Senin, 19 Agustus 2019

Otherhood (Motherhood) Movie




Heyy all... see you guys again.. okay, setelah film remaja tentang percintaan, movie yang akan kita bicarakan ini lebih serius ya bebs... Tentang 3 desperate Mom yang merasa tidak diperhatikan anak2 mereka in Mothers Day. Why I want to talk about this? Saya hanya merasa senasib dengan mereka. Anak2 dan pasangan bertingkah seolah selalu membutuhkan kita ketika mereka kesulitan dan kepalaran, tapi hari ulang tahun dan hari ibu berlalu begitu saja tanpa ada yang merasa perlu mengistimewakannya. Apa yang bisa kami para ibu lakukan untuk menghibur diri coba? Jalan keluar alone mencari kesenangan? Yang benar saja, itu bakal menjadi bahan perbincangan orang se-kota berabad-abad. And trust me, tidak ada suami yang memahami perasaan terdalam kita. Yang ada mereka akan mengatakan bahwa kita, para ibu, terlalu berlebihan. I hate that!! 

Terberkatilah para ibu yang punya sahabat baik sampai masa tua mereka. Itu hal yang baik gengs, kalian harus tetap memelihara persahabatan walaupun sudah lanjut usia atau berkeluarga. Ada saat dimana persahabatan sangatlah menolongmu.


Kisah berawal saat Gilian (Patricia Arquette), Carol (Angela Basset) dan Helen (Felicity Huffman) merayakan persahabatan mereka, hal ini selalu dilakukan setiap tahun tepatnya di hari ibu. Kebersamaan ketiganya dimulai sejak anak2 mereka Daniel (Jake Hoffman), Matt (Jake Lacy) dan Paul (Sinqua Walls) masih menjadi teman di taman bermain. Merasa telah melewati banyak hal sejak lama, Gilian, Carol dan Helen memutuskan tetap mempertahankan persahabatan walaupun kini anak2 mereka sudah dewasa, mandiri dan tinggal di kota Manhatan, yang jaraknya bermil2 jauhnya. Carol sudah menjadi janda sejak suaminya meninggal, Helen bercerai dan menikah lagi, Gilian satu2nya yang masih utuh pernikahannya. 


Satu2nya kesamaan mereka adalah ketiganya memiliki putra tunggal dan bersahabat sejak kecil. Dalam bincang2 hari itu, mereka finally terbuka dan mengeluhkan sudah lebih dari 10 tahun putra2 mereka tidak pulang berkunjung atau sekedar menelpon di hari ibu. Mereka merasa sudah dilupakan oleh anak2nya. Kalau biasanya 3 wanita paruh baya ini hanya ngobrol dan makan sambil membicarakan hidup mereka di rumah besar Carol, kali ini mereka memutuskan mendatangi anak2 mereka untuk memberi kejutan kemudian menginap beberapa hari disana.


After menyetir berjam2, Gilian, Carol dan Helen berpencar ke rumah anak2 masing2. Carol yang awalnya sangat pesimis karena tidak ingin mengganggu kehidupan pribadi putranya, Matt, menjadi yang pertama tiba. Kaget dengan kedatangan ibunya, Matt; seorang fotografer majalah, yang masih kebingungan akhirnya membiarkan saja ibunya menginap bersamanya. 


Helen hanya mendekati rumah Paul, berdiri di depan pintu, berpikir sebentar kemudian memutuskan menginap di Hotel tapi akan kembali besok ke rumah Paul. Sementara Gilian berhasil masuk ke rumah putranya Daniel, namun layaknya anak yang sudah sangat lama hilang kontak dengan sang ibu, ia merasa risih dan tidak siap menerima Gilian. Oya, di awal film dikisahkan si Daniel yang berprofesi sebagai penulis novel ini hendak melamar kekasihnya Erin, namun ketika masuk ke apartemen Erin, Daniel memergoki kekasihnya ini berselingkuh. 


