Tampilkan postingan dengan label yesus kristus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yesus kristus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 November 2023

Santo Padre Pio dari Pietrelcina

Santo Padre Pio

Sahabat Kristus, di Blog ini, saya berbagi kisah tentang Orang Kudus Allah dalam Gereja Katolik yang disebut sebagai Santo dan Santa. Para Kudus ini adalah mereka yang sudah meninggal, dipercaya sudah berada di surga, dan telah terbukti menjalani cara hidup dengan kebajikan yang heroik atau suci.

Doa-doa yang disampaikan melalui perantaraan para Orang Kudus ini, telah diakui mendatangkan banyak mujizat dan penyembuhan. Dengan mengenal mereka, kita juga didorong untuk mengikuti cara hidup yang kudus, penuh ketaatan dan pengorbanan bagi Allah Bapa.

Detail mengenai bagaimana mereka semua diproses menjadi orang-orang pilihan Allah melalui Gereja Katolik sebenarnya sudah sering saya jelaskan, tapi mungkin saya akan mengambil sebuah judul tersendiri mengenai proses itu.

Saat ini kita akan membaca kisah tentang seorang Mistikus Besar yang menerima karunia Stigmata (stigmata; (yunani) luka-luka penderitaan Kristus yang muncul secara tiba-tiba pada seseorang), hampir sepanjang usia hidupnya. Hal ini mendatangkan banyak minat dan kontroversi di sekelilingnya, beliau adalah Santo Pius atau Santo Padre Pio.

Kita telah menonton dan membaca banyak kisah fiksi tentang Stigmata, terakhir saya menonton film Korea yang diperankan oleh Park Seo Jin tentang seorang atlit yang menerima karunia stigmata pada tangan kirinya. Namun kisah ini, bukan kisah fiksi, melainkan sungguh nyata terjadi.

Masa Muda

Santo Pio lahir di Pietrelcina, Italia Selatan, tanggal 25 Mei 1887 dengan nama Francesco Forgione. Ia adalah anak kelima dari delapan orang bersaudara, dari sebuah keluarga petani pasangan Grazio Forgione dan maria Giusseppa de Nunzio, atau biasa disebut mama Pepa.

Bagi ibunya, Francesco adalah anak yang sangat berbeda dari anak lain sejak kecil, ia sangat religius. Pada usia 9 tahun, Francesco pernah mencambuki dirinya sendiri agar serupa dengan Yesus Kristus. Francesco kecil sering melihat penampakan Tuhan Yesus, Bunda Maria bahkan setan.

Pada usia 16 tahun, di tahun 1903, Francesco meninggalkan keluarganya untuk bergabung dengan biara Kapusin. Ia menjadi Novis di biara itu dan diberikan nama Pius atau Pio. Aturan ketat biara membuat frater Pio sering sakit. Ia kemudian ditahbiskan lebih cepat karena pertimbangan kondisi kesehatannya.

Karunia Stigmata

Padre Pio mendapatkan stigmata pertama pada tanggal 7 September 1911, namun karena takut ia menemui pastor Paroki Pietrelcina, Monsigneur Salvatore Panullo untuk mendoakannya. Ajaibnya, semua luka-luka itu sembuh.

Pada hari Jumat pagi, tanggal 20 September 1918, saat Padre Pio sedang berdoa sendirian di depan salib Kristus dalam sebuah kapel tua, Padre Pio tiba-tiba melihat penampakan sosok-sosok seperti malaikat yang kemudian memberinya luka-luka stigmata yang tinggal tetap ditubuhnya selama setengah abad, segar dan berdarah.

Luka-luka itu terdiri dari, luka pada telapak tangan kanan dan kirinya, luka pada kedua kakinya dan lambungnya. Semua luka itu terbuka, segar dan mengeluarkan banyak darah. Hal itu membuat Padre Pio tidak bisa merahasiakannya, ceceran darah yang tumpah ke lantai membuat kepala biara mengetahuinya.

Seorang dokter yang dipanggil untuk mengobatinya mengatakan bahwa itu bukan luka-luka biasa. Padre Pio adalah imam pertama yang menerima karunia stigmata. Para superiornya berusaha merahasiakannya, namun berita cepat sekali tersebar.

Setiap pagi, sejak pukul empat dinihari, ratusan atau ribuan orang datang ke biara terpencil itu menunggunya. Ada yang sekedar ingin tahu atau memang orang saleh yang datang untuk berdoa. Padre Pio tidur tidak lebih dari 2 jam sehari dan tidak pernah mengambil cuti sepanjang 50 tahun imamatnya.

Padre Pio terbiasa bangun pagi-pagi buta untuk  mempersiapkan misa Kudus, selesai misa ia akan melewatkan seluruh harinya dalam doa dan memberikan Sakramen Pengakuan Dosa. Hidupnya penuh dengan berbagai karunia karismatik termasuk kemampuan membaca batin dan jamahan yang menyembuhkan. Darah yang mengalir dari luka-lukanya mengeluarkan bau yang harum mewangi seperti harum bunga-bungaan.

Penderitaan

Padre Pio mempersembahkan seluruh hidupnya, seutuhnya, untuk tugas imamatnya. Ia mendirikan kelompok-kelompok doa dan rumah sakit moderen yang ia sebut "Wisma untuk Meringankan Penderitaan".

Selama tahun-tahun itu, selain menanggung penderitaan fisik akibat luka-luka stigmata ditubuhnya yang terus menerus mengeluarkan darah segar, Padre Pio juga menderita karena perbuatan sesama manusia.

Pada tahun 1923-1931, Pater Agustinus Gemmeli, seorang ahli dari Fransiskan sekaligus pendiri Universitas Katolik "The Sacred Heart" menyerang Padre Pio. Ia menulis surat kepada vatikan dan menyebutkan bahwa apa yang dialami Padre Pio diakibatkan oleh kehidupan spiritual yang rendah. 

Beberapa Pastor di San Giovanni Rotondo, meyakinkan uskup Manfredonia untuk mengeluarkan pernyataan bahwa Padre Pio dikuasai oleh iblis dan menipu semua saudara sekomunitasnya.

Menanggapi hal ini, pada tanggal 31 Mei 1923, Vatikan mengumumkan bahwa kejadian-kejadian yang berhubungan dengan Padre Pio, bukan berasal dari kekuatan spiritual. Vatikan memerintahkan untuk menghentikan semua bentuk komunikasi yang dilakukan kepada Padre Pio. 

Mei dan Juni 1923, vatikan mengeluarkan perintah yang sangat keras, melarang Padre Pio merayakan misa, memberi kotbah dan pengakuan dosa. Semua ini terjadi sampai tahun 1931.

Mujizat

Padre Pio adalah seorang imam yang rendah hati, di tengah semua pengalaman itu ia menulis surat kepada pembimbing rohaninya bahwa ia merasa sungguh tidak layak menerima karunia sebesar itu. 

Dalam proses kanonisasi, terdapat daftar kesaksian tentang mujizat yang terjadi atas namanya. Seorang wanita yang menjadi anak rohani Padre Pio bernama Nyonya Cleonice menceritakan; pada masa perang dunia kedua, keponakannya menjadi tawanan perang.

Selama setahun seluruh keluarga tidak mendengar kabarnya sama sekali sehingga mereka beranggapan ia telah tewas. Ibunya datang kepada Padre Pio, dengan berlutut dan menangis meminta bantuan imam itu untuk mengetahui apakah anaknya masih hidup.

Padre Pio merasa iba kemudian mengatakan pada ibunya, berdirilah dan pergilah dalam damai. Nyonya Cleonice kemudian mendatangi Padre Pio dan memintanya melakukan sebuah mujizat. 

Dengan penuh percaya diri ia mengatakan kepada Padre Pio, bahwa ia akan menulis sebuah surat kepada ponakannya itu, Giovannino, namun ia hanya akan menulis namanya saja pada sampul surat, sebab ia tidak tahu dimana alamat ponakannya. Ia mengatakan, ia mempercayakan kepada Padre Pio dan malaikat pelindungnya untuk membawa surat itu kepada Giovannino dimanapun ia berada.

Sore hari sebelum tidur, ia menulis surat itu dan meletakkan di meja samping tempat tidurnya. Keesokan hari, ia terkejut, takut dan heran karena melihat surat itu tidak ada lagi disana. Ia pergi menemui Padre Pio dan berterima kasih, imam yang rendah hati itu mengatakan "Berterima kasihlah kepada Santa Perawan".

Lima belas hari setelah surat itu menghilang, keponakannya Givannino mengirimkan balasan surat. Maka bergembiralah hati semua orang dalam keluarga itu. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan dan juga Padre Pio.

Menjadi Seorang Santo

Santo Padre Pio adalah seorang Imam Biarawan Kapusin dari San Giovanni Rotondo, Italia yang sangat istimewah dan rendah hati. Ia adalah tokoh yang sangat terkenal di abad ke-20, khususnya di Italia.

Meskipun berbagai rintangan dan penderitaan menimpah, ia tetap sabar dan berserah kepada kehendak Allah Bapa. Santo Padre Pio wafat pada tanggal 23 September 1968, di usia 81 tahun. Kemudian dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II di Roma Italia, pada tanggal 2 Mei 1999.

Dan dikanonisasi oleh Paus yang sama pada 16 Juni 2002, hanya tiga tahun setelah beatifikasinya. Jasadnya yang sampai sekarang masih utuh, disemayamkan di San Giovanni Rotondo, Italia, tempat ia mengabdi sampai akhir hayatnya.

Santo Padre Pio menjadi pelindung sukarelawan pertahanan sipil dan para remaja. Pestanya dirayakan setiap tanggal 23 September.

Nah, sahabat Kristus, saya pribadi mendengar banyak hal Santo Padre Pio sejak saya masih kecil. Banyak foto-foto beliau juga beredar di media massa. Saya bersyukur Tuhan selalu punya cara untuk memuliakan umatnya yang setia dan taat pada rencana-Nya.

Terima kasih sudah membaca sampai selesai, Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria mendoakan.... 

Kamis, 09 November 2023

Para Kudus Yang Digelar Mistikus dalam Gereja Katolik

Para Kudus yang Digelar Gereja Katolik sebagai Mistikus 

 

Dalam gereja Katolik, kita mengetahui bahwa beberapa Orang Kudus Allah atau Santo dan Santa yang hidup dan doa-doa mereka kita teladani, juga digelar sebagai Mistikus Gereja. Pada tulisan ini, kita akan mengenal mereka dan memahami kenapa para Kudus ini sampai digelar sebagai Mistikus Gereja.

Sebenarnya kalau kita bicara tentang Mistik, tentu saja pikiran kita akan terarah kepada hal-hal yang berbau gaib, praktek okultisme, ilmu sihir dan sebagainya. Sementara semua hal itu dilarang dalam Ajaran Gereja, tapi kenapa para Kudus ini bisa mendapat gelar itu?

