Tampilkan postingan dengan label santo santa yang jasadnya masih utuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label santo santa yang jasadnya masih utuh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Agustus 2020

Santa Veronika Yuliani, Penerima Karunia Stigmata

Syalom sahabat Tuhan Yesus…

Seperti janji saya sewaktu mengawali menceritakan kisah para Kudus Allah dalam blog ini. Bahwa saya akan menceritakan tentang para Santo dan Santa yang jasadnya tetap utuh puluhan tahun kemudian ketika makam para kudus ini dibuka kembali untuk proses kanonisasi.

Terdapat sekitar 250 tubuh santo dan santa yang masih utuh, saya akan menceritakan kisah hidup 25 Santo dan santa diantaranya. Nah, menyatakan bahwa mereka menjadi Orang Kudus Allah memerlukan proses yang panjang dan rumit, yang saya sebut sebelumnya sebagai proses Kanonisasi. 

Butuh banyak sekali saksi, data dan prosedur yang panjang untuk mendapatkan pengakuan dari Gereja Katolik. Karena kita juga percaya bahwa Tuhan Allah menyatakan kebesaran-Nya dengan menginjinkan tubuh para Kudus-Nya tidak binasa juga bukanlah hal yang main-main (Ingat Mazmur 16:10).

Memang bahwa tubuh adalah fana, yang kekal adalah Roh, tapi terkadang Tuhan Allah melakukan mujizat untuk menunjukan kuasa-Nya bagi kita orang-orang yang percaya.

 

Santa Veronika Yuliani (Veronica de Julianis)


Santa Veronika Yuliani atau juga disebut Santa Veronika Giuliani, adalah seorang mistikus Italia terbesar abad ke-18. Mistikus adalah orang yang membersihkan batinnya agar memperoleh pengetahuan dan kenikmatan rohaniah. Mereka adalah orang-orang yang selalu berusaha untuk menghindari kenikmatan duniawi. 

Setiap tindakan dan pikiran mereka didasarkan kepada hati nurani. Santa Veronika terlahir di Mercatello di daerah Duchy of Urbino pada tanggal 27 Desember 1660. Orangtuanya adalah Francesco Giuliana dan Benedetta ManciniVeronika dibaptis dengan nama Ursula.

Santa Veronika adalah jiwa yang telah dipilih Tuhan sejak masa kecilnya untuk mencapai rahmat mistik tertinggi. Seluruh harta surgawi yang diperolehnya selama hidupnya, ia tinggalkan dalam bentuk buku diary yang ditulisnya dibawah bimbingan rohani Bapa Pengakuannya; pastor Gerolamo Bastianelli

Yang saya akan ceritakan disini hanya sebagian kecil saja dari kisah besar yang ditulis oleh St. Veronika sendiri dalam buku diarynya. 

Sejak usia 3 tahun ia telah menunjukkan nilai-nilai keluhuran, ketertarikan besar pada komunikasi Ilahi dan menunjukkan simpatinya kepada orang miskin. Ia menyisihkan makanan dan berbagi pakaian kepada setiap orang miskin yang dijumpainya terutama anak-anak. Keluhuran dan Kasihnya yang mendalam ini semakin bertumbuh seiring bertambahnya usia. 

Ibunya, Benedetta, adalah seorang wanita saleh yang suka menceritakan kisah para Kudus Allah dan para martir kepada Ursula dan 4 saudaranya. Kisah-kisah itu membangkitkan cintanya yang besar kepada Salib dan luka-luka yang dialami Tuhan dalam penderitaan-Nya dan membuat Ursula mulai melakukan beberapa penebusan dosa yang agak berat dan berkeinginan untuk menderita karena cintanya kepada Yesus di usia yang masih sangat kecil, mengikuti teladan Santa Rosa dari Lima.

Ketika Ursula berusia 7 tahun, ibunya meninggal dunia. Ursula dan 4 saudaranya menemani sang ibu menerima sakramen terakhir. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, Benedetta menguduskan kelima anaknya masing-masing pada lima luka suci Yesus. 

Ursula dikuduskan dengan luka pada lambung Yesus. Di dalam buku diary yang ditulisnya, terlihat jelas bahwa Ursula memiliki ketaatan dan penghormatan yang besar pada luka-luka suci itu.

Pada usia 10 tahun, tanggal 2 Februari 1670, Ursula menerima Komuni Suci pertamanya. Ia menggambarkan sukacitanya dalam buku diary: “Sungguh menyenangkan. Saya tidak dapat menceritakan apa yang saya rasakan saat ini. 

Saya hanya merasa bahwa saat ini saya dihinggapi keinginan yang sangat kuat untuk menjadi seorang biarawati dan saya tidak dapat menahan lebih lama lagi kerinduan itu”.

