Setelah St. Dominikus menyelesaikan doanya, tampaklah Bunda Maria dikelilingi sejumlah malaikat, memukuli orang yang kerasukan roh-roh jahat itu dengan setangkai emas yang dipegangnya dan berkata: "Jawablah hambaku dengan segera."
Lalu roh-roh jahat itu mulai menjerit: "Wahai engkau musuh kami, kejatuhan dan kehancuran kami, mengapa engkau turun dari surga hanya untuk mendera kami secara kejam? Wahai pengantara orang-orang berdosa, engkaulah yang merenggut orang-orang berdosa dari kuasa kami,
.jpg)
Engkaulah jalan yang paling tepat menuju surga, apakah kami harus menyatakan semua kebenaran itu dan mengakukannya di depan semua orang, siapa yang sebenarnya yang menjadi alasan rasa malu kami dan keruntuhan kami? Oh, terkutuklah kami pangeran-pangeran kegelapan.Dengarkanlah baik-baik, hai orang-orang Kristen: Bunda Yesus Kristus sungguh berkuasa dan ia dapat menyelamatkan hamba-hambanya dari kejatuhan ke dalam api neraka.
Dialah matahari yang menghancurkan kegelapan tipu muslihat dan kecerdikan kami. Yang membongkar komplotan-komplotan kami yang tersembunyi dan memporak-porandakan jeratan-jeratan kami, serta membuat semua godaan kami menjadi tak berguna dan tak berhasil.
Kami lebih merasa takut kepadanya daripada semua orang kudus lain di surga dan kami pun tidak berhasil membujuk hamba-hambanya yang setia. Banyak orang Kristen yang memohon kepadanya saat kematiannya, dan seharusnya mereka terkutuk menurut pertimbangan kami, tetapi diselamatkan oleh perantaraannya.
Oh, kalau saja Maria tidak mengadu kekuatannya dengan kekuatan kami serta mengacaubalaukan rencana-rencana kami, pastilah kami telah memenangkan Gereja serta menghancurkannya jauh-jauh hari sebelum ini.
"Tak seorang pun yang tekun dalam doa Rosario akan dikutuk, karena ia (Maria) akan memperoleh bagi hamba-hambanya, rahmat penyesalan yang jujur dari lubuk hati yang dalam akan dosa-dosanya dan dengan demikian mereka mendapatkan pengampunan dan kerahiman Allah."
Kemudian St. Dominikus menyuruh semua orang berdoa Rosario dengan sangat perlahan-lahan dan dengan penghormatan yang besar. Untuk setiap Salam Maria, Bunda Maria menarik keluar seratus roh jahat dari tubuh orang itu. Roh-roh jahat itu keluar dalam bentuk baru bara yang panas membara. Setelah dibebaskan, orang yang dirasuki itu bertobat dan menjadi anggota Rosario Suci.

Chartagena, seorang biarawan Fransiskan terpelajar, menceritakan sebuah peristiwa besar di tahun 1482. Yang Mulia James Sprenger bersama biarawan lain sedang berusaha menghidupkan kembali devosi kepada Rosario Suci dan membentuk serikat Rosario Suci di kota Koln, Jerman.
Ada dua orang imam yang sangat terkenal karena kehebatan kotbah mereka, iri hati dengan pengaruh besar kotbah-kotbah tentang Rosario Suci. Mereka mulai melancarkan perlawanan terhadap Rosario Suci, kapan saja ada kesempatan berkobah. Karena mereka sangat fasih berbicara dan memiliki reputasi besar, banyak orang terbujuk untuk tidak menggabungkan diri dalam Serikat Rosario Suci.
Salah seorang pengkotbah yang sudah bertekad dengan niat jahatnya, menyusun sebuah kotbah menentang Rosario Suci dan hendak menyampaikan pada hari Minggu berikutnya. Ketika tiba waktunya, ia tidak kunjung datang. Ketika seseorang disuruh untuk pergi memeriksanya, ia mendapat imam itu sudah meninggal, sendirian tanpa seorangpun menyaksikan dan menolongnya.
