Tampilkan postingan dengan label iman katolik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iman katolik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Desember 2023

Paus Yohanes Paulus II

Santo Paus Yohanes Paulus II

Salve sahabat Kristus, kalau kita seusia, sahabat pasti mengenal dengan baik siapa Paus Yohanes Paulus II yang kini telah menjadi seorang Santo dalam Gereja Katolik Roma. Beliau adalah Paus non-Italia pertama sejak Paus Adrianus VI, yang menjabat antara tahun 1522-1523.

Selama masa kepausannya, beliau aktif memerangi Komunisme, Kapitalisme yang tidak terkendali dan Penindasan Politik. Secara signifikan, beliau juga meningkatkan hubungan antara Gereja Katolik dengan Yahudi, Islam dan Gereja Ortodoks Timur.

Saya pribadi, walaupun tidak pernah bertemu atau terlibat langsung dengan bapak gereja kita ini, merasa sangat dekat dengan beliau karena karya-karya kerasulannya terasa nyata dalam hati semua orang, bahkan di daerah terpencil sekalipun. Jadi blog ini akan sangat panjang dan banyak isinya.

Masa Muda

Karol Józef Wojtyła adalah nama asli Paus Yohanes Paulus II. Beliau terpilih sebagai Paus di usia 58 tahun, dan menjabat sejak 16 Oktober 1978 hingga wafatnya pada tanggal 2 April 2005. Beliau memilih nama 'Yohanes Paulus' untuk menghormati pendahulunya, Paus Yohanes Paulus I, yang wafat 33 hari setelah Konklaf Kepausan Agustus 1978.

Karol lahir pada tanggal 18 Mei 1920 di Wadowice, Polandia Selatan. Ia adalah anak ketiga dari pasangan Karol Wojtyla yang adalah seorang Opsir Tentara Austria Hungaria dan Emilia Kaczorowska, yang merupakan seorang keturunan Lituania.

Ibu Karol meninggal pada saat ia masih berusia delapan tahun, dan kakak perempuannya Olga, meninggal ketika masih bayi, sebelum Karol lahir. Sehingga Karol dekat dengan kakak laki-lakinya, Edmund, yang lebih tua 14 tahun. Karena pekerjaannya sebagai dokter, Edmund meninggal karena demam Scarlet pada 1932, hal ini sangat mempengaruhi kehidupan Karol. 

Karol menerima Komuni pada usia 9 tahun. Masa remajanya, Karol adalah seorang atlit sepakbola. Di masa ini, kehidupan Karol terpengaruh kontak intensif dengan komunitas Yahudi. Pertandingan sepakbola sering diadakan antara tim Yahudi dan Katolik. Ia sering menawarkan diri sebagai penjaga gawang bila tim Yahudi kekurangan pemain.

Pada pertengahan tahun 1938, Karol dan ayahnya pindah ke Krakow, disana ia menjadi mahasiswa di Universitas Jagiellonian. Sambil belajar Filologi dan berbagai bahasa, ia menjadi pustakawan sukarela dan ikut serta dalam wajib militer di Legiun Akademik Resimen Infantri ke-36 Polandia.

Karol juga tampil di berbagai teater serta menjadi penulis naskah drama. Selama masa-masa itu, kemampuan bahasanya berkembang dengan baik, ia menguasai 12 bahasa asing, 9 diantaranya dipakai terus sampai ia menjadi seorang Paus.

Tahun 1939, pendudukan Nazi di Polandia membuat universitas tempat ia belajar ditutup. Sejak tahun 1940-1944, Karol harus bekerja keras untuk menghindar dari diangkut ke Jerman sekaligus menopang hidupnya. Ia mengerjakan berbagai pekerjaan, mulai dari pelayan restoran, pekerja tambang, hingga buruh di pabrik kimia.

Pada tahun 1941, ayah Karol meninggal dunia. Hampir 40 tahun kemudian, ia menceritakan kisahnya bahwa di usia 20 tahun ia telah kehilangan semua orang yang dikasihinya, dan ketika mereka meninggal ia tidak ada disamping orang-orang terkasih itu. 

Menjadi Pastor

Menyadari akan panggilannya untuk menjadi seorang Imam sangat besar, pada Oktober 1942, Karol menemui Uskup Agung Krakow dan menyatakan keinginannya menjadi Pastor. Ia kemudian mulai belajar di Seminari yang dijalankan secara rahasia oleh Uskup Agung Krakow, Kardinal Adam Stefan Sapieha.

Setelah perang dunia II berakhir, Seminari Agung Krakow dibuka kembali. Karol menyelesaikan studi disana dan Studi teologinya di Universitas Jagiellonian, hingga pentahbisan imamatnya pada tanggal 1 November 1946, pada hari raya Semua Orang Kudus.

Setelah ditahbiskan, Kardinal Sapieha mengirim Karol ke Roma untuk belajar di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas. Disana ia mendapat gelar Doktor Teologi Suci. Selama hari-hari liburnya, Karol menjalankan pelayanan pastoral di antara orang-orang Polandia yang bermigrasi ke Perancis, Belgia dan Belanda.

Karol adalah murid yang sangat cerdas, ia menulis banyak artikel penelitian, tulisan religius dan literatur asli selama periode Doktoratnya di Roma. Tahun 1948 ia kembali ke Polandia dan menjadi pastor pembantu di beberapa paroki di Krakow serta pastor mahasiswa di Universitas Krakow hingga 1951.

Menjadi Uskup dan Kardinal

Pastor Karol Wojtyla ditahbiskan menjadi Uskup pembantu di Krakow pada tanggal 28 September 1958 di Katedral Wawel oleh Uskup Agung Baziak. Ia menjadi Uskup termuda di Polandia pada usia 38 tahun. 

Setelah Uskup Baziak wafat, Wojtyla ditahbiskan oleh Paus Paulus VI menjadi Uskup Agung Krakow pada tanggal 13 Januari 1963. Kemudian tanggal 26 Juni 1967, Paus yang sama mengumumkan promosi Uskup Agung Karol Josef Wojtyla menjadi Kardinal.

Pada masa ini, Kardinal Wojtyla berperan penting dalam Konstitusi Gaudium et Spes, Ensiklik Humanae Vitae yang berkaitan dengan masalah pelarangan aborsi dan pengaturan kelahiran dalam KB. Ia juga mengambil bagian dalam persidangan Sinode para Uskup.

Menjadi Paus Yohanes Paulus II

Setelah wafatnya Paus Paulus VI, Kardinal Wojtyla menghadiri Konklaf Paus, yang memilih Albino Luciani, Kardinal Venesia, sebagai Paus Yohanes Paulus I. Namun tanpa diduga, 33 hari setelah menjabat, Paus Yohanes Paulus I wafat.

Konklaf kedua pata tahun 1978 diadakan pada tanggal 14 Oktober. Kardinal Karol Wojtyla memenangkan pemilihan sebagai kandidat kompromi pada putaran kedua. Untuk menghormati pendahulunya, ia mengambil nama Paus Yohanes Paulus II.

Ketika asap putih muncul di langit lapangan Santo Petrus untuk memberitahu umat bahwa seorang Paus telah terpilih, ia menerima pemilihannya dengan kata-kata: "Dengan ketaatan dalam iman Kristus, Tuhanku, dan dengan kepercayaan kepada Bunda Kristus dan Gereja, meskipun dalam kesulitan yang besar, Saya menerima".  

Karol Josef Wojtyla menjadi Paus ke-264 dalam kronologis daftar Paus, dan menjadi Paus non-Italia pertama sejak 455 tahun. Di usia 58 tahun dia menjadi Paus termuda sejak Paus Pius IX, yang dilantik pada usia 54 tahun. 

Ia meniadakan penobatan Kepausan Tradisional yang seperti pelantikan kerajaan dan mengambil pelantikan Gerejawi yang sederhana pada 22 Oktober 1978.  

Karya Kepausan dan Perjalanan Pastoral

Paus Yohanes Paulus II telah menyelesaikan 104 Kunjungan Pastoral di luar Italia dan 146 di dalam Italia. Sebagai Uskup Roma, dia mengunjungi 317 paroki dari 332 paroki yang ada di Roma.

Dalam pengajaran, ia membuat berbagai dokumen penting termasuk 14 ensiklik, 15 himbauan apostolik, 11 konstitusi apostolik dan 45 surat apostolik. Sri Paus juga menyelesaikan 5 buah buku: "Menyeberangi Ambang Pintu Harapan (1994); Anugerah dan Misteri: Pada Ulang Tahun ke-50 Tahbisan Imamatku (1996); sebuah buku puisi "Meditasi-meditasi Triptik Romana" (2003); "Marilah Kita Berada Pada Jalan Kita" (2004); dan "Kenang-kenangan dan Identitas" (2005).

Yohanes Paulus II dalam masa Pontifikatnya telah memimpin 147 Upacara Beatifikasi dan 51 Upacara Kanonisasi. Dia telah menyelenggarakan 9 Konsistori dengan mengangkat 232 orang Kardinal, mengadakan 6 pertemuan kolegio para kardinal serta memimpin 15 Sinode Para Uskup.