Setelah memperoleh ijin dari ayahnya, pada usia 17 tahun, 28 Oktober 1677, ia bergabung dengan biara kontemplatif Kapusin di Citta di Castillo Umbria, Italia dan memakai nama Veronika. Uskup Sebastiani, yang melakukan upacara penerimaan para biarawati baru, mengatakan pada biarawati yang lain tentang Ursula; 

"Jaga gadis ini sebagai harta yang berharga karena dia akan menjadi orang suci yang agung."  Uskup ini juga yang memilih nama religiusnya, “Mulai sekarang namamu adalah Sister Veronica, yang artinya benar dan unik, yaitu, kamu dan Tuhan saja.”

Selama di dalam biara, Suster Veronika sangat taat pada atasannya. Dia juga mulai menulis buku Diarynya pada bulan April 1693 dan selesai menulisnya tiga puluh empat tahun kemudian pada tahun 1727. Dia menulis total dua puluh dua ribu halaman. 

Di tahun 1693 ini, ia memasuki tahapan baru dalam kehidupan spiritual setelah mendapat penglihatan tentang Cawan (piala anggur) yang melambangkan Sengsara Ilahi. Sejak saat itu, suster Veronika mulai mengalami penderitaan spiritual yang hebat. 

“Pada saat itu saya pikir saya memiliki penglihatan tentang Tuhan, yang memimpin saya;  Saya pikir dia memegang tangan saya.  Saya bisa mendengar suara yang harmonis dan nyanyian malaikat - sebenarnya saya pikir saya berada di surga. 

Saya ingat saya dapat melihat banyak hal, tetapi semuanya tampak seperti kesenangan surgawi.  Kemudian saya melihat banyak orang suci pria dan wanita.  Saya pikir saya juga melihat Perawan Terberkati. Saya ingat bahwa Tuhan menyambut saya dengan baik.  

Dia berkata kepada semua orang: 'Ini adalah milik kita sekarang', dan kemudian Dia menoleh kepadaku dan berkata: 'Katakan apa yang kamu inginkan'.  Saya meminta rahmat-Nya untuk mencintai-Nya dan dia sepertinya mengomunikasikan cinta-Nya kepada saya saat itu juga.

Pada tahun 1694 ia mendapat stigmata berupa tanda mahkota duri, lukanya nyata dan rasa sakitnya tetap tanpa henti. Berdasarkan perintah uskup, ia memperoleh penanganan medis, namun luka-luka itu tidak tersembuhkan. Sejak awal Suster Veronika sangat prihatin pada nasib orang berdosa dan melakukan penebusan dosa besar-besaran untuk mendapatkan pertobatan mereka. 

Dalam salah satu tulisannya ia mengatakan: “Hampir setiap malam saya menghabiskan waktu dengan menangis, tetapi saya tidak tahu apa yang saya tangisi.  Tampaknya memikirkan tentang pelanggaran yang dilakukan terhadap Tuhan dan memikirkan tentang Sengsara-Nya membuat saya menangis;  tapi saya tidak ingat dengan baik alasan untuk menangis begitu sering. 

Sepertinya saya ingat bahwa saya merasa bahwa ada orang berdosa yang keras kepala yang tidak ingin bertobat kepada Tuhan dan ini sangat menyakiti saya sehingga saya tidak dapat beristirahat siang atau malam, dan saya akan berkata kepada Tuhan, 'Ya Tuhan, di sini saya.  Saya siap untuk penderitaan apa pun selama Engkau mempertobatkan semua orang yang menyinggung Engkau. 

Ia menceritakan, terkadang ketika ia akan beristirahat, Suster Veronika mendengar seperti suara nyata yang mengatakan: 'Ini bukan waktu untuk beristirahat tetapi untuk menderita.' Iapun akan segera bangun dan berlutut di depan salib dan mulai berdoa.

Dia memiliki penglihatan tentang jiwa-jiwa yang akan jatuh ke dalam dosa dan ini membuatnya menderita dan meningkatkan penebusan dosa.  Kadang-kadang sebagai hadiah, Yesus akan memberi tahu dia tentang jiwa-jiwa tertentu yang telah bertobat dan kembali kepada-Nya.  

Di lain waktu, Yesus akan memberi tahu dia tentang orang berdosa tertentu yang perlu dia doakan. Kerinduannya untuk menjadi perantara bagi Tuhan dan orang berdosa membuatnya sering melakukan Doa dan puasa yang berat. Suster Veronika juga sering melakukan Jalan Salib pribadi dengan membawa salib yang berat mengelilingi taman di tengah segala macam cuaca buruk.

Sama seperti yang dialami jiwa-jiwa lain yang dekat dengan Tuhan, St. Veronikapun melewati banyak sekali gangguan dan godaan dari si jahat, ia menyebutnya ‘si penggoda’. Semua gangguan itu ia rasakan sejak ia masuk biara dan terutama yang terberat adalah selama ia menulis buku diarynya. 

