Heyy all... see you guys again..
okay, setelah film remaja tentang percintaan, movie yang akan kita bicarakan
ini lebih serius ya bebs... Tentang 3 desperate Mom yang merasa tidak
diperhatikan anak2 mereka in Mothers Day. Why I want to talk about this? Saya hanya
merasa senasib dengan mereka. Anak2 dan pasangan bertingkah seolah selalu
membutuhkan kita ketika mereka kesulitan dan kepalaran, tapi hari ulang tahun
dan hari ibu berlalu begitu saja tanpa ada yang merasa perlu
mengistimewakannya. Apa yang bisa kami para ibu lakukan untuk menghibur diri
coba? Jalan keluar alone mencari kesenangan? Yang benar saja, itu bakal menjadi
bahan perbincangan orang se-kota berabad-abad. And trust me, tidak ada suami yang
memahami perasaan terdalam kita. Yang ada mereka akan mengatakan bahwa kita,
para ibu, terlalu berlebihan. I hate that!!
Terberkatilah para ibu yang punya
sahabat baik sampai masa tua mereka. Itu hal yang baik gengs, kalian harus
tetap memelihara persahabatan walaupun sudah lanjut usia atau berkeluarga. Ada saat
dimana persahabatan sangatlah menolongmu.
Kisah berawal saat Gilian
(Patricia Arquette), Carol (Angela Basset) dan Helen (Felicity Huffman) merayakan
persahabatan mereka, hal ini selalu dilakukan setiap tahun tepatnya di hari
ibu. Kebersamaan ketiganya dimulai sejak anak2 mereka Daniel (Jake Hoffman),
Matt (Jake Lacy) dan Paul (Sinqua Walls) masih menjadi teman di taman bermain. Merasa
telah melewati banyak hal sejak lama, Gilian, Carol dan Helen memutuskan tetap
mempertahankan persahabatan walaupun kini anak2 mereka sudah dewasa, mandiri
dan tinggal di kota Manhatan, yang jaraknya bermil2 jauhnya. Carol sudah menjadi janda
sejak suaminya meninggal, Helen bercerai dan menikah lagi, Gilian satu2nya yang
masih utuh pernikahannya.
Satu2nya kesamaan mereka adalah ketiganya memiliki
putra tunggal dan bersahabat sejak kecil. Dalam bincang2 hari itu, mereka finally
terbuka dan mengeluhkan sudah lebih dari 10 tahun putra2 mereka tidak pulang
berkunjung atau sekedar menelpon di hari ibu. Mereka merasa sudah dilupakan oleh anak2nya. Kalau biasanya 3 wanita paruh
baya ini hanya ngobrol dan makan sambil membicarakan hidup mereka di rumah
besar Carol, kali ini mereka memutuskan mendatangi anak2 mereka untuk memberi
kejutan kemudian menginap beberapa hari disana.
After menyetir berjam2, Gilian,
Carol dan Helen berpencar ke rumah anak2 masing2. Carol yang awalnya sangat
pesimis karena tidak ingin mengganggu kehidupan pribadi putranya, Matt, menjadi
yang pertama tiba. Kaget dengan kedatangan ibunya, Matt; seorang fotografer
majalah, yang masih kebingungan akhirnya membiarkan saja ibunya menginap
bersamanya.
Helen hanya mendekati rumah Paul, berdiri di depan pintu, berpikir
sebentar kemudian memutuskan menginap di Hotel tapi akan kembali besok ke rumah
Paul. Sementara Gilian berhasil masuk ke rumah putranya Daniel, namun layaknya
anak yang sudah sangat lama hilang kontak dengan sang ibu, ia merasa risih dan
tidak siap menerima Gilian. Oya, di awal film dikisahkan si Daniel yang berprofesi
sebagai penulis novel ini hendak melamar kekasihnya Erin, namun ketika masuk ke
apartemen Erin, Daniel memergoki kekasihnya ini berselingkuh.
Kandasnya hubungan
Daniel dengan Erin merupakan salah satu penyebab retaknya hubungan Daniel dan
Gilian juga, ia merasa ibunya tidak membangun hubungan baik dengan Erin sejak
awal. Gilian sendiri merasa bahwa Daniel belum move on dari Erin, itu sebabnya
hidupnya berantakan, novel yang dikerjakannya tidak pernah selesai. Saat tiba
di apartemen, Gilian memaksa Daniel bertemu dengan Alison, seorang gadis yahudi
untuk dijodohkan. Agar bisa segera menghindari ibunya, Daniel menelpon untuk bertemu
dengan Alison malam itu juga.
Keesokan pagi Helen kembali ke
rumah Paul, ia mendapati putranya ini tinggal bersama boyfriendnya, Andre dan sepasang
homo lain di rumah itu. Merasa belum mendapat pengakuan resmi dari anaknya
masalah seksualitas ini, Helen kemudianmembuat janji makan malam bersama seisi
rumah Paul dan memaksa Paul mengaku secara resmi bahwa dia Gay. Keadaan jadi
kacau karena Paul memberitahu bahwa ayahnya, yang sudah 13 tahun berpisah dari ibunya ini, sudah
lebih dulu mengetahuinya. Tentu saja Helen tidak terima. Secara pribadi Helen
adalah tipycal yang sangat egois, ingin dimengerti tapi dia sendiri tidak punya
toleransi dengan orang lain. Paul kemudian menjanjikan makan siang berdua
dengan ibunya sebagai permintaan maaf.