Ia menjadi satu-satunya Paus yang telah bertemu dengan banyak tokoh di dunia dan lebih dari 17.600.000 orang peziarah telah mengambil bagian dalam Audiensi Umum di Lapangan Santo Petrus pada setiap hari Rabu. 

Jumlah itu bahkan belum terhitung dengan Audiensi Khusus lain, Upacara Religius serta Kunjungan-kunjungan Pastoral yang telah diadakannya di Italia dan seluruh dunia.

Paus Yohanes Paulus II terkenal memiliki hubungan dekat dengan Kepemudaan Katolik. Sebelum menjadi Paus ia sering melakukan perkemahan dan perjalanan mendaki gunung dengan para pemuda Katolik, hal ini terus dilakukannya setelah menjadi Paus.

Ia menggagas 'Hari Pemuda Dunia' pada tahun 1984 untuk mengajak pemuda-pemudi Katolik di seluruh dunia merayakan keyakinannya. Pertemuan selama seminggu ini berlangsung setiap 2 atau 3 tahun sekali dan menarik minat jutaan kaum muda dari seluruh dunia.

Ia sangat memperhatikan pendidikan untuk Imam Baru dan melakukan kunjungan ke seminari-seminari Katolik Roma. Perhatiannya kepada keluarga-keluarga juga diungkapkannya pada Pertemuan Keluarga Dunia pada tahun 1994.

Jika sahabat Kristus sempat membaca biografinya di Wikipedia, kalian akan mengetahui betapa ia sangat gencar mengusahakan Perdamaian Dunia dan mengambil peranan penting pada setiap hal yang menyangkut di dalamnya. Sri Paus melakukan banyak perjalanan dan kunjungan kepada pemimpin serta penganut agama dan kepercayaan lain.

Ia menjalin komunikasi yang baik dan berjuang menemukan dasar yang sama dalam doktrin dan dogma. Pada hari Doa Sedunia untuk Perdamaian yang diadakan pada tanggal 27 Oktober 1986 di Asisi, ledih dari 120 wakil agama dan kepercayaan serta berbagai denominasi Kristen meluangkan waktu sehari bersama untuk berpuasa dan berdoa.

Percobaan Pembunuhan dan Akhir Hidupnya

Pada tanggal 13 Mei 1981, Sri Paus hampir kehilangan nyawanya setelah ditembak oleh seorang ekstremis Turki di Lapangan Santo Petrus. Dua hari setelah Natal, 27 Desember 1983, Paus menjenguk pembunuhnya di penjara.

Percobaan pembunuhan kedua terjadi di Fatima, Portugal yang dilakukan oleh seorang pastor ultrakonservatif, berhaluan keras, warga negara Spanyol. Adapula satu serangan terorisme massal di Manila dan sebuah bom bunuh diri yang berhasil dicegah.

Sebagai mantan olahragawan sejati dan pemain bola, beliau terkenal sebagai Paus yang Sehat. Meskipun mengalami berbagai macam cidera karena percobaan pembunuhan dan kecelakaan kecil, ia selalu terlihat bugar dalam setiap pelayanannya.

Di hari-hari terakhir kehidupannya, cahaya lampu tetap dinyalakan di lantai atas Istana Apostolik. Puluhan ribu umat berkumpul di lapangan Santo Petrus dan jalan-jalan, untuk turut mendoakan serta memberi sang pemimpin kekuatan. 

Santo Yohanes Paulus II wafat pada tanggal 2 April 2005, jam 9:37 malam, di Vatikan setelah mengatakan: "Biarkan aku pergi ke rumah Bapa". Pemakamannya dihadiri jutaan umat, ratusan kardinal dan banyak pemimpin negara dari seluruh dunia, di Lapangan Santo Petrus.

Santo Yohanes Paulus II dibeatifikasi oleh penerusnya, Paus Benediktus XVI pada tanggal 1 Mei 2011 dan dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 27 April 2014. Pestanya dirayakan setiap tanggal 22 Oktober.

Sahabat Kristus, saya termasuk salah seorang yang sangat menghormati dan mengagumi Sri Paus yang satu ini bukan hanya karena sosok beliau yang luar biasa tapi juga karena devosinya yang mendalam kepada Bunda Maria sejak dari masa mudanya. 

Dalam bukunya, ia menyebutkan bahwa Doa kesayangannya adalah Doa Rosario, sebuah Doa yang sangat mengagumkan karena kesederhanaan dan kedalamannya. Baginya Bunda Maria dan Doa Rosario memegang peranan penting dalam kehidupan Rohaninya. 

Ketika menulis blog ini, saya merasa sangat terharu dan bangga, bahwa sangatlah beralasan saya menaruh hormat dan kagum yang tinggi padanya. Semoga kita semua memperoleh hikmat dari kisah ini ya... Salve sahabat Kristus...

Rabu, 15 November 2023

Santo Padre Pio dari Pietrelcina

Santo Padre Pio

Sahabat Kristus, di Blog ini, saya berbagi kisah tentang Orang Kudus Allah dalam Gereja Katolik yang disebut sebagai Santo dan Santa. Para Kudus ini adalah mereka yang sudah meninggal, dipercaya sudah berada di surga, dan telah terbukti menjalani cara hidup dengan kebajikan yang heroik atau suci.

Doa-doa yang disampaikan melalui perantaraan para Orang Kudus ini, telah diakui mendatangkan banyak mujizat dan penyembuhan. Dengan mengenal mereka, kita juga didorong untuk mengikuti cara hidup yang kudus, penuh ketaatan dan pengorbanan bagi Allah Bapa.

Detail mengenai bagaimana mereka semua diproses menjadi orang-orang pilihan Allah melalui Gereja Katolik sebenarnya sudah sering saya jelaskan, tapi mungkin saya akan mengambil sebuah judul tersendiri mengenai proses itu.

Saat ini kita akan membaca kisah tentang seorang Mistikus Besar yang menerima karunia Stigmata (stigmata; (yunani) luka-luka penderitaan Kristus yang muncul secara tiba-tiba pada seseorang), hampir sepanjang usia hidupnya. Hal ini mendatangkan banyak minat dan kontroversi di sekelilingnya, beliau adalah Santo Pius atau Santo Padre Pio.

Kita telah menonton dan membaca banyak kisah fiksi tentang Stigmata, terakhir saya menonton film Korea yang diperankan oleh Park Seo Jin tentang seorang atlit yang menerima karunia stigmata pada tangan kirinya. Namun kisah ini, bukan kisah fiksi, melainkan sungguh nyata terjadi.

Masa Muda

Santo Pio lahir di Pietrelcina, Italia Selatan, tanggal 25 Mei 1887 dengan nama Francesco Forgione. Ia adalah anak kelima dari delapan orang bersaudara, dari sebuah keluarga petani pasangan Grazio Forgione dan maria Giusseppa de Nunzio, atau biasa disebut mama Pepa.

Bagi ibunya, Francesco adalah anak yang sangat berbeda dari anak lain sejak kecil, ia sangat religius. Pada usia 9 tahun, Francesco pernah mencambuki dirinya sendiri agar serupa dengan Yesus Kristus. Francesco kecil sering melihat penampakan Tuhan Yesus, Bunda Maria bahkan setan.

Pada usia 16 tahun, di tahun 1903, Francesco meninggalkan keluarganya untuk bergabung dengan biara Kapusin. Ia menjadi Novis di biara itu dan diberikan nama Pius atau Pio. Aturan ketat biara membuat frater Pio sering sakit. Ia kemudian ditahbiskan lebih cepat karena pertimbangan kondisi kesehatannya.

Karunia Stigmata

Padre Pio mendapatkan stigmata pertama pada tanggal 7 September 1911, namun karena takut ia menemui pastor Paroki Pietrelcina, Monsigneur Salvatore Panullo untuk mendoakannya. Ajaibnya, semua luka-luka itu sembuh.

Pada hari Jumat pagi, tanggal 20 September 1918, saat Padre Pio sedang berdoa sendirian di depan salib Kristus dalam sebuah kapel tua, Padre Pio tiba-tiba melihat penampakan sosok-sosok seperti malaikat yang kemudian memberinya luka-luka stigmata yang tinggal tetap ditubuhnya selama setengah abad, segar dan berdarah.

Luka-luka itu terdiri dari, luka pada telapak tangan kanan dan kirinya, luka pada kedua kakinya dan lambungnya. Semua luka itu terbuka, segar dan mengeluarkan banyak darah. Hal itu membuat Padre Pio tidak bisa merahasiakannya, ceceran darah yang tumpah ke lantai membuat kepala biara mengetahuinya.

Seorang dokter yang dipanggil untuk mengobatinya mengatakan bahwa itu bukan luka-luka biasa. Padre Pio adalah imam pertama yang menerima karunia stigmata. Para superiornya berusaha merahasiakannya, namun berita cepat sekali tersebar.

Setiap pagi, sejak pukul empat dinihari, ratusan atau ribuan orang datang ke biara terpencil itu menunggunya. Ada yang sekedar ingin tahu atau memang orang saleh yang datang untuk berdoa. Padre Pio tidur tidak lebih dari 2 jam sehari dan tidak pernah mengambil cuti sepanjang 50 tahun imamatnya.