Terkadang gangguan itu bahkan nyata dalam bentuk serangan fisik. Ia menulis: “Ketika saya melakukan penebusan dosa, tampaknya neraka terpecah.  Saya mendengar suara-suara, jeritan, desisan seolah-olah dari ular.  Pada akhirnya saya sepertinya mendengar banyak suara kebingungan, saya tidak mengerti apa yang mereka katakan.  

Saya hanya ingat bahwa pada akhirnya mereka berkata, 'Terkutuklah kamu.  Kami akan membuatmu membayarnya. 'Seperti yang mereka katakan ini, ruangan saya dibakar, tapi hanya sesaat."

‘Si Penggoda’ bahkan menunjukkan padanya tentang neraka. “Sepertinya saat itu saya mendengar jeritan dan suara ratapan.  Saya hanya melihat monster neraka, banyak ular, banyak binatang buas, dan bau busuk dan api yang sangat panas, yang begitu besar sehingga tinggi mereka tidak dapat diukur.  

Saya hanya bisa membandingkannya dengan jarak antara langit dan bumi.  Sejauh ukuran tempat itu, orang tidak bisa melihat awal atau akhirnya.  Saya bisa mendengar banyak hujatan dan kutukan terhadap Tuhan.

Visi ini membuat Veronika menawarkan dirinya sebagai korban Keadilan Ilahi: "Tuhanku, aku menawarkan diriku untuk berdiri di sini sebagai pintu masuk, sehingga tidak ada jiwa yang bisa masuk ke sana dan kehilangan Engkau."  

Kemudian dia mengulurkan tangannya dan berkata, “Selama saya berdiri di ambang pintu ini, tidak ada yang akan masuk.  O jiwa-jiwa, kembalilah!  Tuhanku, aku tidak meminta apapun selain keselamatan orang-orang berdosa kepadaMu.  Kirimkan aku lebih banyak rasa sakit, lebih banyak siksaan, lebih banyak salib!”

Selama lima belas tahun terakhir hidupnya, Suster Veronika sakit parah. Sebuah lukisan Our Lady of Sorrows’ yang tergantung di kamarnya menjadi hidup, dan Santa Perawan Maria sendiri mendiktekan kepadanya bab-bab terakhir dari Diary yang ditulisnya

Ia dikaruniai berbagai rahmat yang tidak dimiliki orang lain pada umumnya, seperti: penglihatan-penglihatan dan kemampuan bernubuat. Di masa-masa terakhir hidupnya ia menulis tentang rahmat yang diperolehnya dari Tuhan Yesus: “Tiga kali Dia memelukku dengan menyenangkan, dengan melepaskan tangan-Nya dari salib dan memelukku di sisi-Nya;  5 kali Dia memberi saya minum dari air yang mengalir dari lambung-Nya itu;  

15 kali Dia membasuh hatiku dengan Darah-Nya yang mahal, yang keluar dari lambung-Nya seperti sinar dan menyentuh hatiku; 12 kali Dia menyelidiki hatiku dan memberi saya rahmat untuk memurnikannya dan membuang semua kotoran, kebusukan, ketidaksempurnaan dan sisa dosa saya;  

9 kali Dia menyuruhku menyentuh luka-luka Kudus-Nya;  200 kali dia memeluk jiwaku sangat menyenangkan dengan cara yang khusus, tidak termasuk yang lain yang Dia berikan terus-menerus;  dan 100 luka penuh kasih yang Dia buat dalam hatiku, secara rahasia."

Sekitar tahun 1714-1715, karena memiliki devosi yang begitu besar pada ‘Santa Perawan Maria Terberkati’, bapa pengakuannya memintanya untuk melakukan perjalanan ke ‘Gua Maria Perawan Terberkati di Loreto’ dengan bantuan Tuhan.  

Pastor Mario Cursoni, salah satu pastor yang memberinya pengakuan dosa, menceritakan, bahwa saat itu suster Veronika berdoa kepada Tuhan dan meminta untuk memberinya perjalanan ziarah mistis ke Tempat Suci Loreto dan ia sungguh-sungguh memperoleh perjalanan mistis itu. 

Bahkan, suster Veronika mampir di pertapaan Monte Corona, di mana pada saat itu  pastor  Crivelli sedang melakukan latihan spiritualnya; dari sana suster Veronika dibawa ke gereja Perawan Suci Maria para Malaikat, ke Gereja St. Nicholas dari Tolentino, dan akhirnya sampai ke Tempat Suci Loreto untuk mengambil Komuni Suci.  

