Heyy... Meet again... okay, before we talk about movie, let’s talk about the viral fenomena
(apakah saya menggunakan bahasa yang benar?) Vlog di youtube. Did you guys ever seen it? Or maybe kalian sendiri punya vlog di
youtube? Saya tidak hendak men-judge
ya, tapi betapa fenomenalnya aktivitas itu sampai2 artis2 kaliber dan presiden
pun menggunakan Vlog gengs... Kalau sejauh yang saya tahu ya, vlog itu dalam
kondisi tertentu bisa menghasilkan hepeng (you
know hepeng? Hehehe...). Walaupun tidak semua orang melakukannya untuk
tujuan yang sama, tapi setidaknya sebagian besar bisa jadi seperti itu ya kan??
Mungkin inilah dampak positif dari kecanduannya manusia akan dunia internet, bisa
memberi penghasilan juga.
Bahkan bukan hanya vlog, sekarang ada juga tuh blog
dan game yang bisa buat orang jadi terkenal dan menghasilkan duit. Well, tidak banyak yg saya tahu soal itu
hanya saja fenomena ini tidak mempengaruhi saya sama sekali (hahaha...), wait, bukan soal saya tidak tergiur
dengan tawarannya ya, tapi karena saya sama sekali tidak percaya diri berbicara
di depan kamera gengs. Berbahagialah mereka yang sudah sangat menguasai tampil
di depan kamera, dan finally menjadi vloger
terkenal (Indonesia punya banyak). Hanya saja ini tidak adil, karena fenomena
ini membuat yang sudah tenar semakin tenar. I
mean, kenapa orang yang sudah terkenal buat vlog juga sih? Apa yang mereka
cari? Kasih kesempatan orang lain juga ‘napa?? Hhh.... pada akhirnya semua
kembali pada kebebasan hak asasi manusia. Jadi kita bersyukur saja dengan bisa
punya blog dan bicara seperti ini.
Let’s talk about ‘Summer 03’. Nothing
special about this movie, hanya saja ceritanya membuat saya tersenyum
sendiri. Ini kisah tentang seorang gadis remaja bernama Jamie (Joey King) yang so desperate to find out about sex and all
the fantasies on it. Untuk remaja disana, summer (musim panas) adalah masa libur sekolah yang paling
ditunggu2 kali ya? Mungkin karena sepanjang tahun musim dingin yang menggigit
membuat mereka harus bertahan di dalam rumah dengan pakaian berlapis2, lalu
datanglah musim panas disertai liburan panjang yang membuatmu bisa melakukan
apapun, specially for teenagers. That is awesome moment. Jamie ada dalam
situasi itu, ditambah lagi dia masih lugu dan sama sekali tidak tahu apapun
tentang itu.
Diawali dengan pesan terakhir dari nenek Jamie, Dotie, sebelum
meninggal. Pesan2 terakhir beliau mengacaukan seluruh keluarga. kepada Jamie, Dotie
mengatakan bahwa dia sudah dibaptis secara katolik saat bayi dan ia meminta
Jamie untuk belajar bagaimana melakukan ***lsex dengan baik. Ibu Jamie, Shira, juga
menjadi korban kata2 terakhir Dotie, ia memberi tahu bahwa sejak awal dia tidak
pernah menyukai anak mantunya ini karena dia penganut Yahudi. Dotie bahkan menceritakan
pada seluruh keluarga, bahwa kakek mereka selama ini bukanlah kakek mereka yang
sebenarnya, melainkan orang lain (hahahahah I
can’t imagine that, what the funny family). Jamie punya 2 teman dekat,
March dan Emily. March adalah pemuda yang baik, dan sepertinya menyukai Jamie. Emily
adalah gadis populer di sekolah dan sangat berpengalaman dalam hal apapun,
berteman dengan Emily bahkan membuat Jamie semakin bersemangat soal mewujudnyatakan
keingintahuannya tentang seks.
Jadi mulailah Jamie mencari-cari peluang untuk
mengalami sendiri hal “itu”, bukan hanya karena omongan neneknya, tapi juga
karena dia berpikir sudah saatnya bagi dia untuk mengalaminya. Awalnya saya berpikir, mungkin Jamie akan mengalami hal itu
dengan March. Ternyata dugaan saya salah, karena insiden ‘permandian saat bayi
tanpa sepengetahuan orang tuanya’ menjadikan Jamie seorang Katolik, ia datang
ke gereja untuk bertemu pastor Patrik, guna mencari tahu hal itu. Disana ia
bertemu Luke, seorang seminarian yang seminggu lagi akan ditahbiskan menjadi
Diakon (okay, pengalaman saya artinya si Luke ini sudah Kaul Kekal dan sedang
menjalani masa TOP Diakon di gereja paroki tempat keluarga Jamie tinggal). And yes, Jamie jatuh cinta pada pandangan
pertama. Luke sangat manis dan sopan. Dia penasaran dan mencari-cari kesempatan
untuk bisa bersama Luke, ia merasa bahwa apa yang ingin dia lakukan selama
musim panas ini harus dilakukannya bersama Luke.