Arti

Mistikus adalah orang yang mengalami atau memiliki pengalaman yang melampaui pemahaman atau pengalaman manusia pada umumnya. Dalam tulisan ini, ada delapan orang Kudus yang saya kenal tapi bisa jadi ada lebih banyak dari itu.

Mistikus berasal, dari kata Mistik dimana dalam bahasa Indonesia artinya; hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia biasa. 

Sementara dalam Teologi Kristen, Mistisisme adalah tradisi, praktik, doktrin dan teologi dalam agama Kristen yang menekankan pada transformasi diri memiliki hubungan dengan Tuhan atau untuk menerima kehadiran Tuhan.

Hingga abad keenam Masehi, praktik yang sekarang disebut Mistisisme ini, dikenal dengan istilah teoria; yang berasal dari Bahasa Yunani Kuno theoria; artinya Memandang Tuhan.

Kemudian diterjemahkan dalam bahasa Latin menjadi Contemplatio, yang artinya Kontemplasi atau Permenungan. Kontemplasi ini merupakan permenungan jiwa akan kehadiran Tuhan di alam semesta, dan mengantarkan seseorang kepada pengudusan atau penyatuan mistik dengan Tuhan.

Dalam konteks Kristen Katolik, biasanya praktek Mistik atau Kontemplasi ini dilakukan melalui tiga disiplin: Doa (termasuk meditasi dan kontemplasi), Puasa (termasuk semua bentuk pantang dan penyangkalan diri) dan Sedekah sesuai ajaran Yesus dalam Kotbah di bukit (Matius 5-7).

Para Kudus

Menurut Alkitab; Kudus artinya bebas terhadap dunia dan  kemudian menjadi orang pilihan Allah (Yohanes 17:14-15). Orang Kudus Allah, adalah mereka yang selama hidupnya taat, setia dan berbakti pada penyelenggaraan Ilahi. 

Dan gereja Katolik meyakini orang-orang pilihan Allah yang telah meninggal dunia ini telah berada di surga karena cara hidup dan warisan yang mereka tinggalkan. Semua itu sudah terbukti dalam proses Kanonisasi.

Ada lebih dari seribu Santo dan Santa dalam Gereja Katolik Roma. Dari sekian banyak para Kudus ini, ada beberapa yang digelar sebagai Mistikus Gereja. Mereka adalah orang-orang yang terbukti menjalani hidup mereka dengan menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari untuk berdoa, bermeditasi, berpuasa dan pantang, serta merenungkan kitab suci dan semua aktifitas spiritual secara mendalam untuk mengenal Tuhan.

Berikut profil dan jalan hidup mereka:

1. Santo Ignatius dari Loyola

Santo Ignatius dari Loyola adalah seorang mantan Ksatria Spanyol keturunan bangsawan Basque yang menjadi teolog dan imam Katolik pendiri Ordo Serikat Yesus (Yesuit) dan menjadi superior jenderal pertama ordo tersebut.

Lahir pada tanggal 23 Oktober 1491, di Azpeitia, Loyola, Provinsi Basque, Spanyol dan dibaptis dengan nama Inigo Lopez dan merupakan anak bungsu dari tiga belas bersaudara.

Ibunya meninggal tidak lama setelah Ignatius lahir, kemudian ia dibesarkan oleh istri seorang pandai besi di kotanya. Ignatius adalah seorang pemuda yang suka berjudi, sangat suka perempuan, gemar berkelahi dan pandai membela diri. 

Dalam sebuah perselisihan, bersama saudara-saudaranya ia menyerang beberapa kaum religius anggota keluarga lain. Ketika dibawa ke pengadilan karena perkara itu, Ignatius membela dirinya bahwa dia adalah seorang religius sejak masa muda agar terhindar dari hukuman.

Pada usia 30-an, Ignatius menjadi tentara yang membela kubu-kubu kota Pamplona terhadap serangan Perancis. Pada sebuah pertempuran, sebuah bom kanon mengenai Ignatius dan membuat kedua kakinya patah. Tentara Perancis memulangkan Ignatius ke puri Loyola. Kondisinya memburuk dan para tabib mengingatkan dia untuk mempersiapkan diri akan kematian.

Secara tidak terduga, pada hari raya Santo Petrus dan Paulus, kondisinya membaik. Tapi ia harus menjalani hidupnya dengan pincang, karena kaki yang sebelah lebih panjang dan sebelahnya lebih pendek. 

Dalam proses pengobatannya, Ignatius yang merasa bosan mau tidak mau membaca dari buku-buku tentang hidup Kristus dan para Kudus yang ada di dalam kastil. Semakin banyak membaca, semakin ia merasa bahwa cara hidup para Kudus ini patut ditiru.

Pengalaman ini menjadi awal pertobatan Ignatius dan latihan spiritualnya. Ignatius mengalami pertobatan penuh dari keinginan-keinginan duniawi dan sembuh dari luka-lukanya. Ia memutuskan untuk pindah ke Yerusalem dan tinggal di tempat Tuhan menjalani hidup-Nya.

Dalam perjalanan ziarahnya, Ignatius menerima sakramen tobat dan berlutut sepanjang malam di depan altar Bunda Maria. Ia menanggalkan semua atribut ksatria, memberikan pakaiannya yang indah kepada orang miskin, lalu mengenakan pakaian dari kain kasar dengan sendal dan tongkat.

Ignatius tinggal di gua-gua, berdoa berjam-jam, melakukan penitensi yang ekstrim dan bekerja di balai perawatan orang sakit. Pada usia 33 tahun, Ignatius masuk seminari. Masa ini adalah masa-masa yang berat karena berbagai halangan dan tantangan yang dialaminya.

Pada tanggal 27 September 1540, Paus Paulus III memberikan persetujuan resminya kepada Ignatius dan teman-temannya atas terbentuknya tareket baru, Serikat Yesus. Dan dengan hasil pemungutan suara bulat, kecuali pilihan Ignatius sendiri tentunya, ia terpilih menjadi Superior Jenderal Pertama.

Ignatius mengabdikan diri sepenuhnya pada serikat barunya. Ia bekerja dari dalam kamarnya yang sempit dengan menuliskan Konstitusi Serikat serta ribuan surat ke seluruh penjuru dunia, menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan kaum Yesuit dan memberikan pengarahan spiritual kepada kaum pria dan wanita. 

Santo Ignatius dari Loyola, Mistikus dan Pujangga Gereja ini wafat pada tanggal 30 Juli 1556. Jenasahnya disemayamkan dalam Gereja Gesu, Roma Italia.

Santo Ignatius dibeatifikasi oleh Paus Paulus V pada 27 Juli 1609 dan dikanonisasi pada tanggal 12 Maret 1622 oleh Paus Gregorius XV. Pestanya dirayakan setiap tanggal 31 Juli dan dihormati sebagai Santo Pelindung para tentara atau prajurit.

2. Santa Theresia Avilla

Terlahir dari keluarga kaya di Avilla, Spanyol pada tanggal 28 Maret 1515, dan dibaptis dengan nama Theresa Sanchez de Cepeda y Ahumada. Ibunya mendidik mereka menjadi orang Kristen yang saleh, bersama kakaknya Rodrigo, Theresa suka membaca riwayat para Kudus dan Martir.

Pada usia remaja, ketertarikan Theresa beralih pada hal-hal dunia. Namun, setelah mengalami sakit berat, dan membaca buku tentang St. Hieronimus yang hebat, Theresa bertekad mempersembahkan hidupnya untuk Kristus.

Pada usia 20 tahun, Theresa meninggalkan rumah dan masuk biara karmel. Setelah mengucapkan Kaul pertama dan mengalami sakit berat yang kedua kalinya, Theresa mengalami penglihatan dan ekstase rohani. Sejak itu ia semakin bertekad hidup hanya bagi Yesus saja, tidak peduli seberapa besar pengorbanan yang harus ia lakukan.

Teman-temannya mengatakan bahwa pengetahuan Theresa berasal dari setan. Ia menjalani penyiksaan diri dan mortifikasi fisik. Tapi bapa pengakuannya, Santo Francis Borgia serta imam Ordo Dominikan dan Serikat Yesus sepakat menyatakan bahwa semua penglihatan yang diterima suster Karmel Theresa adalah benar dan kudus.

Pada hari raya Santo Petrus, 1559, Yesus Kristus menampakkan diri secara fisik kepadanya, walau tak terlihat. Penglihatan itu berlangsung selama dua tahun tanpa putus. Theresa menulis bahwa, dalam penglihatan itu seorang Serafim menusukkan tombak emas berulang kali ke hatinya, yang menyebabkan sakit fisik dan batin yang luar biasa. 

Kejadian ini membuatnya semakin berhasrat untuk mengikuti penderitaan Yesus. Suster Theresa memelopori gerakan pembaharuan peraturan dalam biara Karmel, yang ia rasa terlalu longgar. Bersama Santo Yohanes dari Salib, mereka berjuang memperbaharui semangat spiritualitas Ordo Karmel  melalui kehidupan biara yang suci dalam doa, puasa dan pantang yang sangat ketat.

Santa Theresa dari Yesus wafat pada tanggal 4 Oktober 1582, pada usia 67 tahun. Santa Theresa dibeatifikasi oleh Paus Paulus V pada tanggal 24 April 1614, dan dikanonisasi pada 12 Maret 1622 oleh Paus Gregorius XV. Pestanya dirayakan setiap tanggal 15 Oktober.

3. Santo Padre Pio

Nama kecilnya Francesco Forgione, terlahir di Pietrelcina, Italia Selatan, pada tanggal 25 Mei 1887. Francesco adalah anak kelima dari delapan bersaudara dari sebuah keluarga petani sederhana. Ayahnya Grazio Forgione dan ibunya Maria Giuseppa de Nunzio.

Sejak usia 5 tahun, Francesco sering melihat penampakkan Yesus, Bunda Maria dan bahkan Malaikat jahat. Di usia 9 tahun ia mencambuk dirinya sendiri agar serupa dengan Kristus.

Pada usia 16 tahun, Francesco masuk biara Kapusin dari diberi nama Pio. Aturan ketat biara membuat Padre Pio sering sakit. Ia ditahbiskan dalam usia yang masih muda karena pertimbangan sakit yang mengancam nyawanya.

Pada suatu sore di tanggal 7 September 1911, Padre Pio telah mendapat karunia stigmata pertamanya. Namun karena takut, ia didoakan oleh pastor paroki Pietrelcina, dan luka-luka itu sembuh.

Pada tanggal 20 September 1918, ketika sedang sendirian di kapel tua, Padre Pio menerima stigmata yang sesungguhnya. Luka-luka itu terdiri dari luka pada tangan kiri dan kanan, kedua kakinya dan pada lambungnya. Luka itu tetap selama setengah abad hidupnya, segar dan berdarah.