Suster Veronica dibawa ke tempat-tempat itu dalam penglihatan oleh seorang malaikat. Pastor Mario Cursoni mengatakan: “Ketika saya menanyainya tentang perjalanan ini, dia menjawab bahwa Tuhan telah menganugerahkannya kesempatan untuk berziarah ke tempat-tempat itu dalam suatu penglihatan. 

Dan suster Veronika menggambarkan tempat-tempat suci itu dengan detail yang akurat, bahkan saya yang telah mengunjunginya beberapa kali tidak dapat melakukan yang lebih baik."

Mulai tahun 1700 adalah tahun-tahun terberat dalam hidup suster Veronika, karena di tahun-tahun inilah ia sangat menderita karena sakitnya dan stigmata yang dialaminya. Meski menjalani kehidupan mistis supernatural ini, suster Veronika tetap menjalankan tugas kehidupan nyatanya. Suster Veronika menjadi pemimpin biara dan membimbing para novis Ordo Kapusin di Italia. 

Ia menempatkan Perawan Maria sebagai pusat dari seluruh hidupnya dan menyerahkan kunci biara itu kepada Perawan Maria Terberkati. Suatu ketika, ketika ia sedang melakukan kewajibannya ke neraka dalam rangka penebusan dosa, Suster Maria Biovanna Maggio datang bertemu dan hendak berbicara dengan Suster Veronica

Dia mengisahkan bahwa ia melihat "ekspresi agung dan luar biasa dari wajah susterVeronika."  Suster Maggio merasa terhibur oleh kata-kata dari sang kepala biara.  Kemudian ia pergi menceritakan pengalamannya itu kepada suster Florida yang di kemudian hari menjadi Beata Florida. 

Suster Florida tersenyum dan berkata, “Ingatlah bahwa hari ini suster Veronica berada di neraka berkorban untuk pertobatan para pendosa.  Orang yang bersamamu adalah Perawan Suci yang muncul menggantikan suster Veronica."  

Beata Florida (yang dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada 16 Mei 1993) mengetahui dengan baik semua detail kehidupan Veronica, karena para bapa pengakuan Veronica telah meminta Veronika untuk memberi tahu Suster Florida tentang segala sesuatu dalam kehidupan rohaninya.

Santa Veronika meninggal dunia pada 9 Juli 1727 di Citta di Castello karena sakit. Ia dibeatifikasi pada tanggal 17 Juni 1804 oleh Paus Pius VII dan ditetapkan menjadi orang kudus atau dikanonisasi pada 26 Mei 1839 oleh Paus Gregory XVIPesta perayaannya diperingati setiap tanggal 9 Juli.

Kepada Beata Florida, selama hidupnya Santa Veronika telah memberitahu bahwa di hatinya terukir simbol-simbol tertentu dari hasrat dan itu telah tertulis dalam diarynya. Beata Florida kemudian membuat sketsa hati Santa Veronika dengan semua tanda yang dijelaskannya. Ketika jantungnya dibedah selama proses otopsi, terungkap adanya sayatan misterius yang berbentuk seperti garis peralatan kisah Sengsara, tujuh pedang Bunda Maria, dan sejumlah huruf.

Santa Veronica sering digambarkan memakai mahkota duri dan memegang hati yang terbakar. Selama hidupnya ia dedikasikan dirinya untuk berdoa, berpuasa dan bermati raga bagi penebusan dan pertobatan orang-orang berdosa. Ia juga memperoleh luka mistik dan stigmata.

Wahhh, banyak sekali sebenarnya yang ingin saya bagikan tentang Santa Veronika  Yuliani. Betapa ia tetap rendah hati di tengah banyak anugerah dan berkat Tuhan dalam hidupnya. 

Saya melihat ia selalu memakai kata ‘saya pikir..’ atau ‘sepertinya..’, seolah ia mengatakan bahwa ia tidak layak mendapatkan semua karunia itu. Semoga kita semua memperoleh rahmat Keselamatan dan Pertobatan melalui doa kepada Santa Veronika Yuliani.

Sampai bertemu di kisah yang berikutnya ya… Syalom… Tuhan Yesus memberkati…

Selasa, 19 November 2019

Santa Angela Merici, Pendiri Ordo Ursula (OSU)

Salve.. Seperti yang saya janjikan bahwa ada 25 Santo dan Santa yang kisah hidupnya akan saya ceritakan di blog ini ya... Sebenarnya ada 250 orang Kudus, Tapi tidak semuanya akan saya ceritakan disini.

25 orang Kudus yang saya ceritakan disini adalah mereka yang sampai proses Kanonisasi, tubuh fisik mereka tidak hancur, melainkan tetap awet dan bagus. Jarak antara mereka wafat sampai masa Kanonisasi, sangat lama dan panjang. Karena ada berbagai tahap dan proses yang harus dilewati.