Disini saya berpikir, kasian juga
si March. Bertahun-tahun memendam perasaan pada Jamie, bersikap baik dan selalu
setia mendampingi tapi tidak diperhitungkan sama sekali. Malah dia lebih
tertarik dengan seorang calon pastor yang baru beberapa menit dikenalnya. Yeah,
mereka (para seminarian) punya daya tarik itu. Daya tarik sekali lirik dan mereka
bisa menguasai seluruh hatimu (okay, saya tidak sedang curhat disini bebs
wkwkwkwk...). mungkin juga si Luke ini merasa harus melanggar aturan karena daya tarik Jamie.
Film ini menggambarkan hubungan remaja dengan orang tua
mereka yang kacau balau di liburan musim semi karena hormon remaja yang penuh
rasa ingin tahu dan meledak-ledak. Ayah Jamie terlalu sibuk membawa kembali
kakek mereka yang selama ini terbengkelai akibat kebohongan yang dilakukan
nenek Dotie, ibunya masih terbuai suasana kematian disertai pesan terakhir
tidak terduga. Jadilah Jamie sendirian, seorang gadis remaja, mencari2 makna
sesungguhnya perkataan terakhir sang nenek dan memenuhi rasa penasarannya
sendiri. Finally dia melakukan hal “itu”
dengan Luke, di tempat umum dalam kegelapan, maka terjadilah insiden memalukan,
mereka tertangkap polisi. lalu ia harus menghadapi kemarahan ibunya. Ia bingung,
apanya yang salah (kalau itu kejadiannya disini bukan salah lagi, digantung
hidup2 hehehe....). Jamie juga makin kecewa karena Luke lebih memilih fokus pada
pentahbisannya, ia meminta Jamie untuk melupakan kejadian itu dan tidak
mengganggunya lagi. Kecewa dengan reaksi Luke, juga seluruh kejadian dalam
keluarga sejak kepergian Dotie, Jamie memutuskan berbicara di hari pemakaman Dotie.
Satu hal yang selama ini ia takutkan. Ia selalu kehilangan kata-kata di podium dan
itu selalu menjadi hal paling memalukan di depan teman2 sekolahnya. But, itu
tidak terjadi di gereja hari itu, ia berbicara sangat lancar sampai membongkar
semua tentang seks kilatnya dengan Luke di depan Pastor Patrick.
Okay bebs, kalian harus menyaksikan sendiri betapa kacaunya
keluarga ini hehehe... Joey King adalah artis yang saya kenal lewat film The
Kissing Both. Film itu terkenal sekali, tapi saya tidak terlalu suka karena
jalan ceritanya benar2 datar, khas film remaja. Saya hanya menontonnya setengah
tapi tidak menyelesaikannya. Pelajaran terbesar dari film ini adalah jangan
pernah menjalin hubungan dengan calon imam gengs, kalian tidak akan pernah
mendapatkannya. Hanya 1 dari 1000 yang sungguh2, selain dari pada itu mereka
hanya mau bereksperimen, sekedar memastikan bahwa mereka masih punya daya tarik
(sorry for being honest). Then, buat para seminarian juga, kalau
kalian benar2 mau ditahbiskan, jangan pernah menjalin hubungan liar di detik2
terakhir penentuan panggilanmu deh, kamu hanya akan menghancurkan seluruh
impianmu. Buat para orang tua juga (termasuk saya nih), seberapapun kacaunya
situasi dalam rumahmu, jangan pernah mengabaikan gadis remajamu, apalagi mereka
sedang dalam masa liburan. Itu benar2 akan sangat berbahaya. Mereka tetap harus
diberi perhatian penuh di masa2 itu. Jangan sampai mereka mencari tahu sendiri.
Okay gengs, maafkan bila ada kata yang menyinggung perasaan,
saya tidak bermaksud menyindiri siapapun disini yah... and maaf atas banyaknya
kekurangan saya dalam berkata2, saya sangat tidak bagus dalam merangkai kata2
indah dan terima kasih sudah meluangkan waktunya membaca blog saya.
I’ll see you soon...








Wow,,,really? The story is like that?? Wow,,,so scary. I swear, I will not watch it,,,it's so scary to see the story. By the way, it maybe says that, lamanya waktu tidak selalu menjamin kedalaman cinta seseorang; sebaliknya boleh jadi. Atau mungkin hanya film, yah?? Thank You for impressed and touched resume. Well done.
BalasHapusSometimes, movie diadaptasi dari novel or kisah nyata about suatu hal yg menjadi fenomena dlm masyarakat. Yahh, setiap orang free untuk mengartikan makna sebuah film, right?? 😁🙏
Hapus