Padre Pio adalah imam pertama yang menerima karunia Stigmata. Para superiornya berusaha merahasiakan kejadian itu, namun berita cepat sekali menyebar. Setiap hari ratusan orang datang ke biara terpencil itu.

Padre Pio tidur hanya dua jam sehari, ia bangun pagi-pagi sekali dan menyiapkan misa kudus, setelah misa ia menghabiskan harinya dengan berdoa dan menerima pengakuan dosa. Hidupnya penuh dengan karunia mistik, jamahan yang menyembuhkan dan membaca batin. Darah yang mengucur dari stigmatanya mengeluarkan bau harum bunga-bungaan.

Selama 50 tahun hidup imamatnya, ia tidak pernah mengambil cuti seharipun, ia menghabiskan waktunya untuk pelayanan imamat, mendirikan kelompok doa dan memprakarsai pembangunan sebuah rumah sakit moderen, yang ia beri nama "Wisma untuk meringankan penderitaan".

Selain oleh penderitaan fisik yang ia alami dari luka-lukanya, Padre Pio juga mengalami penderitaan dari sesama sejawatnya. Ia dianggap dikuasai iblis dan menipu saudara sekomunitas. Vatikan bahkan sempat mengeluarkan perintah keras melarang Padre Pio melakukan tugas Imamatnya. 

Santo Padre Pio wafat pada tanggal 23 September 1968 pada usia 81 tahun di San Giovanni Rotonda, Italia. Dibeatifikasi pada  tanggal 2 Mei 1999 oleh Paus Yohanes Paulus II dan dikanonisasi oleh paus yang sama pada tanggal 16 Juni 2002. Pestanya dirayakan setiap tanggal 23 September.

4. Santa Brigita dari Swedia

Santa Brigita lahir pada tahun 1302 di Swedia. Keluarganya termasuk tuan tanah kaya dan saleh. Sejak remaja Brigita sudah menunjukkan kecenderungan yang teguh pada hal-hal rohani. 

Di usia 10 tahun Tuhan mengaruniakan penampakan Yang Tersalib pada Brigita. Dan hal itu sangat mempengaruhinya, sehingga ia sering menangis sambil merenungkan sengsara Kristus.

Karena kepatuhannya pada sang sayah, pada tahun 1316, Brigitta menikah dengan pangeran Ulf. Seorang penguasa saleh dan memiliki berbagai keutamaan hidup yang sama dengan Brigitta. Keduanya dikaruniai delapan orang anak yang dibesarkan dalam kesalehan dan takut akan Allah. Dari antara mereka nantinya akan dikenal sebagai Santa Katarina dari Swedia.

Brigitta dan suaminya hidup suci dalam pelayanan penuh dan kedermawanan kepada sesama yang miskin dan menderita. Hal ini membuat mereka sangat terkenal luas di daerah itu. Dalam sebuah perjalanan ziarah ke Santiago de Compostela, suami Brigitta menderita sakit keras, dan ketika sembuh ia memutuskan masuk biara.

Setelah kematian suaminya di biara Cistercians, Alvastra tahun 1344, Brigitta mengabdikan diri sepenuhnya pada kehidupan spiritual. Ia membagi-bagikan harta kekayaannya di antara anak-anaknya dan orang miskin. Brigitta mengenakan pakaian dari kain kasar dan tali di pinggang.

Brigitta menjalani hidup yang sangat keras dan mendirikan biara Ordo Sang Penebus di Vadstena. Pada tahun 1371, Brigitta berziarah ke Tanah Suci atas perintah Tuhan sendiri. Di sana ia memperoleh rahmat luar biasa dan anugerah pengetahuan perihal misteri-misteri-Nya yang Kudus.

Sekembalinya ke Italia, Brigitta mengalami sakit keras, dan menderita sepanjang tahun. Santa Brigitta meninggal karena sakit keras pada 23 Juli 1373, di usia 71 tahun. Jenasahnya dimakamkan di biara para Klaris di St Laurensius, Panisperna. 

Pada tahun 1373, makamnya dipindahkan oleh anaknya Santa Katarina, ke Vadstena Swedia. Santa Brigitta dikanonisasi oleh Sri Paus Bonivasius IX pada tahun 1391.

5. Santa Veronika Yuliani

Santa ini pernah saya ceritakan di Blog dan Vlog saya sebelumnya, tentang Santo dan Santa Katolik yang jasadnya masih utuh. Beliau adalah seorang Santa dan Mistikus terbesar abad ke-18 dari Italia. Lahir pada tanggal 27 Desember 1660 di wilayah Mercatello dan dibaptis dengan nama Ursula.

Santa Veronika adalah jiwa yang terpilih oleh Tuhan sejak masa kecilnya untuk mencapai rahmat mistik tertinggi. Seluruh harta surgawi yang diperolehnya, dibuat dalam bentuk buku diary, yang ia tulis dibawah bimbingan bapa pengakuannya; Pastor Gerollamo Bastianelli.

Di usia tiga tahun Ursula telah menunjukkan nilai-nilai keluhuran, ketertarikan besar pada komunikasi Ilahi dan simpati kepada orang miskin. Ia menyisihkan makanan dan pakaiannya untuk setiap orang miskin yang ditemuinya.

Ibunya adalah seorang wanita saleh yang selalu menceritakan sengsara Kristus dan kisah para Kudus padanya dan empat saudaranya. Semua itu membangkitkan rasa cintanya yang besar akan sengsara dan luka-luka Tuhan. Ia berkeinginan kuat melakukan penebusan dosa yang agak berat dan menderita demi cintanya kepada Yesus, mengikuti teladan Santa Rosa dari Lima.

Pada usia 17 tahun, Ursula bergabung dengan biara Kontemplatif Kapusin di Citta, Castilo, Italia dan diberi nama Veronika. Pada tahun 1693, ia memasuki tahapan baru dalam kehidupan spiritual setelah mendapat penglihatan tentang Cawan, yang melambangkan sengsara Kristus. Sejak saat itu suster Veronika mengalami penderitaan spiritual yang hebat.

Pada tahun 1694, suster Veronika mendapat stigmata berupa tanda mahkota duri. Lukanya nyata dan sakitnya tetap tanpa henti. Berdasarkan perintah uskup, suster Veronika mendapatkan perawatan medis namun lukanya tidak kunjung sembuh.

Sejak awal suster Veronika sangat prihatin dengan nasib orang berdosa dan melakukan penebusan dosa besar-besaran untuk mendapatkan pertobatan mereka. Ia juga banyak mendapat gangguan dari si jahat sejak awal masuk biara.

Suster Veronika menjalani hidupnya di biara dengan penderitaan hebat karena penyakit dan gangguan yang dialaminya. Namun ia tetap sepenuh hati menghidupi kaul dan ketaatannya pada konggregasi.

Santa Veronika Yuliani wafat pada tanggal 9 Juli 1727 di Citta, Castello karena sakit. Ia dibeatifikasi pada tanggal 17 Juni 1804 oleh Paus Pius VII, dan dikanonisasi pada 26 Mei 1839 oleh Paus Gregory XVI. Pestanya dirayakan setiap tanggal 9 Juli. 

6. Santa Faustina Kowalska

Terlahir dengan nama Helena Kowalska, di Glogowiec, Polandia pada tanggal 25 Agustus 1905. Helena adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara, dalam sebuah keluarga petani sederhana yang hidup miskin dan menderita pada masa penjajahan Rusia di Polandia. Ayahnya adalah yang seorang petani dan juga merangkap tukang kayu, bernama Stanislau Kowalski dan Ibunya bernama Mariana Babel.

Helena adalah anak yang rajin, taat, rendah hati dan sangat lembut. Setiap hari ia menggembalakan sapi sambil membaca cerita Santo dan Santa. Kemudian ia akan mengumpulkan teman-temannya untuk menceritakan riwayat Orang Kudus yang sudah dibacanya.

Sejak kecil Helena suka berdoa, ia sering terbangun di malam hari dan berdoa selama berjam-jam.  Jika ibunya menegur, ia berkata malaikat pelindungnya membangunkannya untuk berdoa.

Helena bergabung menjadi biarawati Konggregasi Bunda Allah Kerahiman di Warszawa, dengan nama Suster Maria Faustina. Ia menjalankan tugasnya sebagai biarawati di dapur, kebun ataupun sebagai penerima tamu di pintu biara, dengan penuh kerendahan hati. 

Pada tanggal 22 Februari 1931, Santa Faustina menerima pesan Kerahiman Ilahi dari Kristus yang harus disebar luaskan ke seluruh dunia. Santa Faustina dengan rela mempersembahkan penderitaan pribadinya dalam persatuan dengan Kristus, sebagai silih atas dosa-dosa manusia.

Dalam hidup sehari-hari ia menjadi pelaku belas kasih, pembawa sukacita dan damai bagi sesama. Santa Faustina, selama empat tahun, mencatat wahyu-wahyu Ilahi, pengalaman-pengalaman mistik juga pemikiran dari lubuk hatinya sendiri, pemahaman serta doa-doanya dalam buku hariannya yang berjudul "Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku".

Buku itu menunjukkan contoh luar biasa dalam menanggapi belas kasih Allah dan mewujudkannya dalam relasi dengan sesama. Devosinya yang besar kepada Santa Perawan Maria Tak Bercela, Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat, memberikan Santa Faustina kekuatan untuk menanggung penderitaan yang dipersembahkannya kepada Tuhan atas nama Gereja, bagi pertobatan para pendosa berat dan mereka yang berada di ambang maut.

Santa Maria Faustina Kowolska dari Sakramen Mahakudus, Rasul Kerahiman Ilahi, Mistikus dan Pujangga Gereja, wafat pada 5 Oktober 1938 di Krakow, dalam usia 33 tahun karena penyakit TBC yang dideritanya. Jenasahnya dimakamkan di Kapela Konggregasi Bunda Maria Berbelaskasih yang kemudian dijadikan Sanctuarium Reliqui Abdi Allah Suster Faustina Kowolska oleh Uskup Agung Krakow, yang kelak menjadi Santo Yohanes Paulus II.

Santa Faustina Kowolska dibeatifikasi pada Pesta Kerahiman Ilahi, 18 April 1993 oleh Paus Yohanes Paulus II dan dikanonisasi pada tanggal 30 April 2000 oleh Paus yang sama. Pestanya dirayakan setiap tanggal 5 Oktober.   

7. Santa Katarina dari Siena

Santa Katarina dilahirkan di Siena, pada tanggal 24 Maret 1347. Katarina adalah anak ke-24 dari 25 bersaudara, ayahnya Giacomo di Benincasa, seorang pewarna baju dan ibunya Lapa.

