaan dan saling menjaga kepercayaan. Tapi terkadang jika berlebihan, bisa membuatmu tidak dihargai lagi atau diremehkan gengs... I mean, okay, kita saling terbuka. Tapi bahwa, ada bagian2 tertentu yang tetap menjadi 'area privat' ya gengs, dalam arti yang baik tentunya. 

Well, can you? keep a secret??


Paus Yohanes Paulus II

Santo Paus Yohanes Paulus II Salve sahabat Kristus, kalau kita seusia, sahabat pasti mengenal dengan baik siapa Paus Yohanes Paulus II yang ...