Imam lainnya memutuskan untuk meneruskan rencana kawannya yang sudah meninggal itu. Dengan demikian, ia berharap dapat mengakhiri riwayat serikat Rosario Suci. Tetapi ketika tiba saatnya untuk berkotbah, Tuhan menghukumnya dengan kelumpuhan pada kedua tungkai dan lengannya, juga kemampuannya untuk berkotbah.
Menyadari akan kesalahannya, ia mengakui dosanya juga dosa temannya, dan mencari perlindungan pada Bunda Maria. Ia berjanji akan mewartakan Rosario Suci dengan semangat, seperti semangatnya menentang Rosario Suci. Bunda Maria memulihkannya. Di depan umum ia membeberkan kekhilafannya dan sejak itu ia mewartakan keajaiban-keajaiban Rosario Suci dengan penuh semangat.

Kontrak Berdarah. Pada tahun 1578, seorang wanita dari Anvers menyerahkan diri kepada Iblis dan menandatangani kontrak dengan darahnya sendiri. Tak lama berselang ia menyesal sekali dan berniat sungguh-sungguh untuk memperbaiki perbuatannya yang ngeri ini.Untuk itu ia pergi menemui seorang bapa pengakuan yang ramah dan arif. Bapa pengakuan ini menyarankan kepadanya agar menemui Pater Henry, imam Dominikan, juga pemimpin Serikat Rosario Suci di kota itu untuk meminta agar memasukkan dia sebagai anggota persaudaraan itu dan sudi mendengarkan pengakuan dosanya.
Wanita itu kemudian pergi mencari Pater Henry, namun Iblis sudah lebih dulu menyamar sebagai seorang imam Dominikan dan berusaha menghalang-halangi niat wanita itu dengan menghardiknya habis-habisan tanpa mengenal ampun. Iblis mengatakan bahwa sepanjang hidup, ia tidak akan lagi menerima rahmat Allah Mahakuasa. Bahwa sama sekali tak ada jalan lagi baginya untuk menarik kembali perjanjiannya.
Namun wanita itu tidak putus asa memohon belas kasihan Allah. Sekali lagi ia mencari Pater Henry. Tetapi, untuk kedua kalinya Iblislah yang menjumpainya lagi dengan hardikannya yang kasar tanpa kenal ampun.
Ia datang lagi untuk ketiga kalinya. Akhirnya, berkat Penyelenggaraan Ilahi, ia dapat bertemu langsung dengan Pater Henry. Dengan sangat ramah Pater Henry membantunya sambil mengajak dia agar memasrahkan diri kepada kerahiman Allah Yang Mahakuasa dan mengaku dosa dengan tulus.
Pater Henry kemudian menerima dia di dalam Serikat Rosario Suci dan menyuruhnya sesering mungkin berdoa Rosario.
Pada suatu hari, sementara Pater Henry merayakan Perayaan Ekaristi untuk wanita itu, Bunda Maria memaksa Iblis itu mengembalikan kepada wanita itu perjanjian yang telah ditandatanganinya. Dengan demikian, ia dilepaskan dari cengkraman Iblis berkat kuasa Maria dan devosinya kepada Rosario Suci.
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran (Yak 1:17).

Doa yang Luhur. Apapun yang anda lakukan, janganlah seperti seorang wanita Roma yang saleh namun keras kepala. Setelah memutuskan meminta nasihat pada Santo Dominikus tentang hidup rohaninya, ia juga meminta untuk mengaku dosa. Santo Dominikus menyuruhnya untuk mendaraskan seluruh peristiwa Rosario setiap hari.
Wanita itu berkata bahwa ia tidak punya waktu untuk melakukannya. Ia memaafkan dirinya sendiri dengan alasan ia telah berdoa setiap hari di gereja-gereja kota Roma, mengenakan pakaian jerami, melakukan banyak penetensi serta berpuasa dan berpantang.
Santo Dominikus berulang kali mendesaknya berdoa Rosario. Namun ia menolaknya. Ia meninggalkan kamar pengakuan dengan perasaan ngeri atas saran Santo Dominikus. Tidak lama setelah itu, ketika sedang berdoa, ia mengalami ekstase dan penglihatan ajaib.