Padre Pio terbiasa bangun pagi-pagi buta untuk  mempersiapkan misa Kudus, selesai misa ia akan melewatkan seluruh harinya dalam doa dan memberikan Sakramen Pengakuan Dosa. Hidupnya penuh dengan berbagai karunia karismatik termasuk kemampuan membaca batin dan jamahan yang menyembuhkan. Darah yang mengalir dari luka-lukanya mengeluarkan bau yang harum mewangi seperti harum bunga-bungaan.

Penderitaan

Padre Pio mempersembahkan seluruh hidupnya, seutuhnya, untuk tugas imamatnya. Ia mendirikan kelompok-kelompok doa dan rumah sakit moderen yang ia sebut "Wisma untuk Meringankan Penderitaan".

Selama tahun-tahun itu, selain menanggung penderitaan fisik akibat luka-luka stigmata ditubuhnya yang terus menerus mengeluarkan darah segar, Padre Pio juga menderita karena perbuatan sesama manusia.

Pada tahun 1923-1931, Pater Agustinus Gemmeli, seorang ahli dari Fransiskan sekaligus pendiri Universitas Katolik "The Sacred Heart" menyerang Padre Pio. Ia menulis surat kepada vatikan dan menyebutkan bahwa apa yang dialami Padre Pio diakibatkan oleh kehidupan spiritual yang rendah. 

Beberapa Pastor di San Giovanni Rotondo, meyakinkan uskup Manfredonia untuk mengeluarkan pernyataan bahwa Padre Pio dikuasai oleh iblis dan menipu semua saudara sekomunitasnya.

Menanggapi hal ini, pada tanggal 31 Mei 1923, Vatikan mengumumkan bahwa kejadian-kejadian yang berhubungan dengan Padre Pio, bukan berasal dari kekuatan spiritual. Vatikan memerintahkan untuk menghentikan semua bentuk komunikasi yang dilakukan kepada Padre Pio. 

Mei dan Juni 1923, vatikan mengeluarkan perintah yang sangat keras, melarang Padre Pio merayakan misa, memberi kotbah dan pengakuan dosa. Semua ini terjadi sampai tahun 1931.

Mujizat

Padre Pio adalah seorang imam yang rendah hati, di tengah semua pengalaman itu ia menulis surat kepada pembimbing rohaninya bahwa ia merasa sungguh tidak layak menerima karunia sebesar itu. 

Dalam proses kanonisasi, terdapat daftar kesaksian tentang mujizat yang terjadi atas namanya. Seorang wanita yang menjadi anak rohani Padre Pio bernama Nyonya Cleonice menceritakan; pada masa perang dunia kedua, keponakannya menjadi tawanan perang.

Selama setahun seluruh keluarga tidak mendengar kabarnya sama sekali sehingga mereka beranggapan ia telah tewas. Ibunya datang kepada Padre Pio, dengan berlutut dan menangis meminta bantuan imam itu untuk mengetahui apakah anaknya masih hidup.

Padre Pio merasa iba kemudian mengatakan pada ibunya, berdirilah dan pergilah dalam damai. Nyonya Cleonice kemudian mendatangi Padre Pio dan memintanya melakukan sebuah mujizat. 

Dengan penuh percaya diri ia mengatakan kepada Padre Pio, bahwa ia akan menulis sebuah surat kepada ponakannya itu, Giovannino, namun ia hanya akan menulis namanya saja pada sampul surat, sebab ia tidak tahu dimana alamat ponakannya. Ia mengatakan, ia mempercayakan kepada Padre Pio dan malaikat pelindungnya untuk membawa surat itu kepada Giovannino dimanapun ia berada.

Sore hari sebelum tidur, ia menulis surat itu dan meletakkan di meja samping tempat tidurnya. Keesokan hari, ia terkejut, takut dan heran karena melihat surat itu tidak ada lagi disana. Ia pergi menemui Padre Pio dan berterima kasih, imam yang rendah hati itu mengatakan "Berterima kasihlah kepada Santa Perawan".

Lima belas hari setelah surat itu menghilang, keponakannya Givannino mengirimkan balasan surat. Maka bergembiralah hati semua orang dalam keluarga itu. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan dan juga Padre Pio.

Menjadi Seorang Santo

Santo Padre Pio adalah seorang Imam Biarawan Kapusin dari San Giovanni Rotondo, Italia yang sangat istimewah dan rendah hati. Ia adalah tokoh yang sangat terkenal di abad ke-20, khususnya di Italia.

Meskipun berbagai rintangan dan penderitaan menimpah, ia tetap sabar dan berserah kepada kehendak Allah Bapa. Santo Padre Pio wafat pada tanggal 23 September 1968, di usia 81 tahun. Kemudian dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II di Roma Italia, pada tanggal 2 Mei 1999.

Dan dikanonisasi oleh Paus yang sama pada 16 Juni 2002, hanya tiga tahun setelah beatifikasinya. Jasadnya yang sampai sekarang masih utuh, disemayamkan di San Giovanni Rotondo, Italia, tempat ia mengabdi sampai akhir hayatnya.

Santo Padre Pio menjadi pelindung sukarelawan pertahanan sipil dan para remaja. Pestanya dirayakan setiap tanggal 23 September.

Nah, sahabat Kristus, saya pribadi mendengar banyak hal Santo Padre Pio sejak saya masih kecil. Banyak foto-foto beliau juga beredar di media massa. Saya bersyukur Tuhan selalu punya cara untuk memuliakan umatnya yang setia dan taat pada rencana-Nya.

Terima kasih sudah membaca sampai selesai, Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria mendoakan.... 

Selasa, 10 Oktober 2023

Buku yang selamanya Membuatmu Mencintai Rosario; The Secret of Rosary, St. Louise de Monfort

RAHASIA DOA ROSARIO

Bagi umat Katolik, Doa Rosario adalah doa yang sangat penting. Sebuah doa sederhana dengan manfaat yang besar. Doa ini merupakan sebuah doa renungan atas misteri keselamatan Tuhan Yesus. Mulai dari Kelahiran, Keutamaan Hidup, Kesengsaraan, Kematian dan Kemuliaan-Nya. Itulah mengapa ada 2 bulan dalam 1 tahun orang Katolik mengkhususkan untuk berdoa Rosario secara rutin, yakni di bulan Mei dan Oktober, walaupun sebenarnya berdoa Rosario tidak memerlukan bulan atau waktu khusus.

Dalam gereja Katolik, bulan Mei selalu identik dengan Bulan Maria. Pada bulan ini, umat Katolik di seluruh dunia akan berdoa Rosario bersama secara rutin setiap harinya, bahkan mengadakan ziarah ke tempat-tempat bersejarah yang identik dengan Bunda Maria. Sejatinya, devosi ini sudah dijalankan sejak abad ke-13.

Bulan Oktober, umat Katolik di seluruh dunia memperingati sebagai bulan Rosario, penghormatan kepada Santa Perawan Maria, Bunda Tuhan dengan terus berdoa Rosario secara rutin setiap hari. Pada dasarnya, peringatan ini dilatarbelakangi oleh Kemenangan tentara Kristen atas tentara Turki Islam dalam pertempuran Leponto pada tanggal 7 Oktober 1571 (Baca: kisah Santo Pius V).

Dalam sejarah Kepausan, hampir semua Paus; Pemimpin umat Katolik sedunia, berdevosi pada Rosario. Paus Leo XIII, dalam Ensiklik (Ajaran Sri Paus mengenai Iman atau Kesusilaan, biasanya ditulis dalam bahasa Latin, bahasa resmi Kepausan), yang diterbitkan pada tanggal 1 September 1883, menganjurkan doa Rosario sebagai senjata rohani yang ampuh untuk melawan kejahatan yang melanda masyarakat.

Kemudian Paus Yohanes XXIII dan Paus Paulus VI, juga menekankan tentang pentingnya berdevosi pada doa Rosario. Santo Yohanes Paulus II atau yang kita kenal sebagai Paus Yohanes Paulus II, adalah seorang pecinta Rosario sejati. Beliau mengatakan bahwa sejak masa mudanya, doa Rosario memainkan peranan yang penting dalam hidupnya. 

Sampai Sri Paus menduduki tahta Kepausan, doa Rosario adalah temannya dalam suka dan duka. Menurut Paus Yohanes Paulus II, doa Rosario adalah sebuah doa yang mengagumkan karena kesederhanaaan dan kedalamannya. 

Ijinkan saya, dengan sepenuh hati dan cinta kepada Rosario dan tentu saja Bunda Maria, Sang Pengantara segala rahmat Allah, untuk merangkum buku ini, semampu saya. Agar semakin banyak orang yang mengalami mujizat Tuhan melalui doa Rosario Suci. Sahabat Katolik harus membaca tulisan ini sampai selesai, untuk memahami kenapa saya menulis judul itu. Saya bersyukur, baru-baru ini saudara saya memberikan buku itu sebagai hadiah.