Santa Katarina bergabung menjadi anggota Ordo Ketiga Dominikan. Ia menghidupi kesederhanaan, berpuasa dan menahan diri dari keduniawian.

Pada tahun 1366, Katarina mengalami apa yang digambarkan dalam suratnya sebagai 'pernikahan mistik' dengan Yesus. Pada tahun 1370 segera setelah Katarina menerima anugerah penglihatan tentang neraka, purgatorium dan surga, ia meninggalkan kehidupan doanya. 

Katarina mulai menulis surat kepada raja dan ratu, serta menemui para penguasa untuk meminta berdamai dengan Paus agar mencegah peperangan. Di masa itu Gereja mengalami banyak sekali masalah, banyak pertikaian yang terjadi di seluruh Italia.

Katarina meminta Paus kembali ke Roma untuk memimpin gereja, karena itulah yang dikehendaki Allah. Sri Paus mendengarkan nasihat Katarina dan melakukannya. Melalui Katarina, Yesus menyembuhkan orang-orang sakit yang dirawatnya dan menghibur para tahanan yang dikunjunginya di penjara.

Santa Katarina wafat di Roma pada tanggal 29 April 1380 dan dikanonisasi oleh Paus Pius II pada tahun 1461. Pestanya dirayakan setiap tanggal 29 April. 

8. Santo Yohanes dari Salib

Lahir di Fontiveros, sebuah desa kecil dekat Avilla, Spanyol pada tanggal 24 Juni 1542, dengan nama Juan de La Cruz. Yohanes belajar di sebuah sekolah Yesuit pada masa mudanya, kemudian di usia 21 tahun ia bergabung dengan Ordo Karmel dan mengambil nama Br. Juan de Santo Matia.

Disana Yohanes hidup dengan saleh dan taat. Ia tekun berdoa dan bermatiraga. Karena kecerdasannya, pemimpin biara menyekolahkan Yohanes di Universitas Salamanca Spanyol. Ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1567 dalam usia 25 tahun.

Yohanes menjadi prior pertama susteran Karmelit dan mengambil nama resmi, Yohanes dari Salib. Namun usahanya untuk membaharui spiritualitas ordo dianggap gangguan oleh rekan-rekan se-ordo, sehingga ia dikurung dalam sel biara selama sembilan bulan dan diperlakukan semena-mena.

Pengalaman dalam sel biara itu justru memberinya pemahaman akan Salib Penderitaan Tuhan Yesus. Yohanes sering mengalami ekstase, ia mampu menggubah kidung-kidung rohani, mengalami banyak peristiwa mistik, dan semakin memahami secara mendalam teologi dan ajaran-ajaran iman Kristiani.

Santo Yohanes terkenal atas kerjasama dengan Santa Theresa de Jesus dalam mereformasi Ordo Karmel dan juga tulisannya-tulisannya yang sangat bermanfaat bagi kehidupan membiara. Penderitaan dan pergumulan rohaninya tercermin dalam tulisan-tulisan yang ia buat semasa hidupnya.

Santo Yohanes dari Salib wafat pada tanggal 14 Desember 1591, di usia 49 tahun. Santo Yohanes dibeatifikasi pada 25 Januari 1675 oleh Paus Klemens X dan dikanonisasi pada tanggal 27 Desember 1726 oleh Paus Bendiktus XIII. Pestanya dirayakan setiap tanggal 14 Desember.



Nah, sahabat Kristus, mungkin ada lebih banyak Santo dan Santa Mistikus Gereja Katolik, dari yang sudah saya ceritakan dalam tulisan ini. Tapi untuk sekarang, hanya 8 pribadi inilah yang saya ketahui dengan pasti. Salah satu alasan kenapa saya menulis tentang ini adalah karena saya juga sangat penasaran tentang cara hidup dan warisan yang mereka tinggalkan, sehingga Gereja menggelar mereka sebagai Mistikus.

Pada akhirnya, kembali lagi, bahwa hanya kekaguman dan pujian bagi Allah, Tuhan kita Semesta Alam, yang memungkinkan semua itu bisa terjadi. Betapa mengagumkan cara Allah bekerja dalam diri umat pilihannya.

Bulan November ini adalah bulan yang dikhususkan oleh Gereja Katolik untuk menghormati Orang Kudus dan juga menjadi bulan devosi bagi jiwa-jiwa di api penyucian. Saya berharap, dengan membaca kisah hidup para Kudus Allah ini, kita mau mengikuti jejak mereka untuk mendoakan sesama baik yang masih hidup, yakni mereka yang belum bertobat, maupun yang sudah meninggal yakni jiwa-jiwa di api penyucian.

Agar kita semakin diilhami oleh Roh Kudus untuk hidup benar di hadapan Allah dan mewartakan belas kasih-Nya yang besar. Salve.... Semoga Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria mendoakan...  

Selasa, 10 Oktober 2023

Buku yang selamanya Membuatmu Mencintai Rosario; The Secret of Rosary, St. Louise de Monfort

RAHASIA DOA ROSARIO

Bagi umat Katolik, Doa Rosario adalah doa yang sangat penting. Sebuah doa sederhana dengan manfaat yang besar. Doa ini merupakan sebuah doa renungan atas misteri keselamatan Tuhan Yesus. Mulai dari Kelahiran, Keutamaan Hidup, Kesengsaraan, Kematian dan Kemuliaan-Nya. Itulah mengapa ada 2 bulan dalam 1 tahun orang Katolik mengkhususkan untuk berdoa Rosario secara rutin, yakni di bulan Mei dan Oktober, walaupun sebenarnya berdoa Rosario tidak memerlukan bulan atau waktu khusus.

Dalam gereja Katolik, bulan Mei selalu identik dengan Bulan Maria. Pada bulan ini, umat Katolik di seluruh dunia akan berdoa Rosario bersama secara rutin setiap harinya, bahkan mengadakan ziarah ke tempat-tempat bersejarah yang identik dengan Bunda Maria. Sejatinya, devosi ini sudah dijalankan sejak abad ke-13.

Bulan Oktober, umat Katolik di seluruh dunia memperingati sebagai bulan Rosario, penghormatan kepada Santa Perawan Maria, Bunda Tuhan dengan terus berdoa Rosario secara rutin setiap hari. Pada dasarnya, peringatan ini dilatarbelakangi oleh Kemenangan tentara Kristen atas tentara Turki Islam dalam pertempuran Leponto pada tanggal 7 Oktober 1571 (Baca: kisah Santo Pius V).

Dalam sejarah Kepausan, hampir semua Paus; Pemimpin umat Katolik sedunia, berdevosi pada Rosario. Paus Leo XIII, dalam Ensiklik (Ajaran Sri Paus mengenai Iman atau Kesusilaan, biasanya ditulis dalam bahasa Latin, bahasa resmi Kepausan), yang diterbitkan pada tanggal 1 September 1883, menganjurkan doa Rosario sebagai senjata rohani yang ampuh untuk melawan kejahatan yang melanda masyarakat.

Kemudian Paus Yohanes XXIII dan Paus Paulus VI, juga menekankan tentang pentingnya berdevosi pada doa Rosario. Santo Yohanes Paulus II atau yang kita kenal sebagai Paus Yohanes Paulus II, adalah seorang pecinta Rosario sejati. Beliau mengatakan bahwa sejak masa mudanya, doa Rosario memainkan peranan yang penting dalam hidupnya. 

Sampai Sri Paus menduduki tahta Kepausan, doa Rosario adalah temannya dalam suka dan duka. Menurut Paus Yohanes Paulus II, doa Rosario adalah sebuah doa yang mengagumkan karena kesederhanaaan dan kedalamannya. 

Ijinkan saya, dengan sepenuh hati dan cinta kepada Rosario dan tentu saja Bunda Maria, Sang Pengantara segala rahmat Allah, untuk merangkum buku ini, semampu saya. Agar semakin banyak orang yang mengalami mujizat Tuhan melalui doa Rosario Suci. Sahabat Katolik harus membaca tulisan ini sampai selesai, untuk memahami kenapa saya menulis judul itu. Saya bersyukur, baru-baru ini saudara saya memberikan buku itu sebagai hadiah.

Saya melewati begitu banyak rintangan dan halangan dalam menyelesaikan blog tentang Buku Santo Louis de Monfort ini. Kadang saya bingung harus mulai dari mana, kadang saya merasa sia-sia, kadang saya merasa tidak penting sama sekali menulis hal yang sudah diketahui banyak orang. Tapi saya tetap akan melakukannya, demi cinta dan bakti saya pada Sang Ratu Rosario, Bunda Tuhan kita, Bunda Maria. 

The Secreat of Rosary 

The Secreat of Rosary, adalah buku yang ditulis oleh Santo Louis-Marie Grignion de Monfrot. Beliau adalah seorang imam Perancis yang berdevosi kepada Rosario Suci. Buku ini berisi pengalaman pribadinya juga pengalaman orang lain. Beliau berusaha sekuat tenaga, membentangkan kepada kita, dengan cara sederhana perihal Kehidupan Kristen yang sesungguhnya. 

Bagi Santo Monfort, Rosario bukan saja sarana berdoa, tapi juga senjata yang sangat ampuh dalam karya kerasulannya. Ia mempertobatkan banyak orang berdosa dikaitkan dengan Rosario. Buku ini ditulis hampir  dua setengah abad silam, namun kesegarannya tidak pernah luntur.

Doa Rosario telah didaraskan Para Kudus dengan penuh iman, dan disahkan oleh para Paus sebagai doa Gereja. Tuhan Yesus dan ibunya, akan mencurahkan rahmat berlimpah ke dalam jiwa orang yang berdoa Rosario dengan sepenuh hati dan mewartakan kebenarannya.

Tidaklah cukup jika kita hanya mewartakan doa ini, kita juga harus mempraktikannya dalam hidup sehari-hari dengan mendoakan sepenuh hati dan merenungkan peristiwa-peristiwanya setiap hari. Ingatlah bahwa: "Yesus mengerjakan dan mengajarkan" (Kis 1:1). Kita harus meneladani Tuhan kita, yang memulai pewartaan-Nya di depan umum, dengan melakukan sendiri apa yang Ia wartakan.

Rosario suci bukan sekedar perpaduan doa Bapa Kami dan Salam Maria, melainkan ringkasan Ilahi dari misteri-misteri Kehidupan, Kesengsaraan, Kematian, dan Kemuliaan Tuhan Yesus dan Ibunya, Maria.

Doa Rosario terdiri dari dua macam: Doa Batin dan Doa Vokal. Doa Batin adalah renungan-renungan tentang misteri pokok kehidupan, kematian dan kemuliaan Yesus Kristus dan Maria, Ibu-Nya yang terberkati. 