Ia melihat dirinya berada di hadapan Takhta pengadilan Tuhan. Santo Mikael meletakkan semua perbuatan baik, penetensi dan doa-doanya pada satu belahan timbangan, dan dosa-dosanya pada belahan timbangan lain. Namun semua perbuatan baik, penetensi dan doa-doanya tidak lebih berat dari dosa-dosanya.
Dengan gemetar wanita itu memohon belas kasihan dan pertolongan dari Bunda Maria, pembela yang murah hati. Bunda Surgawi mengambil satu-satunya doa Rosario yang pernah ia doakan. Ternyata doa Rosario itu sedemikian beratnya jauh lebih berat dari semua dosanya, bahkan dari jumlah semua pekerjaan baiknya.
Bunda Maria kemudian memperingatkannya, agar menuruti saran Santo Dominikus, untuk berdoa Rosario setiap hari. Segera setelah sadar, wanita itu pergi menemui Santo Dominikus dan menceritakan penglihatannya sambil memohon pengampunan karena ketidakpercayaannya.
Pada suatu hari, Santa Getrudis mengalami suatu penglihatan. Ia melihat Tuhan sedang menghitung uang emas. Ia memberanikan diri untuk bertanya kepada-Nya, apa yang sedang IA lakukan. Tuhan menjawab, "Aku sedang menghitung Salam Maria yang telah kau doakan; inilah uang yang dapat kau gunakan untuk membayar tiket perjalananmu ke surga."

Credo
Doa Rosario berisi Credo sebagai pembukaan. Credo atau Pengakuan Iman Rasul merupakan intisari semua kebenaran iman Kristen. Credo adalah doa yang memiliki manfaat besar, karena iman adalah akar dan awal dari semua keutamaan abadi, juga dari semua doa yang berkenan pada Allah Yang Mahakuasa. "Sebab siapa yang berpaling kepada Allah, ia harus percaya". (Ibr 11:6)
Barang siapa berhasrat datang pada Allah, pertama-tama haruslah ia percaya, semakin besar imannya semakin besar pula berkat yang diperoleh dari doa-doanya. Semakin ia bergairah penuh daya, semakin ia memuliakan Allah.
Dengan mengucapkan kalimat: Aku percaya (akan) Allah, kita menguduskan jiwa dan menolak setan secara total. Karena kata itu mengandung tiga keutamaan teologis: iman, harapan dan kasih. Para orang Kudus telah mengalahkan berbagai pencobaan dengan Doa ini, terutama pencobaan terhadap iman, harapan dan kasih.
Seorang bidaah memenggal kepala Santo Petrus dengan pedang menjadi dua bagian, tetapi Santo Petrus, pada saat-saat terakhir masih sempat menuliskan kata-kata itu dengan jarinya di atas tanah.
Rosario Suci mengandung misteri Yesus dan Maria, dan iman merupakan satu-satunya kunci untuk menyingkap misteri-misteri tersebut. Maka kita harus mengawali doa Rosario dengan mendaraskan Aku Percaya, sepenuh hati, semakin kuat iman kita, semakin kuat pula rahmat yang akan kita peroleh.
Untuk mendaraskannya, kita harus berada dalam rahmat Allah, sekurang-kurangnya, kerinduan akan rahmat Allah. Iman ini haruslah teguh dan tidak tergoyahkan. Juga tidak boleh berhenti karena pikiran tanpa sengaja dilanda oleh berbagai gangguan atau kebingungan atau menaruh benci yang aneh dalam batin dan keletihan badan.
Doa Bapa Kami
Doa Bapa Kami atau Doa Tuhan, mempunyai nilai yang sungguh Luhur, terutama karena penciptanya bukanlah manusia atau malaikat, melainkan Raja para malaikat dan manusia, Tuhan dan Juru Selamat kita Yesus Kristus.

Doa Bapa Kami adalah seuntai doa pendek namun mengajari begitu banyak hal, yang dapat dipahami oleh semua orang. Berisi semua kewajiban kita pada Allah, perbuatan sebagai buah dari semua keutamaan dan permohonan bagi semua kebutuhan kita baik jasmani maupun rohani.