Saya melewati begitu banyak rintangan dan halangan dalam menyelesaikan blog tentang Buku Santo Louis de Monfort ini. Kadang saya bingung harus mulai dari mana, kadang saya merasa sia-sia, kadang saya merasa tidak penting sama sekali menulis hal yang sudah diketahui banyak orang. Tapi saya tetap akan melakukannya, demi cinta dan bakti saya pada Sang Ratu Rosario, Bunda Tuhan kita, Bunda Maria. 

The Secreat of Rosary 

The Secreat of Rosary, adalah buku yang ditulis oleh Santo Louis-Marie Grignion de Monfrot. Beliau adalah seorang imam Perancis yang berdevosi kepada Rosario Suci. Buku ini berisi pengalaman pribadinya juga pengalaman orang lain. Beliau berusaha sekuat tenaga, membentangkan kepada kita, dengan cara sederhana perihal Kehidupan Kristen yang sesungguhnya. 

Bagi Santo Monfort, Rosario bukan saja sarana berdoa, tapi juga senjata yang sangat ampuh dalam karya kerasulannya. Ia mempertobatkan banyak orang berdosa dikaitkan dengan Rosario. Buku ini ditulis hampir  dua setengah abad silam, namun kesegarannya tidak pernah luntur.

Doa Rosario telah didaraskan Para Kudus dengan penuh iman, dan disahkan oleh para Paus sebagai doa Gereja. Tuhan Yesus dan ibunya, akan mencurahkan rahmat berlimpah ke dalam jiwa orang yang berdoa Rosario dengan sepenuh hati dan mewartakan kebenarannya.

Tidaklah cukup jika kita hanya mewartakan doa ini, kita juga harus mempraktikannya dalam hidup sehari-hari dengan mendoakan sepenuh hati dan merenungkan peristiwa-peristiwanya setiap hari. Ingatlah bahwa: "Yesus mengerjakan dan mengajarkan" (Kis 1:1). Kita harus meneladani Tuhan kita, yang memulai pewartaan-Nya di depan umum, dengan melakukan sendiri apa yang Ia wartakan.

Rosario suci bukan sekedar perpaduan doa Bapa Kami dan Salam Maria, melainkan ringkasan Ilahi dari misteri-misteri Kehidupan, Kesengsaraan, Kematian, dan Kemuliaan Tuhan Yesus dan Ibunya, Maria.

Doa Rosario terdiri dari dua macam: Doa Batin dan Doa Vokal. Doa Batin adalah renungan-renungan tentang misteri pokok kehidupan, kematian dan kemuliaan Yesus Kristus dan Maria, Ibu-Nya yang terberkati. 

Doa Vokal merupakan pendarasan lima belas peristiwa Salam Maria, yang masing-masing didahului dengan satu kali Bapa Kami. Di waktu bersamaan, kita merenungkan lima belas keutamaan  pokok yang dilakukan Yesus dan Maria.

Mawar Orang Berdosa dan Pohon Mawar Ajaib

Mawar orang berdosa adalah Kenikmatan-kenikmatan daging, kehormatan-kehormatan duniawi, serta kekayaan yang fana, yang sewaktu-waktu akan layu dan mati. Mawar-mawar itu seperti duri-duri tajam yang menusuk mereka selama hidup, memberikan kepedihan hati dan ketika mereka mati, duri-duri itu akan menusuk mereka dengan penyesalan yang kian pahit dan bahkan lebih buruk lagi dalam keabadian.

Tetapi mawar-mawar kita, adalah Bapa Kami dan Salam Maria, yang kita daraskan dengan Khidmat berulang-ulang, disertai tindakan pertobatan. Mawar itu tidak akan layu, tapi akan tetap elok semerbak sampai kapanpun.  Kalaupun mawar kita berduri, duri-duri itu adalah penderitaan Tuhan untuk menyembuhkan penyakit dosa dan menyelamatkan kita.

Ada dua alasan kenapa kita harus bersemangat berdoa Rosario. Pertama, menghormati tiga mahkota Yesus dan Maria; Mahkota rahmat Penjelmaan Yesus menjadi manusia, Mahkota duri selama penderitaan, Mahkota Kemuliaan-Nya di surga, serta tentu saja Mahkota Maria yang dikaruniakan Tritunggal Mahakudus di surga.

Kedua, supaya kita sendiri juga menerima tiga mahkota dari Yesus dan Maria. Mahkota berkat selama hidup, Mahkota Kedamaian di saat ajal dan Mahkota Kemuliaan di Surga.

Pohon Mawar ajaib ini adalah Yesus dan Maria, dalam Kehidupan, Kematian dan Keabadian; daun-daunnya yang hijau adalah Misteri-misteri Kemuliaan. Kuncup-kuncupnya adalah masa kanak-kanak Yesus dan Maria. Kelopaknya yang terbuka, adalah lambang penderitaan Yesus dan Maria.

Mawar-mawar yang sudah mekar, melambangkan kemenangan serta Kemuliaan Yesus dan Maria. Bunga Mawar yang mekar, menggambarkan Yesus dan Maria dalam Misteri-misteri Sukacita. Duri-durinya menggambarkan misteri-misteri sengsara. Keharumannya yang manis dan semerbak, melambangkan Kemuliaan Yesus dan Maria.

Jangan memandang rendah pokok mawar yang indah dan surgawi ini, melainkan tanamkan dalam taman jiwa anda, dengan mendaraskan doa Rosario setiap hari serta melakukan perbuatan-perbuatan baik.

Kisah dua anak Perempuan

Ada dua orang anak perempuan, kakak beradik, sedang berdoa Rosario dengan khidmat dan tenang, di depan rumah mereka. Tiba-tiba seorang wanita cantik tampak pada mereka dan berjalan ke arah si adik - kira-kira berusia 6-7 tahun. Wanita itu memegang tangan si adik, lalu membawanya pergi.

Setelah mencari kemana-mana dan tidak menjumpainya, sang kakak kembali ke rumah dan dengan sedih menceritakan itu kepada orang tuanya. Selama tiga hari tiga malam, orang tua yang malang itu mencari anaknya, namun tidak menemukannya.

Pada hari ketiga, mereka melihatnya di depan rumah dalam keadaan sangat bahagia. Tentu saja mereka bertanya, kemana saja ia pergi. Anak itu bercerita, bahwa wanita yang kepadanya ia mendaraskan Rosario, membawanya ke suatu tempat yang indah. Disana ia diberi makanan-makanan enak.

Ia mengatakan, bahwa wanita itu memberikan kepadanya seorang anak bayi untuk dijamah; bayi itu gagah sekali, dan ia mencium bayi itu berulang kali. Kedua orang tuanya, yang belum lama bertobat dan memeluk iman Katolik, pergi menemui seorang Pastor Yesuit dan menceritakan semua. imam itu sendiri yang menceritakan semua itu padaku.

Santo Dominikus

Menyadari akan gawatnya dosa-dosa yang merintangi pertobatan orang berdosa, Santo Dominikus mengasingkan diri ke hutan.  Disana ia berdoa dan bermati raga, selama tiga hari tiga malam, tanpa berhenti berdoa Rosario. 

Pada saat itulah, Bunda Maria menampakkan diri padanya. Bunda Maria berkata, bahwa dalam peperangan untuk mempertobatkan orang berdosa, senjata paling ampuh adalah Salam Malaikat. "Karena itu, kalau engkau mau menemui jiwa-jiwa kaum beriman yang bersikap keras, dan memenangkan mereka bagi Allah, wartakanlah mazmurku".

Peristiwa ajaib yang dialami oleh Santo Dominikus sejak penampakkan Bunda Maria itu-yang menghidupkan devosi pada Rosario Suci-serupa dengan peristiwa yang terjadi di Gunung Sinai, ketika Allah Yang Mahakuasa memberikan hukum-Nya kepada dunia (= umat Israel). Dengan demikian, ini membuktikan nilai dan pentingnya Rosario Suci.

Sepanjang hidupnya Santo Dominikus tidak mempunyai apapun dalam hatinya selain  memuji dan meluhurkan Bunda Maria, mewartakan keagungannya dan mengilhami setiap orang agar menghormati ibu Tuhan dengan selalu mendaraskan Rosarionya.

Sebagai pahala, Santo Dominikus menerima karunia yang tidak terbilang banyaknya dari Bunda Maria. Ia memahkotai karya-karyanya dengan mujizat serta Tuhan Yang Mahakuasa senantiasa membantunya dalam melumpuhkan ajaran sesat, serta membantu Santo Dominikus menjadi seorang pendiri dan pemimpin ordo religius yang besar.

Beato Alan de la Roche

Segala sesuatu, bahkan yang paling suci sekalipun, tidak bebas dari perubahan. Teristimewa bila hal itu tergantung pada kehendak bebas manusia. Pasti juga bahwa, rencana jahat dan kecemburuan setan sebagian besar mengakibatkan orang-orang mulai mengabaikan Rosario Suci, dengan demikian merintangi curahan rahmat Tuhan ke atas dunia.

Serikat Rosario yang dibangun oleh Santo Dominikus perlahan mulai terkubur dan terlupakan. Maka pada tahun 1349, Tuhan menghukum Eropa dengan berbagai malapetaka dan wabah yang mengerikan. Bencana-bencana ini disusul dengan kesesatan iman (Flagellantus) dan Perpecahan Gereja (Skisma) di seluruh benua Eropa.