Doa Vokal merupakan pendarasan lima belas peristiwa Salam Maria, yang masing-masing didahului dengan satu kali Bapa Kami. Di waktu bersamaan, kita merenungkan lima belas keutamaan  pokok yang dilakukan Yesus dan Maria.

Mawar Orang Berdosa dan Pohon Mawar Ajaib

Mawar orang berdosa adalah Kenikmatan-kenikmatan daging, kehormatan-kehormatan duniawi, serta kekayaan yang fana, yang sewaktu-waktu akan layu dan mati. Mawar-mawar itu seperti duri-duri tajam yang menusuk mereka selama hidup, memberikan kepedihan hati dan ketika mereka mati, duri-duri itu akan menusuk mereka dengan penyesalan yang kian pahit dan bahkan lebih buruk lagi dalam keabadian.

Tetapi mawar-mawar kita, adalah Bapa Kami dan Salam Maria, yang kita daraskan dengan Khidmat berulang-ulang, disertai tindakan pertobatan. Mawar itu tidak akan layu, tapi akan tetap elok semerbak sampai kapanpun.  Kalaupun mawar kita berduri, duri-duri itu adalah penderitaan Tuhan untuk menyembuhkan penyakit dosa dan menyelamatkan kita.

Ada dua alasan kenapa kita harus bersemangat berdoa Rosario. Pertama, menghormati tiga mahkota Yesus dan Maria; Mahkota rahmat Penjelmaan Yesus menjadi manusia, Mahkota duri selama penderitaan, Mahkota Kemuliaan-Nya di surga, serta tentu saja Mahkota Maria yang dikaruniakan Tritunggal Mahakudus di surga.

Kedua, supaya kita sendiri juga menerima tiga mahkota dari Yesus dan Maria. Mahkota berkat selama hidup, Mahkota Kedamaian di saat ajal dan Mahkota Kemuliaan di Surga.

Pohon Mawar ajaib ini adalah Yesus dan Maria, dalam Kehidupan, Kematian dan Keabadian; daun-daunnya yang hijau adalah Misteri-misteri Kemuliaan. Kuncup-kuncupnya adalah masa kanak-kanak Yesus dan Maria. Kelopaknya yang terbuka, adalah lambang penderitaan Yesus dan Maria.

Mawar-mawar yang sudah mekar, melambangkan kemenangan serta Kemuliaan Yesus dan Maria. Bunga Mawar yang mekar, menggambarkan Yesus dan Maria dalam Misteri-misteri Sukacita. Duri-durinya menggambarkan misteri-misteri sengsara. Keharumannya yang manis dan semerbak, melambangkan Kemuliaan Yesus dan Maria.

Jangan memandang rendah pokok mawar yang indah dan surgawi ini, melainkan tanamkan dalam taman jiwa anda, dengan mendaraskan doa Rosario setiap hari serta melakukan perbuatan-perbuatan baik.

Kisah dua anak Perempuan

Ada dua orang anak perempuan, kakak beradik, sedang berdoa Rosario dengan khidmat dan tenang, di depan rumah mereka. Tiba-tiba seorang wanita cantik tampak pada mereka dan berjalan ke arah si adik - kira-kira berusia 6-7 tahun. Wanita itu memegang tangan si adik, lalu membawanya pergi.

Setelah mencari kemana-mana dan tidak menjumpainya, sang kakak kembali ke rumah dan dengan sedih menceritakan itu kepada orang tuanya. Selama tiga hari tiga malam, orang tua yang malang itu mencari anaknya, namun tidak menemukannya.

Pada hari ketiga, mereka melihatnya di depan rumah dalam keadaan sangat bahagia. Tentu saja mereka bertanya, kemana saja ia pergi. Anak itu bercerita, bahwa wanita yang kepadanya ia mendaraskan Rosario, membawanya ke suatu tempat yang indah. Disana ia diberi makanan-makanan enak.

Ia mengatakan, bahwa wanita itu memberikan kepadanya seorang anak bayi untuk dijamah; bayi itu gagah sekali, dan ia mencium bayi itu berulang kali. Kedua orang tuanya, yang belum lama bertobat dan memeluk iman Katolik, pergi menemui seorang Pastor Yesuit dan menceritakan semua. imam itu sendiri yang menceritakan semua itu padaku.

Santo Dominikus

Menyadari akan gawatnya dosa-dosa yang merintangi pertobatan orang berdosa, Santo Dominikus mengasingkan diri ke hutan.  Disana ia berdoa dan bermati raga, selama tiga hari tiga malam, tanpa berhenti berdoa Rosario. 

Pada saat itulah, Bunda Maria menampakkan diri padanya. Bunda Maria berkata, bahwa dalam peperangan untuk mempertobatkan orang berdosa, senjata paling ampuh adalah Salam Malaikat. "Karena itu, kalau engkau mau menemui jiwa-jiwa kaum beriman yang bersikap keras, dan memenangkan mereka bagi Allah, wartakanlah mazmurku".

Peristiwa ajaib yang dialami oleh Santo Dominikus sejak penampakkan Bunda Maria itu-yang menghidupkan devosi pada Rosario Suci-serupa dengan peristiwa yang terjadi di Gunung Sinai, ketika Allah Yang Mahakuasa memberikan hukum-Nya kepada dunia (= umat Israel). Dengan demikian, ini membuktikan nilai dan pentingnya Rosario Suci.

Sepanjang hidupnya Santo Dominikus tidak mempunyai apapun dalam hatinya selain  memuji dan meluhurkan Bunda Maria, mewartakan keagungannya dan mengilhami setiap orang agar menghormati ibu Tuhan dengan selalu mendaraskan Rosarionya.

Sebagai pahala, Santo Dominikus menerima karunia yang tidak terbilang banyaknya dari Bunda Maria. Ia memahkotai karya-karyanya dengan mujizat serta Tuhan Yang Mahakuasa senantiasa membantunya dalam melumpuhkan ajaran sesat, serta membantu Santo Dominikus menjadi seorang pendiri dan pemimpin ordo religius yang besar.

Beato Alan de la Roche

Segala sesuatu, bahkan yang paling suci sekalipun, tidak bebas dari perubahan. Teristimewa bila hal itu tergantung pada kehendak bebas manusia. Pasti juga bahwa, rencana jahat dan kecemburuan setan sebagian besar mengakibatkan orang-orang mulai mengabaikan Rosario Suci, dengan demikian merintangi curahan rahmat Tuhan ke atas dunia.

Serikat Rosario yang dibangun oleh Santo Dominikus perlahan mulai terkubur dan terlupakan. Maka pada tahun 1349, Tuhan menghukum Eropa dengan berbagai malapetaka dan wabah yang mengerikan. Bencana-bencana ini disusul dengan kesesatan iman (Flagellantus) dan Perpecahan Gereja (Skisma) di seluruh benua Eropa.

Setelah berbagai pencobaan, Tuhan Yesus sendiri mendatangi Beato Allan de la Roche, seorang Teolog Katolik Roma yang terkenal karena pandangannya tentang Doa, ketika ia sedang merayakan Ekaristi Kudus. 

Bunda Tuhan juga mengunjunginya, dan kemudian Santo Dominikus menampakkan diri pada Beato Alan. Pertemuan-pertemuan itu, akhirnya membuat Beato Alan mengambil keputusan untuk memulai pemulihan akan devosi kepada Rosario Suci. Dengan gencar mendaraskan dan mewartakan Rosario Suci. Bahkan Beato Alan bekerja keras untuk memulihkan Serikat Rosario Suci di tengah berbagai pencobaan. 

Serikat Rosario Suci melakukan kesepakatan, untuk mulai mendaraskan Rosario secara lengkap, sebanyak seratus lima puluh Salam Maria, setiap hari. Ada tiga jenis anggota serikat Rosario Suci: anggota biasa, yang sekali seminggu mendaraskan Rosario Suci secara lengkap; anggota tetap, yang sekali setahun mendaraskan Rosario Suci secara lengkap; anggota harian, yang setiap hari wajib mendaraskan lima belas peristiwa Rosario Suci lengkap dengan seratus lima puluh Salam Maria. 

Beato Alan memperoleh banyak keistimewaan dari Bunda Allah. Bunda Maria menampakkan diri untuk memberikan pengajaran-pengajaran kepadanya, serta penghiburan di masa-masa pencobaan yang dialami Beato Alan.

Bunda Maria tidak saja memberkati orang-orang yang mewartakan Rosarionya, melainkan juga memberkati semua orang yang mendorong orang lain untuk mendaraskannya dengan contoh-contoh hidup mereka

Mazmur Yesus dan Mazmur Maria

Sejak Santo Dominikus menghidupkan Devosi kepada Rosario Suci hingga Beato Alan de la Roche memulihkan kembali pada tahun 1460, Rosario Suci selalu disebut  Mazmur Yesus dan Mazmur Maria. Sebutan itu dikarenakan Mazmur Yesus dan Mazmur Maria mempunyai jumlah yang sama dengan jumlah mazmur di dalam Kitab Mazmur Daud.

Tetapi Rosario dapat dianggap lebih bernilai daripada Mazmur Daud karena tiga alasan: Pertama, Mazmur Malaikat itu mengandung nilai yang lebih mulia, yaitu Sabda yang menjelma di dalam Pribadi Yesus Kristus, sedangkan Mazmur Daud memuat ramalan-ramalan perihal kedatangan-Nya.

Kedua, Mazmur Maria lebih agung daripada Mazmur Daud yang hanya berfungsi sebagai pralambang. KetigaDoa Rosario yang terdiri dari doa Bapa Kami dan Salam Maria merupakan karya langsung Tritunggal Mahakudus dan tidak dibuat oleh manusia.

Mujizat dan Pertobatan  

Bruder Alfonsus Rodriquez, seorang biarawan Yesuit, biasa mendaraskan Rosario dengan semangat berkobar-kobar, sehingga ia sering melihat sekuntum mawar merah keluar dari mulutnya pada setiap doa Bapa Kami, dan sekuntuk mawar putih  pada setiap Salam Maria.

Dikisahkan ada seorang rahib muda yang mempunyai kebiasaan berdoa Rosario setiap hari sebelum makan malam. Suatu hari, karena sebuah halangan, ia tidak dapat melakukannya. Karena lonceng makan malam sudah berdentang, ia meminta ijin pada pimpinannya, untuk berdoa Rosario di kamarnya.

Setelah sekian lama ia tidak datang kembali ke ruang makan, pemimpin biara menyuruh seorang rahib lain menyusul ke kamarnya. Rahib itu melihat rekannya bermandikan cahaya surgawi di kamarnya dan sedang memandang Bunda Maria yang dikawal oleh dua orang malaikat.

Mawar-mawar yang indah terus bermunculan pada setiap doa Salam Maria yang didaraskannya. Dan mawar-mawar itu diambil oleh kedua malaikat dan diletakkan di atas kepala Bunda Maria. Dan Bunda Maria menerimanya dengan tersenyum. Bunda Maria dan kedua malaikat tidak menghilang sampai seluruh peristiwa Rosario didaraskan.