Orang-orang yang mendaraskan doa Bapa kami dengan penuh keyakinan, sambil merenungkan setiap kata, tidaklah salah apabila mereka menyebut diri orang yang terberkati, karena di dalamnya mereka menemukan segala sesuatu yang mereka dambakan. Karena Bapa yang Kekal akan mendengarkannya, sebab doa itu adalah doa Putra-Nya sendiri, yang selalu IA dengarkan.
Santo Agustinus mengatakan; setiap kali kita mendaraskan doa Bapa Kami dengan khidmat, dosa-dosa kita yang ringan diampuni. Sudah tiba waktunya untuk mengubah cara berpikir, anda hanya menyukai doa-doa yang digubah manusia, seolah-olah manusia tahu lebih banyak tentang cara berdoa dibanding Yesus Kristus sendiri.
Sungguh berbahaya jika kita kehilangan minat akan doa yang diberikan Tuhan sendiri. Ketika kita mendaraskan doa ajaib ini, kita menyentuh hati Tuhan dan menyapanya dengan manis Bapa - Bapa Kami.
Salam Maria
Salam Malaikat sedemikian surgawi sifatnya dan begitu dalam artinya, sehingga Beato Alan dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menangkap artinya; yang mampu menerangkannya hanya Tuhan dan Juru Selamat kita, Yesus Kristus, yang lahir dari Perawan Maria.
Salam itu terbagi atas dua bagian: pujian dan permohonan. Bagian pertama mengetangahkan keagungan Santa Maria, yang diwahyukan oleh Tritunggal Mahakudus, sedangkan bagian kedua berisikan salam Santa Elisabeth, yang diilhami oleh Roh Kudus, pada bagian ini terdapat segala sesuatu yang perlu kita mohon dan yang kita harapkan melalui kebaikannya.

Pada tahun 430, Bunda Gereja yang kudus memberikan kesimpulan itu, dan Konsili Efesus menetapkan bahwa Perawan Maria sesungguhnya adalah Bunda Allah. Pada saat inilah gereja menghimbau kita untuk berdoa kepada Bunda Maria di bawah Gelar yang indah ini dengan mengatakan: Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan pada waktu kami mati.
Dengan Salam Malaikat, Allah menjadi manusia, seorang perawan menjadi Bunda Allah, jiwa-jiwa orang saleh dibebaskan dari Api Penyucian, takhta yang kosong di surga terisi. Tambahan pula, dosa-dosa terampuni, rahmat diberikan kepada kita, orang-orang sakit disembuhkan, orang mati dihidupkan, orang buangan kembali ke tanah airnya, kemurkaan Tritunggal Mahakudus meredah serta manusia memperoleh hidup kekal.
Allah yang Mahakuasa tidak pernah meremehkan doa-doa kita, sebaliknya Ia bergembira bila kita menyanyikan lagu-lagu pujian bagi-Nya. "Aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu" (Mzm 144:9).
Kita memuji dan meluhurkan Allah Bapa, karena IA begitu mencintai dunia ini dengan memberikan kepada kita Putra Tunggal-Nya sebagai Juru Selamat Kita. Kita meluhurkan Putra karena Ia berkenan meninggalkan surga dan turun ke dunia - untuk MENJADI MANUSIA dan menebus kita. Kita memuliakan Roh Kudus karena Ia membentuk Tubuh Tak Bercelah Tuhan kita, di dalam Rahim Bunda Maria.
Pujian apapun yang kita kidungkan kepada Bunda Maria, secara pasti akan kembali kepada Allah yang adalah sumber semua keutamaan dan kesempurnaan Bunda Maria. Allah Putra dimuliakan; karena kita memberi pujian kepada ibunya yang tersuci; Allah Roh Kudus dimulaiakn karena kita hanyut dalam kekaguman akan curahan rahmat kepada mempelainya.
Beato Alan de la Roche yang begitu mendalam devosinya kepada Bunda Maria, menerima banyak wahyu, dan kita tahu ia telah menegaskan kebenaran wahyu-wahyu itu di bawah sumpah yang sungguh-sungguh.