Setelah berbagai pencobaan, Tuhan Yesus sendiri mendatangi Beato Allan de la Roche, seorang Teolog Katolik Roma yang terkenal karena pandangannya tentang Doa, ketika ia sedang merayakan Ekaristi Kudus. 

Bunda Tuhan juga mengunjunginya, dan kemudian Santo Dominikus menampakkan diri pada Beato Alan. Pertemuan-pertemuan itu, akhirnya membuat Beato Alan mengambil keputusan untuk memulai pemulihan akan devosi kepada Rosario Suci. Dengan gencar mendaraskan dan mewartakan Rosario Suci. Bahkan Beato Alan bekerja keras untuk memulihkan Serikat Rosario Suci di tengah berbagai pencobaan. 

Serikat Rosario Suci melakukan kesepakatan, untuk mulai mendaraskan Rosario secara lengkap, sebanyak seratus lima puluh Salam Maria, setiap hari. Ada tiga jenis anggota serikat Rosario Suci: anggota biasa, yang sekali seminggu mendaraskan Rosario Suci secara lengkap; anggota tetap, yang sekali setahun mendaraskan Rosario Suci secara lengkap; anggota harian, yang setiap hari wajib mendaraskan lima belas peristiwa Rosario Suci lengkap dengan seratus lima puluh Salam Maria. 

Beato Alan memperoleh banyak keistimewaan dari Bunda Allah. Bunda Maria menampakkan diri untuk memberikan pengajaran-pengajaran kepadanya, serta penghiburan di masa-masa pencobaan yang dialami Beato Alan.

Bunda Maria tidak saja memberkati orang-orang yang mewartakan Rosarionya, melainkan juga memberkati semua orang yang mendorong orang lain untuk mendaraskannya dengan contoh-contoh hidup mereka

Mazmur Yesus dan Mazmur Maria

Sejak Santo Dominikus menghidupkan Devosi kepada Rosario Suci hingga Beato Alan de la Roche memulihkan kembali pada tahun 1460, Rosario Suci selalu disebut  Mazmur Yesus dan Mazmur Maria. Sebutan itu dikarenakan Mazmur Yesus dan Mazmur Maria mempunyai jumlah yang sama dengan jumlah mazmur di dalam Kitab Mazmur Daud.

Tetapi Rosario dapat dianggap lebih bernilai daripada Mazmur Daud karena tiga alasan: Pertama, Mazmur Malaikat itu mengandung nilai yang lebih mulia, yaitu Sabda yang menjelma di dalam Pribadi Yesus Kristus, sedangkan Mazmur Daud memuat ramalan-ramalan perihal kedatangan-Nya.

Kedua, Mazmur Maria lebih agung daripada Mazmur Daud yang hanya berfungsi sebagai pralambang. KetigaDoa Rosario yang terdiri dari doa Bapa Kami dan Salam Maria merupakan karya langsung Tritunggal Mahakudus dan tidak dibuat oleh manusia.

Mujizat dan Pertobatan  

Bruder Alfonsus Rodriquez, seorang biarawan Yesuit, biasa mendaraskan Rosario dengan semangat berkobar-kobar, sehingga ia sering melihat sekuntum mawar merah keluar dari mulutnya pada setiap doa Bapa Kami, dan sekuntuk mawar putih  pada setiap Salam Maria.

Dikisahkan ada seorang rahib muda yang mempunyai kebiasaan berdoa Rosario setiap hari sebelum makan malam. Suatu hari, karena sebuah halangan, ia tidak dapat melakukannya. Karena lonceng makan malam sudah berdentang, ia meminta ijin pada pimpinannya, untuk berdoa Rosario di kamarnya.

Setelah sekian lama ia tidak datang kembali ke ruang makan, pemimpin biara menyuruh seorang rahib lain menyusul ke kamarnya. Rahib itu melihat rekannya bermandikan cahaya surgawi di kamarnya dan sedang memandang Bunda Maria yang dikawal oleh dua orang malaikat.

Mawar-mawar yang indah terus bermunculan pada setiap doa Salam Maria yang didaraskannya. Dan mawar-mawar itu diambil oleh kedua malaikat dan diletakkan di atas kepala Bunda Maria. Dan Bunda Maria menerimanya dengan tersenyum. Bunda Maria dan kedua malaikat tidak menghilang sampai seluruh peristiwa Rosario didaraskan.

Alfonsus, Raja Leon dari Galicia, ingin sekali semua hamba dan pelayannya menghormati Bunda Perawan dengan mendaraskan Rosario Suci. Ia selalu mengenakan Rosario pada ikat pinggangnya, dengan itu ia menggerakan bawahannya untuk selalu berdoa Rosario. Namun sayangnya ia sendiri tidak mendaraskan Rosario itu.

Pada suatu hari ia jatuh sakit, ketika mendekati ajal, dalam sebuah penglihatan, ia melihat dirinya berdiri di hadapan takhta pengadilan Tuhan. Banyak setan ada disana dan mendakwanya perihal semua dosa yang sudah ia lakukan. 

Yesus Tuhan kita sebagai Hakim Yang Mahakuasa hampir saja menghukumnya masuk neraka, ketika Bunda Maria datang membelanya. Dengan sebuah timbangan diletakkan dosa-dosa raja Leon pada satu bagian dan di bagian lain diletakkan Rosario yang selalu dibawa di pinggangnya serta semua doa Rosario yang telah ia daraskan selama hidupnya.

Ternyata Rosario itu jauh lebih berat daripada dosa-dosanya. Raja Alfonsus dikerpenankan hidup beberapa tahun lagi. Bunda Maria berpesan agar ia bertobat dan memanfaatkan dengan bijak tahun-tahun yang diberikan itu.  Setelah sembuh, Raja Alfonsus menyebarluaskan devosi kepada Rosario Suci dan mendaraskannya setiap hari dengan penuh keyakinan.

15.000 Roh Jahat. Ketika Santo Dominikus berkotbah tentang Rosario Suci di Carcassone, seorang bidaah menertawakan mukjizat-mukjizat dan lima belas misteri Rosario Suci. Perbuatan  ini menghalangi pertobatan orang-orang bidaah lain. Sebagai hukumannya, Allah membiarkan lima belas ribu roh jahat masuk ke tubuh orang itu

Orang tuanya membawa dia ke Santo Dominikus untuk dibebaskan dari roh-roh jahat itu. Santo Dominikus mulai berdoa dan meminta semua orang yang hadir untuk turut mendaraskan doa Rosario dengan suara lantang.

Santo Dominikus memaksa roh-roh jahat yang merasuki orang tersebut menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Mereka mengatakah bahwa: Mereka berjumlah lima belas ribu di dalam tubuh orang malang itu, karena ia telah menyerang lima belas misteri Rosario. 

Roh-roh jahat itu berkata; bahwa dengan mewartakan Rosario Suci, St. Dominikus menyebarkan ketakutan dan kengerian di dalam neraka, bahkan St. Dominikus adalah yang paling mereka benci di seluruh dunia, karena jiwa-jiwa yang direnggutnya kembali dari tangan mereka melalui devosi kepada Rosario Suci. 

St. Dominikus melilitkan Rosarionya di leher orang Albigensia itu, serta meminta kepada roh-roh jahat itu untuk menceritakan; siapakah dari antara semua orang kudus di surga yang paling mereka takuti, dan siapakah yang paling disayang dan dihormati manusia.

Mendengar itu, roh-roh jahat menjerit-jerit ketakutan sehingga sebagian besar umat yang ada di situ merebahkan diri ke tanah dan pucat ketakutan. Dengan segala kelicikan, mereka berusaha agar tidak menjawab pertanyaan St. Dominikus. Roh-roh jahat itu menangis dan merintih memilukan sehingga membuat banyak orang yang hadir turut menangis karena merasa kasihan. 

St. Dominikus tak terpengaruh sedikit pun oleh rintihan roh-roh jahat itu. Ia mengatakan kepada mereka, bahwa ia tak akan melepaskan mereka sebelum mereka menjawab pertanyaannya. Roh-roh jahat itu menolak berbicara sepatah kata pun, mereka tidak mematuhi sedikit pun perintah St. Dominikus.

Lalu St. Dominikus berlutut dan berdoa kepada Bunda Maria: "Ya, Perawan Maria yang penuh kuasa dan ajaib, kumohon kepadamu melalui kuasa Rosario, perintahkanlah musuh-musuh umat manusia ini menjawab aku." Dengan berlutut Santo Dominikus memohon agar Bunda Maria memerintahkan roh-roh jahat itu menyatakan kebenaran di hadapan semua umat disitu, yang telah dengan sepenuh hati berdoa Rosario.

Setelah St. Dominikus menyelesaikan doanya, tampaklah Bunda Maria dikelilingi sejumlah malaikat, memukuli orang yang kerasukan roh-roh jahat itu dengan setangkai emas yang dipegangnya dan berkata: "Jawablah hambaku dengan segera." 

