Sabtu, 16 November 2019

Santa Imelda Lambertini, Pelindung Anak Calon Komuni I

Salve sahabat Kristus.... Tulisan ini adalah bagian ketiga dari Kisah hidup Santo dan Santa yang Jasadnya masih utuh sampai sekarang. Sebelumnya kamu harus tahu, saya mengambil kisah-kisah ini dengan referensi dari beberapa web rohani. 

Seperti apapun proses kehidupan dan kematian para santo dan santa ini, mereka telah mengalami sukacita besar di Surga bersama Allah Bapa dan Putera-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus. Jadi kita yang membaca kisah mereka harus bersukacita juga. 

Sekali lagi, tentu saja fenomena tidak hancurnya jasad para Kudus ini tidaklah diterima begitu saja atau selalu menjadi pro kontra bagi sebagian orang. Tapi itu bukanlah masalah kita ya bebs, biarlah itu menjadi masalah mereka dengan Tuhan. 

Bagi kita umat Katolik yang percaya, ini hanyalah satu dari sekian banyak cara Allah Bapa menunjukkan mujizat dan kuasa-Nya kepada umat yang dikasihi-Nya. 

Santa Imelda Lambertini

Imelda lahir di Bologna, Italia pada tahun 1322. Ayahnya Count Egano Lambertini adalah bangsawan militer di Bologna. Terlahir sebagai puteri tunggal dari keluarga bangsawan membuat Imelda dididik layaknya puteri-puteri bangsawan pada jamannya, tapi dengan berpegang pada iman Katolik. 

Keluarga Lambertini sangat taat pada ajaran Katolik. Imelda kecil sudah diajarkan membuatkan makanan dan pakaian untuk orang miskin.

Di usia 5 tahun, Imelda secara mendadak memohon kepada ayahnya agar ia diijinkan menerima Komuni Suci. Tentu saja hal ini tidak boleh, karena pada masa itu menerima Komuni Suci hanya jika sudah berusia 14 tahun. Imelda sangat kecewa, tapi ia tetap percaya bahwa waktunya untuk menerima Komuni Suci sudah dekat.

Nah di usia 9 tahun, meski sangat sedih ayahnya mengijinkan Imelda menjadi calon biarawati di Biara Dominikan, Val di Pietra, dekat Bologna. Imelda sangat senang menerima jubah biara, dia berpikir dengan begitu pasti akan diijinkan menerima Komuni Suci. 

Imelda sangat suka membaca tentang kisah para Kudus, terutama Santa Agnes, ia merasa Santa Agnes tidak jauh berbeda dari dirinya. Karena kekaguman dan kerinduannya, Santa Agnes berkenan menampakkan diri pada Imelda dan memberikan dia pemahaman tentang rahasia-rahasia surgawi. Imelda sangat bersukacita.

Santa Imelda tidak pernah berhenti memohon agar segera diijinkan menerima Komuni Suci. Di tahun 1333, di usinya yang ke-11 tahun, Tuhan Yesus secara ajaib menjawab kerinduannya. 

Saat itu perayaan misa Kenaikan Tuhan Yesus. Imelda memohon kepada para suster agar dia boleh menerima Komuni, tapi dengan lembut para suster menolak. 

Setelah misa selesai, karena sedih, Imelda berlutut di pojok tempat doa dan dia menangis. Tiba-tiba seluruh ruangan dipenuhi aroma surgawi, sebuah Hosti Kudus keluar dari Tabernakel, melayang-layang di atas kepala Imelda. 

Saat itu semua orang menyadari bahwa Tuhan Yesus sendiri berkenan mengantar tubuhnya secara luar biasa kepada Imelda.

“Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalag-halangi mereka.” Lukas 18:16

Kata-kata Yesus itu bergema dalam hati sang Imam pemimpin misa, ia segera menganggukkan kepala dan memberi ijin. Santa Imelda tersenyum dengan penuh sukacita menyambut tubuh Tuhan. 

Saat itu juga ia menutup matanya untuk selama-lamanya. Tuhan Yesus yang selama ini dirindukannya tidak hanya mengantar tubuh-Nya yang mulia tapi juga menjemput Imelda pulang ke surga.

Santa Imelda dimakamkan di Gereja St. Sigimundo, Bologna. Ia dibeatifikasi pada tahun 1826 oleh Paus Leo XII dan dimaklumkan menjadi Santa Pelindung anak-anak Calon Penerima Komuni Suci Pertama. 

Sahabat Kristus yang punya anggota keluarga yang akan menerima Sakramen Komuni Pertama, bisa menceritakan kisah ini pada mereka, serta bersama-sama berdoa kepada Yesus melalui perantaraan Santa Imelda Lambertini. Pesta Santa Imelda Lambertini dirayakan pada tanggal 12 Mei.


Referensi: katakombe.org


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Paus Yohanes Paulus II

Santo Paus Yohanes Paulus II Salve sahabat Kristus, kalau kita seusia, sahabat pasti mengenal dengan baik siapa Paus Yohanes Paulus II yang ...