Tiga dari semua wahyu itu dengan tekanan khusus: pertama, jika orang lalai mendaraskan Salam Maria karena pengabaian, atau karena acuh tak acuh, atau karena mereka membencinya, ini adalah suatu tanda bahwa mereka mungkin akan dihukum atau tidak lama lagi mereka akan dalam hukuman abadi.
Kebenaran kedua, bahwa orang-orang yang mencintai Salam Ilahi menerima materai keselamatan yang sangat khusus.
Kebenaran ketiga, bahwa orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah, mencintai Bunda Maria dan melayani dia dengan cinta dan harus berusaha menjaga agar mereka terus-menerus mencintai dan melayani dia hingga saat ia mendapatkan tempat di surga bagi mereka melalui Putranya yang Ilahi.
Segera setelah Santa Elisabeth mendengar Salam Bunda Maria, ia dipenuhi Roh Kudus dan bayi dalam rahimnya melonjang kegirangan. Jika kita membuat diri kita pantas bagi salam dan berkat Tuhan dan Bunda-Nya, kita akan dibanjiri dengan rahmat dan arus penghiburan rohani mengalir masuk ke dalam jiwa kita.
Ada tertulis: "Berilah dan kamu akan diberi..." (Luk. 6:38). Dengan mengambil ilustrasi Beato Alan de la Roche; "Andaikan setiap hari saya memberi kepada anda seratus lima puluh permata, sekalipun anda adalah musuk saya, apakah anda tidak memaafkan saya? Apakah anda tidak sudi memperlakukan saya sebagai seorang sahabat dan memberikan kepada saya semua rahmat yang mampu anda berikan?
Jika anda mau memperoleh rahmat dan kemuliaan yang berlimpah, salamilah Perawan Terberkati, hormatilah Ibumu yang baik itu." Hendaklah setiap hari anda mempersembahkan sekurang-kurangnya lima puluh Salam Maria, karena masing-masingnya bernilai lima belas batu permata dan jauh lebih berkenan kepada Bunda kita daripada segala kekayaan apapun yang terkumpul di muka bumi ini.
.jpg)
Pada akhirnya, Santo Louis de Monfort berpesan, apapun keadaan hidup anda, ketika anda sedang berdosa berat, atau anda sedang mencari-cari dalam kegelapan, ketidaktahuan dan kesesatan, atau ketika anda sedang sedih karena penderitaan, ketika anda kehilangan rahmat, atau saat anda merasa sendirian dan kehilangan perlindungan Allah, atau merasa lapar akan rejeki dan rahmat kehidupan,
Datanglah kepada Maria, salamilah ibu yang penuh rahmat itu, ucapkanlah dengan sepenuh hati dan jiwamu, renungkanlah misteri-misteri Tuhan dan Bundanya dalam Rosario Suci agar anda memperoleh rahmatnya yang besar dalam kehidupan ini, di saat kematian dan dalam keabadian.
Seringkali kita tidak bisa bertahan dalam doa Rosario, kita harus menghadapi berbagai macam gangguan karena terus-menerus mengulang kata-kata yang sama. Pengulangan ini membuat kita sering merasa lelah dan melamun, akhirnya kita mulai mencari doa-doa lain yang lebih segar karena variasi kata dan ungkapan membuat kita tetap siaga.
Hal ini menunjukkan bahwa kita membutuhkan devosi yang sangat besar untuk tetap bertahan dalam Rosario. Khayalan yang tidak pernah berhenti menyulitkan kita, sementara itu iblis tidak akan lelah berusaha mengganggu kita dan akan membuat segalanya bertambah rumit. Namun iblis juga tidak akan menentang selama kita khusuk berdoa Rosario.
Janganlah mendengarkan perkataan Iblis, baik sebelum atau sesudah berdoa Rosario, karena ia tidak akan berhenti membuatmu merasa lelah dan merasa doa ini sia-sia, melainkan tetaplah bergembira dan berusaha melawan semua itu, sekalipun khayalanmu terus mengganggu selama doa Rosario.