Kubur mereka akan dibongkar jika proses penyelidikan dan kanonisasi akan dimulai. Kisah hidup para kudus ini ada bukti tertulis dan melalui proses wawancara orang-orang terdekat, atau di lingkungan tempat mereka tinggal. 

Karena walaupun sudah wafat berabad-abad lalu, pasti ada saja keluarga atau masyarakat sekitar yang masih mengingat kisah mereka, karena semua proses ini tidak akan dimulai jika tidak ada pengajuan dari orang-orang yang telah lebih dulu mengenal mereka. 

Juga menurut saya, ke-25 orang Santo dan Santa ini sudah mewakili hampir seluruhnya iya kan? Toh disini yang kita fokuskan adalah teladan hidup mereka serta pengalaman pribadi mereka yg ajaib bersama Yesus.

Santa Angela Marici

Santa Angela adalah pendiri Ordo Santa Ursula (OSU), yang didirikan sejak tanggal 25 November 1536 di Italia. Ordo ini bermisi di bidang pendidikan bagi remaja dan sudah tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Angela lahir sekitar tahun 1474 di kota Desenzano, Italia. Keluarganya adalah keluarga yang saleh, orang tua Angela memberikan pendidikan yang baik pada kedua putrinya. Mereka diperkenalkan pada para Santo dan Santa. 

Ibu Angela adalah wanita yang memiliki jiwa sosial tinggi, ia memperhatikan orang-orang miskin dan kesusahan. Hal itu tertanam dengan sangat baik dalam diri Angela kecil.  Ayah Angela adalah pemilik ladang anggur anggur yang besar. Sejak kecil mereka ditanamkan pentingnya pengetahuan agama dan kebaikan oleh orang tuanya.

Ketika berusia 10 tahun, Angela kehilangan kedua orangtuanya karena wabah penyakit. Bersama kakak perempuannya, Angela dirawat oleh pamannya. Namun kesedihannya tidak berakhir, di usia 13 tahun Angela kembali harus kehilangan kakaknya juga. 

Bahkan kakak perempuannya ini meninggal sebelum sempat menerima Sakramen terakhir, Angela sangat khawatir akan keselamatan jiwa kakaknya.

Dalam kesedihan dan doa-doanya, suatu ketika, saat Angela berada di ladangnya, ia mendapatkan sebuah penglihatan. Serombongan malaikat-malaikat naik turun tangga yang menghubungkan dunia dan surga. Dan di antara malaikat-malikat itu ada serombongan gadis-gadis, Angela mengenali salah satunya sebagai kakak perempuannya. 

Dia diberitahu oleh Tuhan Yesus bahwa kakaknya sudah diselamatkan. Hatinya sungguh tenang dan bersyukur. Sejak itu Angela berjanji akan menyerahkan seluruh sisa hidupnya untuk pelayanan pada Tuhan.

Di masa remaja, Angela menjadi wanita muda yang pergaulannya luas dan bebas. Ia sangat pintar bergaul, dan lagi pamannya adalah seorang yang kaya raya. Tapi dalam kehidupan yang mewah itu ia teringat akan janjinya ketika melihat kakaknya dalam rombongan para malaikat di ladangnya. Angela kemudian bergabung dengan ordo ketiga Fransiskan. Dia ingin hidup sederhana dan meneladani Santo Fransiskus. 

Setelah pamannya meninggal, Angela kembali ke Desenzano. Di kota kecilnya ini ia mendapati anak-anak tidak mendapatkan pendidikan tentang agama dan perbuatan baik. Hatinya terketuk. Kemudian Angela mendapatkan penglihatan lagi, ia melihat dirinya sedang memberikan pengajaran kepada para pemudi.

Angela menyadari Tuhan memanggilnya untuk tugas mulia itu. Ia lalu mengumpulkan teman-teman perempuannya untuk mengajarkan pelajaran Agama pada anak-anak di kotanya. Karena saat itu tidak ada satupun biarawati dari ordo religius yang memperhatikan tentang pendidikan. Teman-teman Angela sangat bersemangat membantunya.

Suatu ketika, Angela mendapatkan tugas dari Ordo Fransiskan untuk menghibur sebuah keluarga yang baru kehilangan anaknya. Ia menyadari bahwa perang yang berlangsung di kota Brescia mengakibatkan banyak kehancuran. Penduduk menderita, anak-anak terlantar, orang tua kehilangan anaknya, gadis-gadis dilecehkan dan direndahkan, kemiskinan merajalela dan nilai-nilai hidup dalam masyarakat merosot. 

Pelan-pelan Angela membantu semua orang yang membutuhkannya. Yang sedih dihibur, yang bertengkar didamaikan, ia memberikan kedamaian di hati para imam, menasihati gadis-gadis dan membela hak-hak perempuan.