Alfonsus, Raja Leon dari Galicia, ingin sekali semua hamba dan pelayannya menghormati Bunda Perawan dengan mendaraskan Rosario Suci. Ia selalu mengenakan Rosario pada ikat pinggangnya, dengan itu ia menggerakan bawahannya untuk selalu berdoa Rosario. Namun sayangnya ia sendiri tidak mendaraskan Rosario itu.

Pada suatu hari ia jatuh sakit, ketika mendekati ajal, dalam sebuah penglihatan, ia melihat dirinya berdiri di hadapan takhta pengadilan Tuhan. Banyak setan ada disana dan mendakwanya perihal semua dosa yang sudah ia lakukan. 

Yesus Tuhan kita sebagai Hakim Yang Mahakuasa hampir saja menghukumnya masuk neraka, ketika Bunda Maria datang membelanya. Dengan sebuah timbangan diletakkan dosa-dosa raja Leon pada satu bagian dan di bagian lain diletakkan Rosario yang selalu dibawa di pinggangnya serta semua doa Rosario yang telah ia daraskan selama hidupnya.

Ternyata Rosario itu jauh lebih berat daripada dosa-dosanya. Raja Alfonsus dikerpenankan hidup beberapa tahun lagi. Bunda Maria berpesan agar ia bertobat dan memanfaatkan dengan bijak tahun-tahun yang diberikan itu.  Setelah sembuh, Raja Alfonsus menyebarluaskan devosi kepada Rosario Suci dan mendaraskannya setiap hari dengan penuh keyakinan.

15.000 Roh Jahat. Ketika Santo Dominikus berkotbah tentang Rosario Suci di Carcassone, seorang bidaah menertawakan mukjizat-mukjizat dan lima belas misteri Rosario Suci. Perbuatan  ini menghalangi pertobatan orang-orang bidaah lain. Sebagai hukumannya, Allah membiarkan lima belas ribu roh jahat masuk ke tubuh orang itu

Orang tuanya membawa dia ke Santo Dominikus untuk dibebaskan dari roh-roh jahat itu. Santo Dominikus mulai berdoa dan meminta semua orang yang hadir untuk turut mendaraskan doa Rosario dengan suara lantang.

Santo Dominikus memaksa roh-roh jahat yang merasuki orang tersebut menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Mereka mengatakah bahwa: Mereka berjumlah lima belas ribu di dalam tubuh orang malang itu, karena ia telah menyerang lima belas misteri Rosario. 

Roh-roh jahat itu berkata; bahwa dengan mewartakan Rosario Suci, St. Dominikus menyebarkan ketakutan dan kengerian di dalam neraka, bahkan St. Dominikus adalah yang paling mereka benci di seluruh dunia, karena jiwa-jiwa yang direnggutnya kembali dari tangan mereka melalui devosi kepada Rosario Suci. 

St. Dominikus melilitkan Rosarionya di leher orang Albigensia itu, serta meminta kepada roh-roh jahat itu untuk menceritakan; siapakah dari antara semua orang kudus di surga yang paling mereka takuti, dan siapakah yang paling disayang dan dihormati manusia.

Mendengar itu, roh-roh jahat menjerit-jerit ketakutan sehingga sebagian besar umat yang ada di situ merebahkan diri ke tanah dan pucat ketakutan. Dengan segala kelicikan, mereka berusaha agar tidak menjawab pertanyaan St. Dominikus. Roh-roh jahat itu menangis dan merintih memilukan sehingga membuat banyak orang yang hadir turut menangis karena merasa kasihan. 

St. Dominikus tak terpengaruh sedikit pun oleh rintihan roh-roh jahat itu. Ia mengatakan kepada mereka, bahwa ia tak akan melepaskan mereka sebelum mereka menjawab pertanyaannya. Roh-roh jahat itu menolak berbicara sepatah kata pun, mereka tidak mematuhi sedikit pun perintah St. Dominikus.

Lalu St. Dominikus berlutut dan berdoa kepada Bunda Maria: "Ya, Perawan Maria yang penuh kuasa dan ajaib, kumohon kepadamu melalui kuasa Rosario, perintahkanlah musuh-musuh umat manusia ini menjawab aku." Dengan berlutut Santo Dominikus memohon agar Bunda Maria memerintahkan roh-roh jahat itu menyatakan kebenaran di hadapan semua umat disitu, yang telah dengan sepenuh hati berdoa Rosario.

Setelah St. Dominikus menyelesaikan doanya, tampaklah Bunda Maria dikelilingi sejumlah malaikat, memukuli orang yang kerasukan roh-roh jahat itu dengan setangkai emas yang dipegangnya dan berkata: "Jawablah hambaku dengan segera." 

Lalu roh-roh jahat itu mulai menjerit: "Wahai engkau musuh kami, kejatuhan dan kehancuran kami, mengapa engkau turun dari surga hanya untuk mendera kami secara kejam? Wahai pengantara orang-orang berdosa, engkaulah yang merenggut orang-orang berdosa dari kuasa kami, 

Engkaulah jalan yang paling tepat menuju surga, apakah kami harus menyatakan semua kebenaran itu dan mengakukannya di depan semua orang, siapa yang sebenarnya yang menjadi alasan rasa malu kami dan keruntuhan kami? Oh, terkutuklah kami pangeran-pangeran kegelapan.

Dengarkanlah baik-baik, hai orang-orang Kristen: Bunda Yesus Kristus sungguh berkuasa dan ia dapat menyelamatkan hamba-hambanya dari kejatuhan ke dalam api neraka.  

Dialah matahari yang menghancurkan kegelapan tipu muslihat dan kecerdikan kami. Yang membongkar komplotan-komplotan kami yang tersembunyi dan memporak-porandakan jeratan-jeratan kami, serta membuat semua godaan kami menjadi tak berguna dan tak berhasil. 

Kami lebih merasa takut kepadanya daripada semua orang kudus lain di surga dan kami pun tidak berhasil membujuk hamba-hambanya yang setia. Banyak orang Kristen yang memohon kepadanya saat kematiannya, dan seharusnya mereka terkutuk menurut pertimbangan kami, tetapi diselamatkan oleh perantaraannya.

Oh, kalau saja Maria tidak mengadu kekuatannya dengan kekuatan kami serta mengacaubalaukan rencana-rencana kami, pastilah kami telah memenangkan Gereja serta menghancurkannya jauh-jauh hari sebelum ini. 

"Tak seorang pun yang tekun dalam doa Rosario akan dikutuk, karena ia (Maria) akan memperoleh bagi hamba-hambanya, rahmat penyesalan yang jujur dari lubuk hati yang dalam akan dosa-dosanya dan dengan demikian mereka mendapatkan pengampunan dan kerahiman Allah."

Kemudian St. Dominikus menyuruh semua orang berdoa Rosario dengan sangat perlahan-lahan dan dengan penghormatan yang besar. Untuk setiap Salam Maria, Bunda Maria menarik keluar seratus roh jahat dari tubuh orang itu. Roh-roh jahat itu keluar dalam bentuk baru bara yang panas membara. Setelah dibebaskan, orang yang dirasuki itu bertobat dan menjadi anggota Rosario Suci.

Chartagena, seorang biarawan Fransiskan terpelajar, menceritakan sebuah peristiwa besar di tahun 1482. Yang Mulia James Sprenger bersama biarawan lain sedang berusaha menghidupkan kembali devosi kepada Rosario Suci dan membentuk serikat Rosario Suci di kota Koln, Jerman

Ada dua orang imam yang sangat terkenal karena kehebatan kotbah mereka, iri hati dengan pengaruh besar kotbah-kotbah tentang Rosario Suci. Mereka mulai melancarkan perlawanan terhadap Rosario Suci, kapan saja ada kesempatan berkobah. Karena mereka sangat fasih berbicara dan memiliki reputasi besar, banyak orang terbujuk untuk tidak menggabungkan diri dalam Serikat Rosario Suci.

Salah seorang pengkotbah yang sudah bertekad dengan niat jahatnya, menyusun sebuah kotbah menentang Rosario Suci dan hendak menyampaikan pada hari Minggu berikutnya. Ketika tiba waktunya, ia tidak kunjung datang. Ketika seseorang disuruh untuk pergi memeriksanya, ia mendapat imam itu sudah meninggal, sendirian tanpa seorangpun menyaksikan dan menolongnya.

Imam lainnya memutuskan untuk meneruskan rencana kawannya yang sudah meninggal itu. Dengan demikian, ia berharap dapat mengakhiri riwayat serikat Rosario Suci. Tetapi ketika tiba saatnya untuk berkotbah, Tuhan menghukumnya dengan kelumpuhan pada kedua tungkai dan lengannya, juga kemampuannya untuk berkotbah.

Menyadari akan kesalahannya, ia mengakui dosanya juga dosa temannya, dan mencari perlindungan pada Bunda Maria. Ia berjanji akan mewartakan Rosario Suci dengan semangat, seperti semangatnya menentang Rosario Suci. Bunda Maria memulihkannya. Di depan umum ia membeberkan kekhilafannya dan sejak itu ia mewartakan keajaiban-keajaiban Rosario Suci dengan penuh semangat.

Kontrak BerdarahPada tahun 1578, seorang wanita dari Anvers menyerahkan diri kepada Iblis dan menandatangani kontrak dengan darahnya sendiri. Tak lama berselang ia menyesal sekali dan berniat sungguh-sungguh untuk memperbaiki perbuatannya yang ngeri ini.

Untuk itu ia pergi menemui seorang bapa pengakuan yang ramah dan arif. Bapa pengakuan ini menyarankan kepadanya agar menemui Pater Henry, imam Dominikan, juga pemimpin Serikat Rosario Suci di kota itu untuk meminta agar memasukkan dia sebagai anggota persaudaraan itu dan sudi mendengarkan pengakuan dosanya. 

Wanita itu kemudian pergi mencari Pater Henry, namun Iblis sudah lebih dulu menyamar sebagai seorang imam Dominikan dan berusaha menghalang-halangi niat wanita itu dengan menghardiknya habis-habisan tanpa mengenal ampun. Iblis mengatakan bahwa sepanjang hidup, ia tidak akan lagi menerima rahmat Allah Mahakuasa. Bahwa sama sekali tak ada jalan lagi baginya untuk menarik kembali perjanjiannya. 

Namun wanita itu tidak putus asa memohon belas kasihan Allah. Sekali lagi ia mencari Pater Henry. Tetapi, untuk kedua kalinya Iblislah yang menjumpainya lagi dengan hardikannya yang kasar tanpa kenal ampun.