Ingatlah selalu bahwa Rosario terbaik ialah yang memberi berkat dan akan lebih banyak berkat dalam berdoa bila doa itu sulit dijalankan dari pada yang gampang. Bahkan ketika anda tidak punya minat untuk berdoa karena kemalasan, namun anda tetap berdoa, saat itulah Tuhan semakin berkenan.
Semua itu adalah pertempuran yang dahsyat, dan senjata Rosario itu ada di tangan anda. Ketika anda meletakkan senjata, yaitu berhenti berdoa, anda tinggal menunggu kekalahan. Tapi ketika anda bertahan dan berjuang memeranginya, dan anda menang, iblis akan pergi meninggalkan anda seorang diri.

Cara Berdoa Rosario
Mohonlah kepada Roh Kudus agar dapat berdoa dengan baik, tempatkanlah diri anda sejenak di hadirat Allah dan persembahkanlah peristiwa Rosario sesuai dengan cara yang akan saya tunjukkan.
sebelum memulai suatu peristiwa, berhentilah sejenak - terserah berapa lama - renungkan misteri yang anda pilih untuk menghormati peristiwa itu. Yakinlah selalu untuk mohon kepada Allah Yang Mahakuasa, dengan misteri ini dan dengan perantaraan Bunda Maria, salah satu keutamaan yang sangat mencolok dalam misteri ini atau salah satu keutamaan yang sangat anda butuhkan.
Hindarilah dua hal ini: pertama, tidak meminta rahmt apapun atau intensi. Mintalah rahmat Allah untuk salah satu rahmat apapun atau mengatasi salah satu dosa. Bahaya kedua; tidak mempunyai intensi lain daripada membuat doa Rosario itu cepat selesai.
Sungguh menyedihkan melihat banyak orang mendoakan Rosario secara cepat, sehingga kata-kata tidak diucapkan dengan baik dan tepat. Kita tidak mungkin mengharapkan hal ini akan diterima dan disukai oleh Yesus dan Maria.
Tidaklah mengherankan bahwa pada akhirnya sebagian besar doa agama kita ini tampaknya tidak memberikan hasil apapun, dan bahwa setelah mendaraskan ribuan Rosario, kita belum menjadi lebih baik daripada sebelumnya! Saya mohon kepada anda untuk mengendalikan kecepatan yang sangat mudah melanda anda.
Berhentilah sejenak setiap kali mendaraskan doa Bapa Kami dan Salam Maria. Saya memberi tanda salib pada setiap perhentian seperti di bawah ini:
Bapa kami yang ada di surga, ⍏ dimuliakanlah nama-Mu, ⍏ datanglah kerajaan-Mu, ⍏ jadilah kehendak-Mu, ⍏ di atas bumi seperti di dalam surga. ⍏ Berilah kami rezeki pada hari ini, ⍏ dan ampunilah kesalahan kami, ⍏ seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami, ⍏ dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, ⍏ tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Salam Maria penuh rahmat, ⍏ Tuhan sertamu, ⍏ terpujilah engkau di antara wanita, ⍏ dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. ⍏ Santa Maria, Bunda Allah, ⍏ doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang ⍏ dan pada waktu kami mati. Amin.

Pada mulanya akan terasa sulit, namun ingatlah satu peristiwa yang didaraskan dengan sungguh-sungguh lebih bernilai daripada ribuan Rosario yang didoakan dengan tergesa-gesa - tanpa renungan atau perhentian.
Beato Alan de la Roche menceritakan kisah tentang tiga biarawati yang dinasihati oleh bapa pengakuan mereka, untuk mendoakan Rosario tanpa putus selama setahun penuh. Dengan begitu mereka akan membuatkan mantel kemuliaan yang indah bagi Bunda Maria dari Rosario yang mereka doakan.
Demikian ketiga biarawati itu selama setahun dengan tekun dan setia mendoakan Rosario. Pada hari Raya Jiwa-jiwa di Api Penyucian, Bunda Maria menampakkan diri pada mereka. Santa Katarina dan Santa Agnes menyertai Bunda Maria, yang mengenakan mantel berkilau-kilauan dan dibubuhi tulisan emas "Salam Maria, penuh rahmat."