14 tahun ia berkarya di Kota Brescia. Pada suatu perjalanan ziarah ke Yerusalem, Angela mengalami kebutaan. Tapi ia tetap melanjutkan ziarahnya. Ia tetap teguh dan berserah diri pada Tuhan sepanjang perjalanan ziarah di tanah suci karena ia percaya Tuhan akan senantiasa menyertainya. 

Karena imannya yang besar Tuhan berkenan menyembuhkan matanya. Angela mendengar suara Tuhan berkata: “Teguhkanlah hatimu, sebelum meninggal kau akan mendirikan sebuah perkumpulan perempuan di Brescia yang menjadi harta Tuhan sendiri”.  

Pada tanggal 25 November 1536, 28 perempuan muda mempersembahkan hidup mereka kepada Tuhan, itulah awal mula berdirinya Ordo Santa Ursula. Angela mempercayakan Ordo yang didirikannya dalam perlindungan Santa Ursula. Santa pelindungan pendidikan tertinggi di abad pertengahan yang dihormati sebagai pemimpin para wanita dan teladan martir keperawanan kristen. 

Dikarenakan berbagai kesulitan dan halangan kala itu, pada awalnya para perempuan muda itu tinggal di rumah mereka masing-masing karena belum mempunyai biara. Sampai akhirnya mereka bisa hidup berkumpul dalam satu tempat.

Santa Angela meninggal pada masa awal berdirinya ordo OSU, tanggal 27 Januari 1540. Kepercayaannya kepada Tuhan telah banyak kali menolong dia melewati masa sulit dalam hidupnya. 

Santa Angela tidak pernah sedikitpun meragukan penyertaan Tuhan pada karya pelayanan yang sudah dirintisnya, dan itu terbukti benar kan?? Ordo Santa Ursula dikenal dan tersebar di seluruh penjuru dunia.

Santa Angela dikanonisasi oleh Paus Pius VII pada 24 Mei 1807. Pesta perayaannya dirayakan setiap tanggal 27 Januari. Jenasah Santa Angela disemayamkan di Church of Saint Afra, Brescia, Italy.

Nah apa yang kamu rasakan ketika membaca pengalaman hidup para Kudus ini? Sudah empa orang Kudus yang saya ceritakan di blog saya ini. Semuanya dari Roma, Italia. Saya pribadi merasa ini sangat menakjubkan. Beberapa dari mereka bahkan terlahir kaya raya, tapi kemudian memilih hidup sangat sederhana, melepaskan segala kemewahan dan hidup untuk melayani Tuhan dan orang miskin. 

Mereka rela kehilangan nyawa demi iman mereka kepada Tuhan. Dan akhirnya Tuhan berkenan memberkati hidup dan karya mereka, bahkan ketika mereka wafat mereka mendapatkan kemuliaan dari Tuhan dan manusia.

Mari kita saling mendoakan, semoga Tuhan Yesus memberkati seluruh hidup dan karya pelayanan kita, Amin.

Minggu, 17 November 2019

Santa Rita de Cassia, pembawa Damai La Vendetta

Salve sahabat Kristus.... Pada bagian ke-empat kisah hidup Santo dan Santa yang jasadnya tetap utuh sampai sekarang, kita akan bercerita tentang Santa Rita de Cassia.

Jujur, sebenarnya sampai sekarang, sebelum saya mulai mencari tahu tentang para Kudus Katolik untuk menulis kisahnya, yang saya kenal santo dan santa dari kecil hanya beberapa. Saya sangat terpesona begitu tahu bahwa ternyata ada banyak sekali orang Kudus Katolik. 

Bukan karena mereka sudah suci dari lahir. Malah ada yang masa lalunya buruk sekali, tapi begitu mereka mengenal Tuhan Yesus dan dipulihkan, hidup mereka langsung berubah seolah terlahir kembali menjadi baru.

Dan mereka benar-benar taat sampai wafat. Sehingga Tuhan Allah berkenan memuliakan dan memberi pahala atas kesetiaan itu dengan mujizat yang dinyatakan pada seluruh umat manusia di seluruh dunia ini. Sungguh besar dan mulianya Tuhan Allah yang kita puji dan sembah. 

Mari datang lebih dekat dan mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Betapa baik Tuhan Allah kita yang menyebut diri-Nya Bapa bagi kita umat-Nya dan Dia benar-benar memperhatikan kita seumpama seorang Bapa merawat anak-anaknya. 

Mana ada tuhan lain sebaik Dia?? Kalau mau bicara soal kebaikan dan kasih setiaNya yang tidak berkesudahan ini, berjilid-jilidpun tidak akan habis, saya siap jadi saksi-Nya karena Dia sungguh baik bagi saya. 