Lalu roh-roh jahat itu mulai menjerit: "Wahai engkau musuh kami, kejatuhan dan kehancuran kami, mengapa engkau turun dari surga hanya untuk mendera kami secara kejam? Wahai pengantara orang-orang berdosa, engkaulah yang merenggut orang-orang berdosa dari kuasa kami, 

Engkaulah jalan yang paling tepat menuju surga, apakah kami harus menyatakan semua kebenaran itu dan mengakukannya di depan semua orang, siapa yang sebenarnya yang menjadi alasan rasa malu kami dan keruntuhan kami? Oh, terkutuklah kami pangeran-pangeran kegelapan.

Dengarkanlah baik-baik, hai orang-orang Kristen: Bunda Yesus Kristus sungguh berkuasa dan ia dapat menyelamatkan hamba-hambanya dari kejatuhan ke dalam api neraka.  

Dialah matahari yang menghancurkan kegelapan tipu muslihat dan kecerdikan kami. Yang membongkar komplotan-komplotan kami yang tersembunyi dan memporak-porandakan jeratan-jeratan kami, serta membuat semua godaan kami menjadi tak berguna dan tak berhasil. 

Kami lebih merasa takut kepadanya daripada semua orang kudus lain di surga dan kami pun tidak berhasil membujuk hamba-hambanya yang setia. Banyak orang Kristen yang memohon kepadanya saat kematiannya, dan seharusnya mereka terkutuk menurut pertimbangan kami, tetapi diselamatkan oleh perantaraannya.

Oh, kalau saja Maria tidak mengadu kekuatannya dengan kekuatan kami serta mengacaubalaukan rencana-rencana kami, pastilah kami telah memenangkan Gereja serta menghancurkannya jauh-jauh hari sebelum ini. 

"Tak seorang pun yang tekun dalam doa Rosario akan dikutuk, karena ia (Maria) akan memperoleh bagi hamba-hambanya, rahmat penyesalan yang jujur dari lubuk hati yang dalam akan dosa-dosanya dan dengan demikian mereka mendapatkan pengampunan dan kerahiman Allah."

Kemudian St. Dominikus menyuruh semua orang berdoa Rosario dengan sangat perlahan-lahan dan dengan penghormatan yang besar. Untuk setiap Salam Maria, Bunda Maria menarik keluar seratus roh jahat dari tubuh orang itu. Roh-roh jahat itu keluar dalam bentuk baru bara yang panas membara. Setelah dibebaskan, orang yang dirasuki itu bertobat dan menjadi anggota Rosario Suci.

Chartagena, seorang biarawan Fransiskan terpelajar, menceritakan sebuah peristiwa besar di tahun 1482. Yang Mulia James Sprenger bersama biarawan lain sedang berusaha menghidupkan kembali devosi kepada Rosario Suci dan membentuk serikat Rosario Suci di kota Koln, Jerman

Ada dua orang imam yang sangat terkenal karena kehebatan kotbah mereka, iri hati dengan pengaruh besar kotbah-kotbah tentang Rosario Suci. Mereka mulai melancarkan perlawanan terhadap Rosario Suci, kapan saja ada kesempatan berkobah. Karena mereka sangat fasih berbicara dan memiliki reputasi besar, banyak orang terbujuk untuk tidak menggabungkan diri dalam Serikat Rosario Suci.

Salah seorang pengkotbah yang sudah bertekad dengan niat jahatnya, menyusun sebuah kotbah menentang Rosario Suci dan hendak menyampaikan pada hari Minggu berikutnya. Ketika tiba waktunya, ia tidak kunjung datang. Ketika seseorang disuruh untuk pergi memeriksanya, ia mendapat imam itu sudah meninggal, sendirian tanpa seorangpun menyaksikan dan menolongnya.

Imam lainnya memutuskan untuk meneruskan rencana kawannya yang sudah meninggal itu. Dengan demikian, ia berharap dapat mengakhiri riwayat serikat Rosario Suci. Tetapi ketika tiba saatnya untuk berkotbah, Tuhan menghukumnya dengan kelumpuhan pada kedua tungkai dan lengannya, juga kemampuannya untuk berkotbah.

Menyadari akan kesalahannya, ia mengakui dosanya juga dosa temannya, dan mencari perlindungan pada Bunda Maria. Ia berjanji akan mewartakan Rosario Suci dengan semangat, seperti semangatnya menentang Rosario Suci. Bunda Maria memulihkannya. Di depan umum ia membeberkan kekhilafannya dan sejak itu ia mewartakan keajaiban-keajaiban Rosario Suci dengan penuh semangat.

Kontrak BerdarahPada tahun 1578, seorang wanita dari Anvers menyerahkan diri kepada Iblis dan menandatangani kontrak dengan darahnya sendiri. Tak lama berselang ia menyesal sekali dan berniat sungguh-sungguh untuk memperbaiki perbuatannya yang ngeri ini.

Untuk itu ia pergi menemui seorang bapa pengakuan yang ramah dan arif. Bapa pengakuan ini menyarankan kepadanya agar menemui Pater Henry, imam Dominikan, juga pemimpin Serikat Rosario Suci di kota itu untuk meminta agar memasukkan dia sebagai anggota persaudaraan itu dan sudi mendengarkan pengakuan dosanya. 

Wanita itu kemudian pergi mencari Pater Henry, namun Iblis sudah lebih dulu menyamar sebagai seorang imam Dominikan dan berusaha menghalang-halangi niat wanita itu dengan menghardiknya habis-habisan tanpa mengenal ampun. Iblis mengatakan bahwa sepanjang hidup, ia tidak akan lagi menerima rahmat Allah Mahakuasa. Bahwa sama sekali tak ada jalan lagi baginya untuk menarik kembali perjanjiannya. 

Namun wanita itu tidak putus asa memohon belas kasihan Allah. Sekali lagi ia mencari Pater Henry. Tetapi, untuk kedua kalinya Iblislah yang menjumpainya lagi dengan hardikannya yang kasar tanpa kenal ampun.

Ia datang lagi untuk ketiga kalinya. Akhirnya, berkat Penyelenggaraan Ilahi, ia dapat bertemu langsung dengan Pater Henry. Dengan sangat ramah Pater Henry membantunya sambil mengajak dia agar memasrahkan diri kepada kerahiman Allah Yang Mahakuasa dan mengaku dosa dengan tulus. 

Pater Henry kemudian menerima dia di dalam Serikat Rosario Suci dan menyuruhnya sesering mungkin berdoa Rosario.

Pada suatu hari, sementara Pater Henry merayakan Perayaan Ekaristi untuk wanita itu, Bunda Maria memaksa Iblis itu mengembalikan kepada wanita itu perjanjian yang telah ditandatanganinya. Dengan demikian, ia dilepaskan dari cengkraman Iblis berkat kuasa Maria dan devosinya kepada Rosario Suci. 

Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran (Yak 1:17)

Doa yang Luhur. Apapun yang anda lakukan, janganlah seperti seorang wanita Roma yang saleh namun keras kepala. Setelah memutuskan meminta nasihat pada Santo Dominikus tentang hidup rohaninya, ia juga meminta untuk mengaku dosa. Santo Dominikus menyuruhnya untuk mendaraskan seluruh peristiwa Rosario setiap hari.

Wanita itu berkata bahwa ia tidak punya waktu untuk melakukannya. Ia memaafkan dirinya sendiri dengan alasan ia telah berdoa setiap hari di gereja-gereja kota Roma, mengenakan pakaian jerami, melakukan banyak penetensi serta berpuasa dan berpantang. 

Santo Dominikus berulang kali mendesaknya berdoa Rosario. Namun ia menolaknya. Ia meninggalkan kamar pengakuan dengan perasaan ngeri atas saran Santo Dominikus. Tidak lama setelah itu, ketika sedang berdoa, ia mengalami ekstase dan penglihatan ajaib.

Ia melihat dirinya berada di hadapan Takhta pengadilan Tuhan. Santo Mikael meletakkan semua perbuatan baik, penetensi dan doa-doanya pada satu belahan timbangan, dan dosa-dosanya pada belahan timbangan lain. Namun semua perbuatan baik, penetensi dan doa-doanya tidak lebih berat dari dosa-dosanya.

Dengan gemetar wanita itu memohon belas kasihan dan pertolongan dari Bunda Maria, pembela yang murah hati. Bunda Surgawi mengambil satu-satunya doa Rosario yang pernah ia doakan. Ternyata doa Rosario itu sedemikian beratnya jauh lebih berat dari semua dosanya, bahkan dari jumlah semua pekerjaan baiknya.

Bunda Maria kemudian memperingatkannya, agar menuruti saran Santo Dominikus, untuk berdoa Rosario setiap hari. Segera setelah sadar, wanita itu pergi menemui Santo Dominikus dan menceritakan penglihatannya sambil memohon pengampunan karena ketidakpercayaannya.

Pada suatu hari, Santa Getrudis mengalami suatu penglihatan. Ia melihat Tuhan sedang menghitung uang emas. Ia memberanikan diri untuk bertanya kepada-Nya, apa yang sedang IA lakukan. Tuhan menjawab, "Aku sedang menghitung Salam Maria yang telah kau doakan; inilah uang yang dapat kau gunakan untuk membayar tiket perjalananmu ke surga."