Kandasnya hubungan Daniel dengan Erin merupakan salah satu penyebab retaknya hubungan Daniel dan Gilian juga, ia merasa ibunya tidak membangun hubungan baik dengan Erin sejak awal. Gilian sendiri merasa bahwa Daniel belum move on dari Erin, itu sebabnya hidupnya berantakan, novel yang dikerjakannya tidak pernah selesai. Saat tiba di apartemen, Gilian memaksa Daniel bertemu dengan Alison, seorang gadis yahudi untuk dijodohkan. Agar bisa segera menghindari ibunya, Daniel menelpon untuk bertemu dengan Alison malam itu juga.


Keesokan pagi Helen kembali ke rumah Paul, ia mendapati putranya ini tinggal bersama boyfriendnya, Andre dan sepasang homo lain di rumah itu. Merasa belum mendapat pengakuan resmi dari anaknya masalah seksualitas ini, Helen kemudianmembuat janji makan malam bersama seisi rumah Paul dan memaksa Paul mengaku secara resmi bahwa dia Gay. Keadaan jadi kacau karena Paul memberitahu bahwa ayahnya, yang  sudah 13 tahun berpisah dari ibunya ini, sudah lebih dulu mengetahuinya. Tentu saja Helen tidak terima. Secara pribadi Helen adalah tipycal yang sangat egois, ingin dimengerti tapi dia sendiri tidak punya toleransi dengan orang lain. Paul kemudian menjanjikan makan siang berdua dengan ibunya sebagai permintaan maaf.


Di malam yang sama dengan makan Helen serta anggota rumah Paul, Carol dan Gilian punya pengalaman sendiri. Matt pergi sampai tengah malam, membiarkan ibunya sendirian di rumah dan saat kembali ia membawa seorang gadis di bawah umur sebagai teman kencannya. Carol menjadi kesal, apalagi saat membongkar-bongkar barang2 Matt ia mendapati putranya itu sudah membohongi dia selama ini. Matt mengaku pekerjaannya adalah fotografer majalah olahraga, tapi yg dilihat Carol adalah majalah yang penuh foto2 pria dan wanita berpakaian minim. Mereka bertengkar di pagi harinya kemudian Matt pamit tidak pulang lebih cepat karena ada pesta kantor yang harus dia hadiri. Saat itulah Carol memutuskan untuk menghadiri pesta Matt tanpa diundang. Gilian menunggu Daniel sepanjang malam tapi anaknya itu tidak pulang. Saat menunggui semalaman itu, Gilian membuka laptop Daniel dan melihat ia masih menyimpan foto2 lamanya dengan Erin. Bahkan sebuah syal pink yang masih tergantung di dinding apartemennya adalah milik Erin. Di pagi hari setelah kembali ke hotel, Daniel mendatangi ibunya dan mengatakan perjodohan dengan Alison tidak berhasil. Gilian semakin yakin bahwa Daniel tidak pernah melupakan Erin.


Carol diantarkan Gilian dan Helen mencari dress untuk pesta malam itu. Kemudian mereka masuk ke salon milik Erin, untuk menata rambut Carol. Saat itulah Gilian memanfaatkan kesempatan mengobrol dan meminta maaf pada Erin, ia menyesal tidak membina hubungan baik dengan Erin dulu karena ia sadar Daniel sangat mencintai Erin. Tapi Erin secara terbuka mengatakan bahwa mereka break-up karena ia mengkhianati Daniel, tapi ia juga mengatakan bahwa Daniel sudah meninggalkannya lebih dulu selama 5 minggu tanpa kabar, jadi ia tidak pernah menyangka Daniel akan datang kembali untuk melamar.


Lunch ‘permintaan maaf’ Paul dan Helen gagal. Helen diberitahu fakta baru, bahwa ternyata putranya itu memutuskan tidak punya anak, ia mendonorkan spermanya pada pasangan lesbian. Tambahan lagi Helen mengetahui bahwa semua itu sudah diketahui Larry, mantan suaminya. Helen marah dan meninggalkan Paul ditemani kedua sahabatnya. Paul semakin bingung karena tiap kali ibunya marah ia selalu menyebut ayahnya, mantan suami yang sudah sangat lama diceraikannya. Pesta kantor Matt yang dihadiri Carol juga berantakan, Carol mabuk dan menari dengan seorang wanita muda bernama Julia yang baru dikenalnya di pesta itu. Di malam itu ketiga ibu yang marah ini berkumpul kembali lalu memutuskan mengakhiri misi mereka dan mulai bersenang2.