Ia datang lagi untuk ketiga kalinya. Akhirnya, berkat Penyelenggaraan Ilahi, ia dapat bertemu langsung dengan Pater Henry. Dengan sangat ramah Pater Henry membantunya sambil mengajak dia agar memasrahkan diri kepada kerahiman Allah Yang Mahakuasa dan mengaku dosa dengan tulus. 

Pater Henry kemudian menerima dia di dalam Serikat Rosario Suci dan menyuruhnya sesering mungkin berdoa Rosario.

Pada suatu hari, sementara Pater Henry merayakan Perayaan Ekaristi untuk wanita itu, Bunda Maria memaksa Iblis itu mengembalikan kepada wanita itu perjanjian yang telah ditandatanganinya. Dengan demikian, ia dilepaskan dari cengkraman Iblis berkat kuasa Maria dan devosinya kepada Rosario Suci. 

Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran (Yak 1:17)

Doa yang Luhur. Apapun yang anda lakukan, janganlah seperti seorang wanita Roma yang saleh namun keras kepala. Setelah memutuskan meminta nasihat pada Santo Dominikus tentang hidup rohaninya, ia juga meminta untuk mengaku dosa. Santo Dominikus menyuruhnya untuk mendaraskan seluruh peristiwa Rosario setiap hari.

Wanita itu berkata bahwa ia tidak punya waktu untuk melakukannya. Ia memaafkan dirinya sendiri dengan alasan ia telah berdoa setiap hari di gereja-gereja kota Roma, mengenakan pakaian jerami, melakukan banyak penetensi serta berpuasa dan berpantang. 

Santo Dominikus berulang kali mendesaknya berdoa Rosario. Namun ia menolaknya. Ia meninggalkan kamar pengakuan dengan perasaan ngeri atas saran Santo Dominikus. Tidak lama setelah itu, ketika sedang berdoa, ia mengalami ekstase dan penglihatan ajaib.

Ia melihat dirinya berada di hadapan Takhta pengadilan Tuhan. Santo Mikael meletakkan semua perbuatan baik, penetensi dan doa-doanya pada satu belahan timbangan, dan dosa-dosanya pada belahan timbangan lain. Namun semua perbuatan baik, penetensi dan doa-doanya tidak lebih berat dari dosa-dosanya.

Dengan gemetar wanita itu memohon belas kasihan dan pertolongan dari Bunda Maria, pembela yang murah hati. Bunda Surgawi mengambil satu-satunya doa Rosario yang pernah ia doakan. Ternyata doa Rosario itu sedemikian beratnya jauh lebih berat dari semua dosanya, bahkan dari jumlah semua pekerjaan baiknya.

Bunda Maria kemudian memperingatkannya, agar menuruti saran Santo Dominikus, untuk berdoa Rosario setiap hari. Segera setelah sadar, wanita itu pergi menemui Santo Dominikus dan menceritakan penglihatannya sambil memohon pengampunan karena ketidakpercayaannya.

Pada suatu hari, Santa Getrudis mengalami suatu penglihatan. Ia melihat Tuhan sedang menghitung uang emas. Ia memberanikan diri untuk bertanya kepada-Nya, apa yang sedang IA lakukan. Tuhan menjawab, "Aku sedang menghitung Salam Maria yang telah kau doakan; inilah uang yang dapat kau gunakan untuk membayar tiket perjalananmu ke surga."

Credo

Doa Rosario berisi Credo sebagai pembukaan. Credo atau Pengakuan Iman Rasul merupakan intisari semua kebenaran iman Kristen. Credo adalah doa yang memiliki manfaat besar, karena iman adalah akar dan awal dari semua keutamaan abadi, juga dari semua doa yang berkenan pada Allah Yang Mahakuasa. "Sebab siapa yang berpaling kepada Allah, ia harus percaya". (Ibr 11:6)

Barang siapa berhasrat datang pada Allah, pertama-tama haruslah ia percaya, semakin besar imannya semakin besar pula berkat yang diperoleh dari doa-doanya. Semakin ia bergairah penuh daya, semakin ia memuliakan Allah.

Dengan mengucapkan kalimat: Aku percaya (akan) Allah, kita menguduskan jiwa dan menolak setan secara total. Karena kata itu mengandung tiga keutamaan teologis: iman, harapan dan kasih. Para orang Kudus telah mengalahkan berbagai pencobaan dengan Doa ini, terutama pencobaan terhadap iman, harapan dan kasih.

Seorang bidaah memenggal kepala Santo Petrus dengan pedang menjadi dua bagian, tetapi Santo Petrus, pada saat-saat terakhir masih sempat menuliskan kata-kata itu dengan jarinya di atas tanah.

Rosario Suci mengandung misteri Yesus dan Maria, dan iman merupakan satu-satunya kunci untuk menyingkap misteri-misteri tersebut. Maka kita harus mengawali doa Rosario dengan mendaraskan Aku Percaya, sepenuh hati, semakin kuat iman kita, semakin kuat pula rahmat yang akan kita peroleh.

Untuk mendaraskannya, kita harus berada dalam rahmat Allah, sekurang-kurangnya, kerinduan akan rahmat Allah. Iman ini haruslah teguh dan tidak tergoyahkan. Juga tidak boleh berhenti karena pikiran tanpa sengaja dilanda oleh berbagai gangguan atau kebingungan atau menaruh benci yang aneh dalam batin dan keletihan badan.

Doa Bapa Kami

Doa Bapa Kami atau Doa Tuhan, mempunyai nilai yang sungguh Luhur, terutama karena penciptanya bukanlah manusia atau malaikat, melainkan Raja para malaikat dan manusia, Tuhan dan Juru Selamat kita Yesus Kristus.

Doa Bapa Kami adalah seuntai doa pendek namun mengajari begitu banyak hal, yang dapat dipahami oleh semua orang. Berisi semua kewajiban kita pada Allah, perbuatan sebagai buah dari semua keutamaan dan permohonan bagi semua kebutuhan kita baik jasmani maupun rohani.

Orang-orang yang mendaraskan doa Bapa kami dengan penuh keyakinan, sambil merenungkan setiap kata, tidaklah salah apabila mereka menyebut diri orang yang terberkati, karena di dalamnya mereka menemukan segala sesuatu yang mereka dambakan. Karena Bapa yang Kekal akan mendengarkannya, sebab doa itu adalah doa Putra-Nya sendiri, yang selalu IA dengarkan.

Santo Agustinus mengatakan; setiap kali kita mendaraskan doa Bapa Kami dengan khidmat, dosa-dosa kita yang ringan diampuni. Sudah tiba waktunya untuk mengubah cara berpikir, anda hanya menyukai doa-doa yang digubah manusia, seolah-olah manusia tahu lebih banyak tentang cara berdoa dibanding Yesus Kristus sendiri. 

Sungguh berbahaya jika kita kehilangan minat akan doa yang diberikan Tuhan sendiri. Ketika kita mendaraskan doa ajaib ini, kita menyentuh hati Tuhan dan menyapanya dengan manis Bapa - Bapa Kami.

Salam Maria

Salam Malaikat sedemikian surgawi sifatnya dan begitu dalam artinya, sehingga Beato Alan dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menangkap artinya; yang mampu menerangkannya hanya Tuhan dan Juru Selamat kita, Yesus Kristus, yang lahir dari Perawan Maria.

Salam itu terbagi atas dua bagian: pujian dan permohonan. Bagian pertama mengetangahkan keagungan Santa Maria, yang diwahyukan oleh Tritunggal Mahakudus, sedangkan bagian kedua berisikan salam Santa Elisabeth, yang diilhami oleh Roh Kudus, pada bagian ini terdapat segala sesuatu yang perlu kita mohon dan yang kita harapkan melalui kebaikannya. 

Pada tahun 430, Bunda Gereja yang kudus memberikan kesimpulan itu, dan Konsili Efesus menetapkan bahwa Perawan Maria sesungguhnya adalah Bunda Allah. Pada saat inilah gereja menghimbau kita untuk berdoa kepada Bunda Maria di bawah Gelar yang indah ini dengan mengatakan: Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan pada waktu kami mati.

Dengan Salam Malaikat, Allah menjadi manusia, seorang perawan menjadi Bunda Allah, jiwa-jiwa orang saleh dibebaskan dari Api Penyucian, takhta yang kosong di surga terisi. Tambahan pula, dosa-dosa terampuni, rahmat diberikan kepada kita, orang-orang sakit disembuhkan, orang mati dihidupkan, orang buangan kembali ke tanah airnya, kemurkaan Tritunggal Mahakudus meredah serta manusia memperoleh hidup kekal.

Allah yang Mahakuasa tidak pernah meremehkan doa-doa kita, sebaliknya Ia bergembira bila kita menyanyikan lagu-lagu pujian bagi-Nya. "Aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu" (Mzm 144:9).

Kita memuji dan meluhurkan Allah Bapa, karena IA begitu mencintai dunia ini dengan memberikan kepada kita Putra Tunggal-Nya sebagai Juru Selamat Kita. Kita meluhurkan Putra karena Ia berkenan meninggalkan surga dan turun ke dunia - untuk MENJADI MANUSIA dan menebus kita. Kita memuliakan Roh Kudus karena Ia membentuk Tubuh Tak Bercelah Tuhan kita, di dalam Rahim Bunda Maria.

Pujian apapun yang kita kidungkan kepada Bunda Maria, secara pasti akan kembali kepada Allah yang adalah sumber semua keutamaan dan kesempurnaan Bunda Maria. Allah Putra dimuliakan; karena kita memberi pujian kepada ibunya yang tersuci; Allah Roh Kudus dimulaiakn karena kita hanyut dalam kekaguman akan curahan rahmat kepada mempelainya. 

Beato Alan de la Roche yang begitu mendalam devosinya kepada Bunda Maria, menerima banyak wahyu, dan kita tahu ia telah menegaskan kebenaran wahyu-wahyu itu di bawah sumpah yang sungguh-sungguh.

Tiga dari semua wahyu itu dengan tekanan khusus: pertama, jika orang lalai mendaraskan Salam Maria karena pengabaian, atau karena acuh tak acuh, atau karena mereka membencinya, ini adalah suatu tanda bahwa mereka mungkin akan dihukum atau tidak lama lagi mereka akan dalam hukuman abadi.

Kebenaran kedua, bahwa orang-orang yang mencintai Salam Ilahi menerima materai keselamatan yang sangat khusus.

Kebenaran ketiga, bahwa orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah, mencintai Bunda Maria dan melayani dia dengan cinta dan harus berusaha menjaga agar mereka terus-menerus mencintai dan melayani dia hingga saat ia mendapatkan tempat di surga bagi mereka melalui Putranya yang Ilahi.