Santa Rita De Cassia

Lahir pada tahun 1381 dengan nama Margherita di kota Rocaporena, Umbria, Italia. Orang tua Santa Rita adalah penganut Katolik yang taat. Saking salehnya keluarga ini, mereka dijuluki sebagai ‘Keluarga Pembawa Damai Kristus’ (Conciliatore di Christo). 

Cita-cita Rita untuk masuk biara di usia 15 tahun tidak direstui orang tuanya, karena mereka sudah menjodohkan Rita dengan Paolo Manchini. Walau berat hati, Rita tetap menikah dengan Paolo kemudian dikaruniai 2 orang putra.

Paolo ini ternyata adalah seorang penjahat yang banyak sekali musuh. Dia juga sangat kasar, sering menganiaya dan memaki Rita. Tapi Santa Rita tetap setia menjalani hidupnya dengan sabar dalam penderitaan. 

Berkat doa-doa dan ketabahannya, suaminya bertobat dan menyesali kajahatannya. Ia berusaha memperbaiki hidupnya kembali ke jalan Tuhan. Tentu saja ini sangat membahagiakan Rita.

Namun, karena permusuhan turun-temurun (La Vendetta; hal ini sering terjadi di Italia) antara keluarga sang suami dan keluarga Chiqui yang memanas, Paolo ditikam sampai mati oleh keluarga Chiqui. 

Rita sangat terpukul, tapi dengan tegas ia memaafkan pelaku dan berusaha agar kedua putranya juga mengampuni pembunuh ayah mereka. Tapi dendam membara telah membakar keduanya. 

Santa Rita berdoa kepada Tuhan memohon agar kedua putranya terbebas dari dendam dan tidak melakukan pembunuhan. Dalam beberapa bulan, kedua putranya sakit parah. 

Rita merawat mereka dengan penuh cinta dan berusaha meyakinkan mereka untuk melupakan dendamnya. Sebelum meninggal kedua putra Rita memaafkan pembunuh ayah mereka dan meninggal dalam kedamaian.

Kisahnya tidak berakhir disini ya gengs, setelah menjadi janda dan ditinggal anak-anaknya, Santa Rita ingin sekali memenuhi kerinduannya dari dahulu untuk menjadi biarawati biara Santa Maria Magdaleda di Cascia. 

Namun niatnya tidak diterima pihak biara, walaupun sebenarnya mereka sangat mengagumi semangat religius dan kesalehan hidup Santa Rita. 

Karena mereka mempertimbangkan masa lalu Rita dimana ada ‘La Vendetta’ dan pembunuhan terhadap sang suami. Apalagi ternyata, dalam biara tersebut ada beberapa wanita dari keluarga Chiqui.

Pihak otoritas biara kemudian memberikan syarat, Rita boleh masuk biara kalau dia berhasil mendamaikan La Vendetta antara keluarga suaminya dan keluarga Chiqui. Tugas yang mustahil kan beb, sama saja dengan menolak Rita masuk biara. 

Rita tidak menyerah, ia berdoa dengan sungguh-sungguh memohon bantuan para kudus dan doanya dikabulkan. santa Rita berhasil mendamaikan konflik berdarah antara keluarga yang sudah berlangsung beberapa dekade.

Santa Rita kemudian diterima, ia tinggal selama 40 tahun dalam biara, mengabdikan dirinya dalam doa kontemplasi dan bekerja untuk perdamaian di wilayah itu. 

Ia memiliki devosi yang amat mendalam kepada Yesus tersalib. Suat hari, ketika sedang berdoa, Santa Rita memohon kepada Tuhan Yesus agar ia diijinkan merasakan penderitaan-Nya. 

Tiba-tiba sebuah cahaya memancar dari mahkota duri di kepala Yesus, menusuk keningnya dan menimbulkan luka yang tidak tersembuhkan. 

Selama 15 tahun luka ini mengalami pendarahan dan tidak tersembuhkan. Karunia ini sangat membahagiakan Santa Rita, karena ia diperkenankan Tuhan Yesus merasakan penderitaan-Nya.

Santa Rita wafat pada 22 Mei 1457, di usia 76 tahun. Jenasahnya yang sampai sekarang masih utuh disemayamkan di Basilika St. Rita de Cascia. Santa Rita adalah Santa pelindung perkawinan dan kasus yang mustahil.

Pesta perayaannya diperingati setiap tanggal 22 Mei. Santa Rita dikanonisasi oleh Paus Leo XIII pada tanggal 24 Mei 1900.

Referensi: katakombe.org

Sabtu, 16 November 2019

Santa Imelda Lambertini, Pelindung Anak Calon Komuni I

Salve sahabat Kristus.... Tulisan ini adalah bagian ketiga dari Kisah hidup Santo dan Santa yang Jasadnya masih utuh sampai sekarang. Sebelumnya kamu harus tahu, saya mengambil kisah-kisah ini dengan referensi dari beberapa web rohani. 