Bunda Maria mendatangi biarawati yang tertua dan berkata: "Aku menyalami engkau, karena engkau telah menyalami aku begitu sering dan begitu saleh. Aku mau mengucapkan terima kasihku kepada anda atas mantel indah yang telah kau kenakan bagiku." Kedua pengiring kudus yang menyertai Bunda Maria juga mengucapkan terima kasih pada biarawati tua itu, lalu ketiganya menghilang.
Selang satu jam kemudian, Bunda Maria bersama kedua wanita kudus ini menampakkan diri lagi. Kali ini Bunda Maria mengenakkan mantel berwarna hijau tanpa tulisan emas serta tidak berkilauan. Ia pergi kepada biarawati kedua, mengucapkan terima kasih padanya karena telah membuatkan mantel itu baginya dengan doa Rosario.
Karena suster kedua ini, melihat Bunda Maria mengenakkan mantel yang lebih anggun dan semarak pada penampakkan pertama, maka ia bertanya, mengapa ia mengganti mantelnya. Bunda Maria menjawab: "Rekan suster anda telah membuat bagiku mantel yang jauh lebih indah karena ia telah berdoa Rosario dengan cara yang lebih baik daripada anda."
Sejam kemudian Bunda Maria menampakkan diri kepada biarawati termuda dalam pakaian yang kasar dan compang-camping serta kotor. Anakku, katanya pada suster itu, aku mau berterima kasih padamu untuk pakaian hasil kerja tanganmu ini.

Suster muda itu seketika diliputi rasa malu dan memohon Bunda Maria memberinya kesempatan membuatkan mantel yang lebih indah. Namun Bunda Maria dan kedua pengiring kudusnya menghilang dan meninggalkan biarawati muda itu dalam keadaan batin yang hancur luluh. Ia mendatangi bapa pengakuannya dan menceritakan semua itu. Imam itu kemudian mengajaknya untuk berdoa Rosario lagi selama setahun dengan lebih khidmat.
Pengalaman saya sendiri, doa ini saya kenal sejak kecil. Walaupun di masa itu belum terlalu mengerti, kenapa nenek dan tanta saya begitu semangat berdoa Rosario, pagi sebelum kami bangun dan saat malam bersama-sama gabungan (Kombas), dan saya juga hanya ikut-ikut saja, tapi semua itu saya peroleh manfaatnya sampai saat ini.
Saya sungguh merasa diberkati dan saya percaya semua itu datang dari doa yang didaraskan dengan sungguh-sungguh setiap malam, walaupun dalam ketidaktahuan. Di masa dewasa, setelah berkeluarga, semua persoalan yang saya alami saya bawa dalam doa-doa Rosario, walaupun sekali lagi, tidak sepenuhnya tekun setiap hari, hanya di masa-masa sulit.
Tetapi sungguh, rahmat itu tetap membanjiri hidup saya. Betapa baiknya Bunda Maria, dan betapa besarnya belas kasih Allah. Saya melewati masa-masa yang paling berat sekalipun, memperoleh penghiburan dan jalan keluar. Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus dan Bundanya yang Kudus.
Pada akhirnya saya sangat bersyukur bisa menyelesaikan tulisan ini di Blog saya dan tentu saja, saya lebih memahami betapa pentingnya berdoa dan mewartakan Rosario Suci ini.
Walaupun tidak sempurna seperti isi buku Santo Monfort, tapi semoga semua ini bisa menjadi awal yang baru bagi kita semua untuk mulai menghormati Yesus dan Bunda-Nya melalui Rosario Suci dengan sepenuh hati.
Saya sangat berharap para sahabat meluangkan waktu memiliki buku itu dan membaca, serta mulai mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalau harus menulis semua rahmat dan peneguhan yang saya terima dari doa Rosario, tidak akan ada habisnya blog ini.
Trima kasih telah membaca blog ini, semoga Allah Bapa di surga memberkati kita semua dengan rahmat-Nya yang besar, dan Tuhan Yesus Kristus bersama Bundanya, Maria, menyertai kita senantiasa kini dan sepanjang segala abad... Amin.