Segera setelah Santa Elisabeth mendengar Salam Bunda Maria, ia dipenuhi Roh Kudus dan bayi dalam rahimnya melonjang kegirangan. Jika kita membuat diri kita pantas bagi salam dan berkat Tuhan dan Bunda-Nya, kita akan dibanjiri dengan rahmat dan arus penghiburan rohani mengalir masuk ke dalam jiwa kita.

Ada tertulis: "Berilah dan kamu akan diberi..." (Luk. 6:38). Dengan mengambil ilustrasi Beato Alan de la Roche; "Andaikan setiap hari saya memberi kepada anda seratus lima puluh permata, sekalipun anda adalah musuk saya, apakah anda tidak memaafkan saya? Apakah anda tidak sudi memperlakukan saya sebagai seorang sahabat dan memberikan kepada saya semua rahmat yang mampu anda berikan?

Jika anda mau memperoleh rahmat dan kemuliaan yang berlimpah, salamilah Perawan Terberkati, hormatilah Ibumu yang baik itu." Hendaklah setiap hari anda mempersembahkan sekurang-kurangnya lima puluh Salam Maria, karena masing-masingnya bernilai lima belas batu permata dan jauh lebih berkenan kepada Bunda kita daripada segala kekayaan apapun yang terkumpul di muka bumi ini.

Pada akhirnya, Santo Louis de Monfort berpesan, apapun keadaan hidup anda, ketika anda sedang berdosa berat, atau anda sedang mencari-cari dalam kegelapan, ketidaktahuan dan kesesatan, atau ketika anda sedang sedih karena penderitaan, ketika anda kehilangan rahmat, atau saat anda merasa sendirian dan  kehilangan perlindungan Allah, atau merasa lapar akan rejeki dan rahmat kehidupan, 

Datanglah kepada Maria, salamilah ibu yang penuh rahmat itu, ucapkanlah dengan sepenuh hati dan jiwamu, renungkanlah misteri-misteri Tuhan dan Bundanya dalam Rosario Suci agar anda memperoleh rahmatnya yang besar dalam kehidupan ini, di saat kematian dan dalam keabadian.

Seringkali kita tidak bisa bertahan dalam doa Rosario, kita harus menghadapi berbagai macam gangguan karena terus-menerus mengulang kata-kata yang sama. Pengulangan ini membuat kita sering merasa lelah dan melamun, akhirnya kita mulai mencari doa-doa lain yang lebih segar karena variasi kata dan ungkapan membuat kita tetap siaga.

Hal ini menunjukkan bahwa kita membutuhkan devosi yang sangat besar untuk tetap bertahan dalam Rosario. Khayalan yang tidak pernah berhenti menyulitkan kita, sementara itu iblis tidak akan lelah berusaha mengganggu kita dan akan membuat segalanya bertambah rumit. Namun iblis juga tidak akan menentang selama kita khusuk berdoa Rosario.

Janganlah mendengarkan perkataan Iblis, baik sebelum atau sesudah berdoa Rosario, karena ia tidak akan berhenti membuatmu merasa lelah dan merasa doa ini sia-sia, melainkan tetaplah bergembira dan berusaha melawan semua itu, sekalipun khayalanmu terus mengganggu selama doa Rosario.

Ingatlah selalu bahwa Rosario terbaik ialah yang memberi berkat dan akan lebih banyak berkat dalam berdoa bila doa itu sulit dijalankan dari pada yang gampang. Bahkan ketika anda tidak punya minat untuk berdoa karena kemalasan, namun anda tetap berdoa, saat itulah Tuhan semakin berkenan.

Semua itu adalah pertempuran yang dahsyat, dan senjata Rosario itu ada di tangan anda. Ketika anda meletakkan senjata, yaitu berhenti berdoa, anda tinggal menunggu kekalahan. Tapi ketika anda bertahan dan berjuang memeranginya, dan anda menang, iblis akan pergi meninggalkan anda seorang diri.

Cara Berdoa Rosario

Mohonlah kepada Roh Kudus agar dapat berdoa dengan baik, tempatkanlah diri anda sejenak di hadirat Allah dan persembahkanlah peristiwa Rosario sesuai dengan cara yang akan saya tunjukkan.

sebelum memulai suatu peristiwa, berhentilah sejenak - terserah berapa lama - renungkan misteri yang anda pilih untuk menghormati peristiwa itu. Yakinlah selalu untuk mohon kepada Allah Yang Mahakuasa, dengan misteri ini dan dengan perantaraan Bunda Maria, salah satu keutamaan yang sangat mencolok dalam misteri ini atau salah satu keutamaan yang sangat anda butuhkan.

Hindarilah dua hal ini: pertama, tidak meminta rahmt apapun atau intensi. Mintalah rahmat Allah untuk salah satu rahmat apapun atau mengatasi salah satu dosa. Bahaya kedua; tidak mempunyai intensi lain daripada membuat doa Rosario itu cepat selesai.

Sungguh menyedihkan melihat banyak orang mendoakan Rosario secara cepat, sehingga kata-kata tidak diucapkan dengan baik dan tepat. Kita tidak mungkin mengharapkan hal ini akan diterima dan disukai oleh Yesus dan Maria.

Tidaklah mengherankan bahwa pada akhirnya sebagian besar doa agama kita ini tampaknya tidak memberikan hasil apapun, dan bahwa setelah mendaraskan ribuan Rosario, kita belum menjadi lebih baik daripada sebelumnya! Saya mohon kepada anda untuk mengendalikan kecepatan yang sangat mudah melanda anda.

Berhentilah sejenak setiap kali mendaraskan doa Bapa Kami dan Salam Maria. Saya memberi tanda salib pada setiap perhentian seperti di bawah ini:

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami, dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa  ini, sekarang dan pada waktu kami mati. Amin.

Pada mulanya akan terasa sulit, namun ingatlah satu peristiwa yang didaraskan dengan sungguh-sungguh lebih bernilai daripada ribuan Rosario yang didoakan dengan tergesa-gesa - tanpa renungan atau perhentian.

Beato Alan de la Roche menceritakan kisah tentang tiga biarawati yang dinasihati oleh bapa pengakuan mereka, untuk mendoakan Rosario tanpa putus selama setahun penuh. Dengan begitu mereka akan membuatkan mantel kemuliaan yang indah bagi Bunda Maria dari Rosario yang mereka doakan.

Demikian ketiga biarawati itu selama setahun dengan tekun dan setia mendoakan Rosario. Pada hari Raya Jiwa-jiwa di Api Penyucian, Bunda Maria menampakkan diri pada mereka. Santa Katarina dan Santa Agnes menyertai Bunda Maria, yang mengenakan mantel berkilau-kilauan dan dibubuhi tulisan emas "Salam Maria, penuh rahmat."

Bunda Maria mendatangi biarawati yang tertua dan berkata: "Aku menyalami engkau, karena engkau telah menyalami aku begitu sering dan begitu saleh. Aku mau mengucapkan terima kasihku kepada anda atas mantel indah yang telah kau kenakan bagiku." Kedua pengiring kudus yang menyertai Bunda Maria juga mengucapkan terima kasih pada biarawati tua itu, lalu ketiganya menghilang.

Selang satu jam kemudian, Bunda Maria bersama kedua wanita kudus ini menampakkan diri lagi. Kali ini Bunda Maria mengenakkan mantel berwarna hijau tanpa tulisan emas serta tidak berkilauan. Ia pergi kepada biarawati kedua, mengucapkan terima kasih padanya karena telah membuatkan mantel itu baginya dengan doa Rosario.

Karena suster kedua ini, melihat  Bunda Maria mengenakkan mantel yang lebih anggun dan semarak pada penampakkan pertama, maka ia bertanya, mengapa ia mengganti mantelnya. Bunda Maria menjawab: "Rekan suster anda telah membuat bagiku mantel yang jauh lebih indah karena ia telah berdoa Rosario dengan cara yang lebih baik daripada anda."

Sejam kemudian Bunda Maria menampakkan diri kepada biarawati termuda dalam pakaian yang kasar dan compang-camping serta kotor. Anakku, katanya pada suster itu, aku mau berterima kasih padamu untuk pakaian hasil kerja tanganmu ini.

Suster muda itu seketika diliputi rasa malu dan memohon Bunda Maria memberinya kesempatan membuatkan mantel yang lebih indah. Namun Bunda Maria dan kedua pengiring kudusnya menghilang dan meninggalkan biarawati muda itu dalam keadaan batin yang hancur luluh. Ia mendatangi bapa pengakuannya dan menceritakan semua itu. Imam itu kemudian mengajaknya untuk berdoa Rosario lagi selama setahun dengan lebih khidmat.

Pengalaman saya sendiri, doa ini saya kenal sejak kecil. Walaupun di masa itu belum terlalu mengerti, kenapa nenek dan tanta saya begitu semangat berdoa Rosario, pagi sebelum kami bangun dan saat malam bersama-sama gabungan (Kombas), dan saya juga hanya ikut-ikut saja, tapi semua itu saya peroleh manfaatnya sampai saat ini.

Saya sungguh merasa diberkati dan saya percaya semua itu datang dari doa yang didaraskan dengan sungguh-sungguh setiap malam, walaupun dalam ketidaktahuan. Di masa dewasa, setelah berkeluarga, semua persoalan yang saya alami saya bawa dalam doa-doa Rosario, walaupun sekali lagi, tidak sepenuhnya tekun setiap hari, hanya di masa-masa sulit.

Tetapi sungguh, rahmat itu tetap membanjiri hidup saya. Betapa baiknya Bunda Maria, dan betapa besarnya belas kasih Allah. Saya melewati masa-masa yang paling berat sekalipun, memperoleh penghiburan dan jalan keluar. Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus dan Bundanya yang Kudus.

Pada akhirnya saya sangat bersyukur bisa menyelesaikan tulisan ini di Blog saya dan tentu saja, saya lebih memahami betapa pentingnya berdoa dan mewartakan Rosario Suci ini. 

Walaupun tidak sempurna seperti isi buku Santo Monfort, tapi semoga semua ini bisa menjadi awal yang baru bagi kita semua untuk mulai menghormati Yesus dan Bunda-Nya melalui Rosario Suci dengan sepenuh hati.

Saya sangat berharap para sahabat meluangkan waktu memiliki buku itu dan membaca, serta mulai mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalau harus menulis semua rahmat dan peneguhan yang saya terima dari doa Rosario, tidak akan ada habisnya blog ini.

Trima kasih telah membaca blog ini, semoga Allah Bapa di surga memberkati kita semua dengan rahmat-Nya yang besar, dan Tuhan Yesus Kristus bersama Bundanya, Maria, menyertai kita senantiasa kini dan sepanjang segala abad... Amin.

Paus Yohanes Paulus II

Santo Paus Yohanes Paulus II Salve sahabat Kristus, kalau kita seusia, sahabat pasti mengenal dengan baik siapa Paus Yohanes Paulus II yang ...