Menyadari para ibu tidak pulang ke apartemen mereka malam itu, Matt, Daniel dan Paul menyusul ke hotel. Tapi ibu mereka sudah kesal dan hendak pamit. Helen mengajak Carol dan Gilian belanja pakaian bayi untuk ‘cucu sperma’ yang tidak dimilikinya itu. Ketiganya malah bertengkar di toko pakaian, terbongkarlah fakta lama tentang mendiang suami Carol yang ternyata juga berselingkuh berbarengan dengan suami Gilian dan Helen. Bedanya waktu itu Gilian memaafkan suaminya, Helen memutuskan bercerai, kemudian menikah lagi dengan Frank sementara Carol bahkan tidak tahu apa2 tentang perselingkuhan itu.  Kaget dan marah karena merasa dikhianati teman2nya, Carol pamit pulang bersama Gilian, meninggalkan Helen sendiri.


Helen berhasil menemui ‘cucu’nya. Gilian juga berhasil meyakinkan Daniel bahwa ia adalah pria dewasa jadi kalau ia masih mencintai Erin ia harus melakukan sesuatu sebelum segalanya benar2 terlambat. Ia juga menceritakan pengkhianatan suaminya, ayah Daniel, tapi ia memaafkan karena ia masih mencintainya. Tidak ada kisah yang benar2 sempurna, kata Gilian pada putra semata wayangnya. Carol yang seolah baru mengetahui sisi lain suaminya, membuang semua barang2 peninggalan almarhum.


Okay... Kurasa kalian tetap perlu menontonnya sendiri ya gengs... Ini kisah yang menyenangkan, seolah Sex in The City yang dibuat masa tuanya hahahaha.... Menyenangkan karena menurut saya, walaupun sudah dewasa dan mandiri, ketiga pria muda ini masih berusaha menunjukkan bahwa mereka mencintai dan tunduk pada ibunya dengan cara mereka sendiri. Ada perbincangan yang hangat ibu dan anak, setelah bertahun2 tidak bertemu atau memberi kabar. Bahwa kita para ibu tetap ingin diperhatikan, dicintai oleh pasangan juga anak2 kita, bersenang2, memiliki sahabat dan tetap terlihat menarik di usia tua itu benar gengs, it's real... Belakangan banyak orang tidak menyadari hal itu, mereka berusaha menekan keinginan2 terdalam seperti itu karena merasa tidak pantas, tidak sesuai aturan tapi pada akhirnya hal2 yang dianggap sepele itulah yang akan muncul ke permukaan sebagai problem baru yang tidak bisa dihindari. Tapi di atas segalanya, kita memang tetap harus punya batasan2 apalagi kalau sudah paruh baya, ya kaann???

Endingnya sangat manis gengs, membuat kita akhirnya menyadari bahwa seringkali ketika kita merasa sudah dewasa dan mandiri, kita menganggap orangtua terutama ibu terlalu banyak ikut campur dalam kehidupan kita. Padahal mereka hanya mau yang terbaik. Bagi setiap ibu di muka bumi ini, berapapun usia anaknya mereka tetaplah bayi yang dilahirkannya dengan susah payah. Tidak ada ibu di dunia ini yang ingin anaknya gagal dalam hidup, hanya kadang cara mereka memang terlalu ekstrim ya kan?? Hihihi...  I am a mom too... So, tidak peduli hari ini Hari Ibu atau bukan, please tell to your mom now: ‘I Love You, Mom..’




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Paus Yohanes Paulus II

Santo Paus Yohanes Paulus II Salve sahabat Kristus, kalau kita seusia, sahabat pasti mengenal dengan baik siapa Paus Yohanes Paulus II yang ...