Credo

Doa Rosario berisi Credo sebagai pembukaan. Credo atau Pengakuan Iman Rasul merupakan intisari semua kebenaran iman Kristen. Credo adalah doa yang memiliki manfaat besar, karena iman adalah akar dan awal dari semua keutamaan abadi, juga dari semua doa yang berkenan pada Allah Yang Mahakuasa. "Sebab siapa yang berpaling kepada Allah, ia harus percaya". (Ibr 11:6)

Barang siapa berhasrat datang pada Allah, pertama-tama haruslah ia percaya, semakin besar imannya semakin besar pula berkat yang diperoleh dari doa-doanya. Semakin ia bergairah penuh daya, semakin ia memuliakan Allah.

Dengan mengucapkan kalimat: Aku percaya (akan) Allah, kita menguduskan jiwa dan menolak setan secara total. Karena kata itu mengandung tiga keutamaan teologis: iman, harapan dan kasih. Para orang Kudus telah mengalahkan berbagai pencobaan dengan Doa ini, terutama pencobaan terhadap iman, harapan dan kasih.

Seorang bidaah memenggal kepala Santo Petrus dengan pedang menjadi dua bagian, tetapi Santo Petrus, pada saat-saat terakhir masih sempat menuliskan kata-kata itu dengan jarinya di atas tanah.

Rosario Suci mengandung misteri Yesus dan Maria, dan iman merupakan satu-satunya kunci untuk menyingkap misteri-misteri tersebut. Maka kita harus mengawali doa Rosario dengan mendaraskan Aku Percaya, sepenuh hati, semakin kuat iman kita, semakin kuat pula rahmat yang akan kita peroleh.

Untuk mendaraskannya, kita harus berada dalam rahmat Allah, sekurang-kurangnya, kerinduan akan rahmat Allah. Iman ini haruslah teguh dan tidak tergoyahkan. Juga tidak boleh berhenti karena pikiran tanpa sengaja dilanda oleh berbagai gangguan atau kebingungan atau menaruh benci yang aneh dalam batin dan keletihan badan.

Doa Bapa Kami

Doa Bapa Kami atau Doa Tuhan, mempunyai nilai yang sungguh Luhur, terutama karena penciptanya bukanlah manusia atau malaikat, melainkan Raja para malaikat dan manusia, Tuhan dan Juru Selamat kita Yesus Kristus.

Doa Bapa Kami adalah seuntai doa pendek namun mengajari begitu banyak hal, yang dapat dipahami oleh semua orang. Berisi semua kewajiban kita pada Allah, perbuatan sebagai buah dari semua keutamaan dan permohonan bagi semua kebutuhan kita baik jasmani maupun rohani.

Orang-orang yang mendaraskan doa Bapa kami dengan penuh keyakinan, sambil merenungkan setiap kata, tidaklah salah apabila mereka menyebut diri orang yang terberkati, karena di dalamnya mereka menemukan segala sesuatu yang mereka dambakan. Karena Bapa yang Kekal akan mendengarkannya, sebab doa itu adalah doa Putra-Nya sendiri, yang selalu IA dengarkan.

Santo Agustinus mengatakan; setiap kali kita mendaraskan doa Bapa Kami dengan khidmat, dosa-dosa kita yang ringan diampuni. Sudah tiba waktunya untuk mengubah cara berpikir, anda hanya menyukai doa-doa yang digubah manusia, seolah-olah manusia tahu lebih banyak tentang cara berdoa dibanding Yesus Kristus sendiri. 

Sungguh berbahaya jika kita kehilangan minat akan doa yang diberikan Tuhan sendiri. Ketika kita mendaraskan doa ajaib ini, kita menyentuh hati Tuhan dan menyapanya dengan manis Bapa - Bapa Kami.

Salam Maria

Salam Malaikat sedemikian surgawi sifatnya dan begitu dalam artinya, sehingga Beato Alan dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menangkap artinya; yang mampu menerangkannya hanya Tuhan dan Juru Selamat kita, Yesus Kristus, yang lahir dari Perawan Maria.

Salam itu terbagi atas dua bagian: pujian dan permohonan. Bagian pertama mengetangahkan keagungan Santa Maria, yang diwahyukan oleh Tritunggal Mahakudus, sedangkan bagian kedua berisikan salam Santa Elisabeth, yang diilhami oleh Roh Kudus, pada bagian ini terdapat segala sesuatu yang perlu kita mohon dan yang kita harapkan melalui kebaikannya. 

Pada tahun 430, Bunda Gereja yang kudus memberikan kesimpulan itu, dan Konsili Efesus menetapkan bahwa Perawan Maria sesungguhnya adalah Bunda Allah. Pada saat inilah gereja menghimbau kita untuk berdoa kepada Bunda Maria di bawah Gelar yang indah ini dengan mengatakan: Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan pada waktu kami mati.

Dengan Salam Malaikat, Allah menjadi manusia, seorang perawan menjadi Bunda Allah, jiwa-jiwa orang saleh dibebaskan dari Api Penyucian, takhta yang kosong di surga terisi. Tambahan pula, dosa-dosa terampuni, rahmat diberikan kepada kita, orang-orang sakit disembuhkan, orang mati dihidupkan, orang buangan kembali ke tanah airnya, kemurkaan Tritunggal Mahakudus meredah serta manusia memperoleh hidup kekal.

Allah yang Mahakuasa tidak pernah meremehkan doa-doa kita, sebaliknya Ia bergembira bila kita menyanyikan lagu-lagu pujian bagi-Nya. "Aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu" (Mzm 144:9).

Kita memuji dan meluhurkan Allah Bapa, karena IA begitu mencintai dunia ini dengan memberikan kepada kita Putra Tunggal-Nya sebagai Juru Selamat Kita. Kita meluhurkan Putra karena Ia berkenan meninggalkan surga dan turun ke dunia - untuk MENJADI MANUSIA dan menebus kita. Kita memuliakan Roh Kudus karena Ia membentuk Tubuh Tak Bercelah Tuhan kita, di dalam Rahim Bunda Maria.

Pujian apapun yang kita kidungkan kepada Bunda Maria, secara pasti akan kembali kepada Allah yang adalah sumber semua keutamaan dan kesempurnaan Bunda Maria. Allah Putra dimuliakan; karena kita memberi pujian kepada ibunya yang tersuci; Allah Roh Kudus dimulaiakn karena kita hanyut dalam kekaguman akan curahan rahmat kepada mempelainya. 

Beato Alan de la Roche yang begitu mendalam devosinya kepada Bunda Maria, menerima banyak wahyu, dan kita tahu ia telah menegaskan kebenaran wahyu-wahyu itu di bawah sumpah yang sungguh-sungguh.

Tiga dari semua wahyu itu dengan tekanan khusus: pertama, jika orang lalai mendaraskan Salam Maria karena pengabaian, atau karena acuh tak acuh, atau karena mereka membencinya, ini adalah suatu tanda bahwa mereka mungkin akan dihukum atau tidak lama lagi mereka akan dalam hukuman abadi.

Kebenaran kedua, bahwa orang-orang yang mencintai Salam Ilahi menerima materai keselamatan yang sangat khusus.

Kebenaran ketiga, bahwa orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah, mencintai Bunda Maria dan melayani dia dengan cinta dan harus berusaha menjaga agar mereka terus-menerus mencintai dan melayani dia hingga saat ia mendapatkan tempat di surga bagi mereka melalui Putranya yang Ilahi.

Segera setelah Santa Elisabeth mendengar Salam Bunda Maria, ia dipenuhi Roh Kudus dan bayi dalam rahimnya melonjang kegirangan. Jika kita membuat diri kita pantas bagi salam dan berkat Tuhan dan Bunda-Nya, kita akan dibanjiri dengan rahmat dan arus penghiburan rohani mengalir masuk ke dalam jiwa kita.

Ada tertulis: "Berilah dan kamu akan diberi..." (Luk. 6:38). Dengan mengambil ilustrasi Beato Alan de la Roche; "Andaikan setiap hari saya memberi kepada anda seratus lima puluh permata, sekalipun anda adalah musuk saya, apakah anda tidak memaafkan saya? Apakah anda tidak sudi memperlakukan saya sebagai seorang sahabat dan memberikan kepada saya semua rahmat yang mampu anda berikan?

Jika anda mau memperoleh rahmat dan kemuliaan yang berlimpah, salamilah Perawan Terberkati, hormatilah Ibumu yang baik itu." Hendaklah setiap hari anda mempersembahkan sekurang-kurangnya lima puluh Salam Maria, karena masing-masingnya bernilai lima belas batu permata dan jauh lebih berkenan kepada Bunda kita daripada segala kekayaan apapun yang terkumpul di muka bumi ini.

Pada akhirnya, Santo Louis de Monfort berpesan, apapun keadaan hidup anda, ketika anda sedang berdosa berat, atau anda sedang mencari-cari dalam kegelapan, ketidaktahuan dan kesesatan, atau ketika anda sedang sedih karena penderitaan, ketika anda kehilangan rahmat, atau saat anda merasa sendirian dan  kehilangan perlindungan Allah, atau merasa lapar akan rejeki dan rahmat kehidupan, 

Datanglah kepada Maria, salamilah ibu yang penuh rahmat itu, ucapkanlah dengan sepenuh hati dan jiwamu, renungkanlah misteri-misteri Tuhan dan Bundanya dalam Rosario Suci agar anda memperoleh rahmatnya yang besar dalam kehidupan ini, di saat kematian dan dalam keabadian.