Seperti apapun proses kehidupan dan kematian para santo dan santa ini, mereka telah mengalami sukacita besar di Surga bersama Allah Bapa dan Putera-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus. Jadi kita yang membaca kisah mereka harus bersukacita juga. 

Sekali lagi, tentu saja fenomena tidak hancurnya jasad para Kudus ini tidaklah diterima begitu saja atau selalu menjadi pro kontra bagi sebagian orang. Tapi itu bukanlah masalah kita ya bebs, biarlah itu menjadi masalah mereka dengan Tuhan. 

Bagi kita umat Katolik yang percaya, ini hanyalah satu dari sekian banyak cara Allah Bapa menunjukkan mujizat dan kuasa-Nya kepada umat yang dikasihi-Nya. 

Santa Imelda Lambertini

Imelda lahir di Bologna, Italia pada tahun 1322. Ayahnya Count Egano Lambertini adalah bangsawan militer di Bologna. Terlahir sebagai puteri tunggal dari keluarga bangsawan membuat Imelda dididik layaknya puteri-puteri bangsawan pada jamannya, tapi dengan berpegang pada iman Katolik. 

Keluarga Lambertini sangat taat pada ajaran Katolik. Imelda kecil sudah diajarkan membuatkan makanan dan pakaian untuk orang miskin.

Di usia 5 tahun, Imelda secara mendadak memohon kepada ayahnya agar ia diijinkan menerima Komuni Suci. Tentu saja hal ini tidak boleh, karena pada masa itu menerima Komuni Suci hanya jika sudah berusia 14 tahun. Imelda sangat kecewa, tapi ia tetap percaya bahwa waktunya untuk menerima Komuni Suci sudah dekat.

Nah di usia 9 tahun, meski sangat sedih ayahnya mengijinkan Imelda menjadi calon biarawati di Biara Dominikan, Val di Pietra, dekat Bologna. Imelda sangat senang menerima jubah biara, dia berpikir dengan begitu pasti akan diijinkan menerima Komuni Suci. 

Imelda sangat suka membaca tentang kisah para Kudus, terutama Santa Agnes, ia merasa Santa Agnes tidak jauh berbeda dari dirinya. Karena kekaguman dan kerinduannya, Santa Agnes berkenan menampakkan diri pada Imelda dan memberikan dia pemahaman tentang rahasia-rahasia surgawi. Imelda sangat bersukacita.

Santa Imelda tidak pernah berhenti memohon agar segera diijinkan menerima Komuni Suci. Di tahun 1333, di usinya yang ke-11 tahun, Tuhan Yesus secara ajaib menjawab kerinduannya. 

Saat itu perayaan misa Kenaikan Tuhan Yesus. Imelda memohon kepada para suster agar dia boleh menerima Komuni, tapi dengan lembut para suster menolak. 

Setelah misa selesai, karena sedih, Imelda berlutut di pojok tempat doa dan dia menangis. Tiba-tiba seluruh ruangan dipenuhi aroma surgawi, sebuah Hosti Kudus keluar dari Tabernakel, melayang-layang di atas kepala Imelda. 

Saat itu semua orang menyadari bahwa Tuhan Yesus sendiri berkenan mengantar tubuhnya secara luar biasa kepada Imelda.

“Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalag-halangi mereka.” Lukas 18:16

Kata-kata Yesus itu bergema dalam hati sang Imam pemimpin misa, ia segera menganggukkan kepala dan memberi ijin. Santa Imelda tersenyum dengan penuh sukacita menyambut tubuh Tuhan. 

Saat itu juga ia menutup matanya untuk selama-lamanya. Tuhan Yesus yang selama ini dirindukannya tidak hanya mengantar tubuh-Nya yang mulia tapi juga menjemput Imelda pulang ke surga.

Santa Imelda dimakamkan di Gereja St. Sigimundo, Bologna. Ia dibeatifikasi pada tahun 1826 oleh Paus Leo XII dan dimaklumkan menjadi Santa Pelindung anak-anak Calon Penerima Komuni Suci Pertama. 

Sahabat Kristus yang punya anggota keluarga yang akan menerima Sakramen Komuni Pertama, bisa menceritakan kisah ini pada mereka, serta bersama-sama berdoa kepada Yesus melalui perantaraan Santa Imelda Lambertini. Pesta Santa Imelda Lambertini dirayakan pada tanggal 12 Mei.


Referensi: katakombe.org


Paus Yohanes Paulus II

Santo Paus Yohanes Paulus II Salve sahabat Kristus, kalau kita seusia, sahabat pasti mengenal dengan baik siapa Paus Yohanes Paulus II yang ...