Seringkali kita tidak bisa bertahan dalam doa Rosario, kita harus menghadapi berbagai macam gangguan karena terus-menerus mengulang kata-kata yang sama. Pengulangan ini membuat kita sering merasa lelah dan melamun, akhirnya kita mulai mencari doa-doa lain yang lebih segar karena variasi kata dan ungkapan membuat kita tetap siaga.

Hal ini menunjukkan bahwa kita membutuhkan devosi yang sangat besar untuk tetap bertahan dalam Rosario. Khayalan yang tidak pernah berhenti menyulitkan kita, sementara itu iblis tidak akan lelah berusaha mengganggu kita dan akan membuat segalanya bertambah rumit. Namun iblis juga tidak akan menentang selama kita khusuk berdoa Rosario.

Janganlah mendengarkan perkataan Iblis, baik sebelum atau sesudah berdoa Rosario, karena ia tidak akan berhenti membuatmu merasa lelah dan merasa doa ini sia-sia, melainkan tetaplah bergembira dan berusaha melawan semua itu, sekalipun khayalanmu terus mengganggu selama doa Rosario.

Ingatlah selalu bahwa Rosario terbaik ialah yang memberi berkat dan akan lebih banyak berkat dalam berdoa bila doa itu sulit dijalankan dari pada yang gampang. Bahkan ketika anda tidak punya minat untuk berdoa karena kemalasan, namun anda tetap berdoa, saat itulah Tuhan semakin berkenan.

Semua itu adalah pertempuran yang dahsyat, dan senjata Rosario itu ada di tangan anda. Ketika anda meletakkan senjata, yaitu berhenti berdoa, anda tinggal menunggu kekalahan. Tapi ketika anda bertahan dan berjuang memeranginya, dan anda menang, iblis akan pergi meninggalkan anda seorang diri.

Cara Berdoa Rosario

Mohonlah kepada Roh Kudus agar dapat berdoa dengan baik, tempatkanlah diri anda sejenak di hadirat Allah dan persembahkanlah peristiwa Rosario sesuai dengan cara yang akan saya tunjukkan.

sebelum memulai suatu peristiwa, berhentilah sejenak - terserah berapa lama - renungkan misteri yang anda pilih untuk menghormati peristiwa itu. Yakinlah selalu untuk mohon kepada Allah Yang Mahakuasa, dengan misteri ini dan dengan perantaraan Bunda Maria, salah satu keutamaan yang sangat mencolok dalam misteri ini atau salah satu keutamaan yang sangat anda butuhkan.

Hindarilah dua hal ini: pertama, tidak meminta rahmt apapun atau intensi. Mintalah rahmat Allah untuk salah satu rahmat apapun atau mengatasi salah satu dosa. Bahaya kedua; tidak mempunyai intensi lain daripada membuat doa Rosario itu cepat selesai.

Sungguh menyedihkan melihat banyak orang mendoakan Rosario secara cepat, sehingga kata-kata tidak diucapkan dengan baik dan tepat. Kita tidak mungkin mengharapkan hal ini akan diterima dan disukai oleh Yesus dan Maria.

Tidaklah mengherankan bahwa pada akhirnya sebagian besar doa agama kita ini tampaknya tidak memberikan hasil apapun, dan bahwa setelah mendaraskan ribuan Rosario, kita belum menjadi lebih baik daripada sebelumnya! Saya mohon kepada anda untuk mengendalikan kecepatan yang sangat mudah melanda anda.

Berhentilah sejenak setiap kali mendaraskan doa Bapa Kami dan Salam Maria. Saya memberi tanda salib pada setiap perhentian seperti di bawah ini:

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami, dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa  ini, sekarang dan pada waktu kami mati. Amin.

Pada mulanya akan terasa sulit, namun ingatlah satu peristiwa yang didaraskan dengan sungguh-sungguh lebih bernilai daripada ribuan Rosario yang didoakan dengan tergesa-gesa - tanpa renungan atau perhentian.

Beato Alan de la Roche menceritakan kisah tentang tiga biarawati yang dinasihati oleh bapa pengakuan mereka, untuk mendoakan Rosario tanpa putus selama setahun penuh. Dengan begitu mereka akan membuatkan mantel kemuliaan yang indah bagi Bunda Maria dari Rosario yang mereka doakan.

Demikian ketiga biarawati itu selama setahun dengan tekun dan setia mendoakan Rosario. Pada hari Raya Jiwa-jiwa di Api Penyucian, Bunda Maria menampakkan diri pada mereka. Santa Katarina dan Santa Agnes menyertai Bunda Maria, yang mengenakan mantel berkilau-kilauan dan dibubuhi tulisan emas "Salam Maria, penuh rahmat."

Bunda Maria mendatangi biarawati yang tertua dan berkata: "Aku menyalami engkau, karena engkau telah menyalami aku begitu sering dan begitu saleh. Aku mau mengucapkan terima kasihku kepada anda atas mantel indah yang telah kau kenakan bagiku." Kedua pengiring kudus yang menyertai Bunda Maria juga mengucapkan terima kasih pada biarawati tua itu, lalu ketiganya menghilang.

Selang satu jam kemudian, Bunda Maria bersama kedua wanita kudus ini menampakkan diri lagi. Kali ini Bunda Maria mengenakkan mantel berwarna hijau tanpa tulisan emas serta tidak berkilauan. Ia pergi kepada biarawati kedua, mengucapkan terima kasih padanya karena telah membuatkan mantel itu baginya dengan doa Rosario.

Karena suster kedua ini, melihat  Bunda Maria mengenakkan mantel yang lebih anggun dan semarak pada penampakkan pertama, maka ia bertanya, mengapa ia mengganti mantelnya. Bunda Maria menjawab: "Rekan suster anda telah membuat bagiku mantel yang jauh lebih indah karena ia telah berdoa Rosario dengan cara yang lebih baik daripada anda."

Sejam kemudian Bunda Maria menampakkan diri kepada biarawati termuda dalam pakaian yang kasar dan compang-camping serta kotor. Anakku, katanya pada suster itu, aku mau berterima kasih padamu untuk pakaian hasil kerja tanganmu ini.

Suster muda itu seketika diliputi rasa malu dan memohon Bunda Maria memberinya kesempatan membuatkan mantel yang lebih indah. Namun Bunda Maria dan kedua pengiring kudusnya menghilang dan meninggalkan biarawati muda itu dalam keadaan batin yang hancur luluh. Ia mendatangi bapa pengakuannya dan menceritakan semua itu. Imam itu kemudian mengajaknya untuk berdoa Rosario lagi selama setahun dengan lebih khidmat.

Pengalaman saya sendiri, doa ini saya kenal sejak kecil. Walaupun di masa itu belum terlalu mengerti, kenapa nenek dan tanta saya begitu semangat berdoa Rosario, pagi sebelum kami bangun dan saat malam bersama-sama gabungan (Kombas), dan saya juga hanya ikut-ikut saja, tapi semua itu saya peroleh manfaatnya sampai saat ini.

Saya sungguh merasa diberkati dan saya percaya semua itu datang dari doa yang didaraskan dengan sungguh-sungguh setiap malam, walaupun dalam ketidaktahuan. Di masa dewasa, setelah berkeluarga, semua persoalan yang saya alami saya bawa dalam doa-doa Rosario, walaupun sekali lagi, tidak sepenuhnya tekun setiap hari, hanya di masa-masa sulit.

Tetapi sungguh, rahmat itu tetap membanjiri hidup saya. Betapa baiknya Bunda Maria, dan betapa besarnya belas kasih Allah. Saya melewati masa-masa yang paling berat sekalipun, memperoleh penghiburan dan jalan keluar. Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus dan Bundanya yang Kudus.

Pada akhirnya saya sangat bersyukur bisa menyelesaikan tulisan ini di Blog saya dan tentu saja, saya lebih memahami betapa pentingnya berdoa dan mewartakan Rosario Suci ini. 

Walaupun tidak sempurna seperti isi buku Santo Monfort, tapi semoga semua ini bisa menjadi awal yang baru bagi kita semua untuk mulai menghormati Yesus dan Bunda-Nya melalui Rosario Suci dengan sepenuh hati.

Saya sangat berharap para sahabat meluangkan waktu memiliki buku itu dan membaca, serta mulai mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalau harus menulis semua rahmat dan peneguhan yang saya terima dari doa Rosario, tidak akan ada habisnya blog ini.

Trima kasih telah membaca blog ini, semoga Allah Bapa di surga memberkati kita semua dengan rahmat-Nya yang besar, dan Tuhan Yesus Kristus bersama Bundanya, Maria, menyertai kita senantiasa kini dan sepanjang segala abad... Amin.

Paus Yohanes Paulus II

Santo Paus Yohanes Paulus II Salve sahabat Kristus, kalau kita seusia, sahabat pasti mengenal dengan baik siapa Paus Yohanes Paulus II yang ...