Di malam yang sama dengan makan
Helen serta anggota rumah Paul, Carol dan Gilian punya pengalaman sendiri. Matt
pergi sampai tengah malam, membiarkan ibunya sendirian di rumah dan saat
kembali ia membawa seorang gadis di bawah umur sebagai teman kencannya. Carol menjadi
kesal, apalagi saat membongkar-bongkar barang2 Matt ia mendapati putranya itu
sudah membohongi dia selama ini. Matt mengaku pekerjaannya adalah fotografer
majalah olahraga, tapi yg dilihat Carol adalah majalah yang penuh foto2 pria
dan wanita berpakaian minim. Mereka bertengkar di pagi harinya kemudian Matt
pamit tidak pulang lebih cepat karena ada pesta kantor yang harus dia hadiri. Saat
itulah Carol memutuskan untuk menghadiri pesta Matt tanpa diundang. Gilian menunggu
Daniel sepanjang malam tapi anaknya itu tidak pulang. Saat menunggui semalaman
itu, Gilian membuka laptop Daniel dan melihat ia masih menyimpan foto2 lamanya
dengan Erin. Bahkan sebuah syal pink yang masih tergantung di dinding apartemennya
adalah milik Erin. Di pagi hari setelah kembali ke hotel, Daniel mendatangi
ibunya dan mengatakan perjodohan dengan Alison tidak berhasil. Gilian semakin
yakin bahwa Daniel tidak pernah melupakan Erin.
Carol diantarkan Gilian dan Helen
mencari dress untuk pesta malam itu. Kemudian mereka masuk ke salon milik Erin,
untuk menata rambut Carol. Saat itulah Gilian memanfaatkan kesempatan mengobrol
dan meminta maaf pada Erin, ia menyesal tidak membina hubungan baik dengan Erin
dulu karena ia sadar Daniel sangat mencintai Erin. Tapi Erin secara terbuka
mengatakan bahwa mereka break-up karena ia mengkhianati Daniel, tapi ia juga
mengatakan bahwa Daniel sudah meninggalkannya lebih dulu selama 5 minggu tanpa
kabar, jadi ia tidak pernah menyangka Daniel akan datang kembali untuk melamar.
Lunch ‘permintaan maaf’ Paul dan
Helen gagal. Helen diberitahu fakta baru, bahwa ternyata putranya itu memutuskan
tidak punya anak, ia mendonorkan spermanya pada pasangan lesbian. Tambahan lagi
Helen mengetahui bahwa semua itu sudah diketahui Larry, mantan suaminya. Helen marah
dan meninggalkan Paul ditemani kedua sahabatnya. Paul semakin bingung karena
tiap kali ibunya marah ia selalu menyebut ayahnya, mantan suami yang sudah sangat
lama diceraikannya. Pesta kantor Matt yang dihadiri Carol juga berantakan,
Carol mabuk dan menari dengan seorang wanita muda bernama Julia yang baru
dikenalnya di pesta itu. Di malam itu ketiga ibu yang marah ini berkumpul
kembali lalu memutuskan mengakhiri misi mereka dan mulai bersenang2.
Menyadari para ibu tidak
pulang ke apartemen mereka malam itu, Matt, Daniel dan Paul menyusul ke hotel. Tapi
ibu mereka sudah kesal dan hendak pamit. Helen mengajak Carol dan Gilian
belanja pakaian bayi untuk ‘cucu sperma’ yang tidak dimilikinya itu. Ketiganya malah
bertengkar di toko pakaian, terbongkarlah fakta lama tentang mendiang suami Carol
yang ternyata juga berselingkuh berbarengan dengan suami Gilian dan Helen. Bedanya
waktu itu Gilian memaafkan suaminya, Helen memutuskan bercerai, kemudian
menikah lagi dengan Frank sementara Carol bahkan tidak tahu apa2 tentang
perselingkuhan itu. Kaget dan marah
karena merasa dikhianati teman2nya, Carol pamit pulang bersama Gilian,
meninggalkan Helen sendiri.
Helen berhasil menemui ‘cucu’nya.
Gilian juga berhasil meyakinkan Daniel bahwa ia adalah pria dewasa jadi kalau
ia masih mencintai Erin ia harus melakukan sesuatu sebelum segalanya benar2
terlambat. Ia juga menceritakan pengkhianatan suaminya, ayah Daniel, tapi ia
memaafkan karena ia masih mencintainya. Tidak ada kisah yang benar2 sempurna,
kata Gilian pada putra semata wayangnya. Carol yang seolah baru mengetahui sisi
lain suaminya, membuang semua barang2 peninggalan almarhum.
Okay... Kurasa
kalian tetap perlu menontonnya sendiri ya gengs... Ini kisah yang menyenangkan,
seolah Sex in The City yang dibuat masa tuanya hahahaha.... Menyenangkan karena
menurut saya, walaupun sudah dewasa dan mandiri, ketiga pria muda ini masih berusaha
menunjukkan bahwa mereka mencintai dan tunduk pada ibunya dengan cara mereka
sendiri. Ada perbincangan yang hangat ibu dan anak, setelah bertahun2 tidak
bertemu atau memberi kabar. Bahwa kita para ibu tetap ingin diperhatikan, dicintai oleh pasangan juga anak2 kita, bersenang2, memiliki sahabat dan tetap terlihat menarik di usia tua itu benar gengs, it's real... Belakangan banyak orang tidak menyadari hal itu, mereka berusaha menekan keinginan2 terdalam seperti itu karena merasa tidak pantas, tidak sesuai aturan tapi pada akhirnya hal2 yang dianggap sepele itulah yang akan muncul ke permukaan sebagai problem baru yang tidak bisa dihindari. Tapi di atas segalanya, kita memang tetap harus punya batasan2 apalagi kalau sudah paruh baya, ya kaann???
Endingnya sangat manis gengs, membuat kita akhirnya
menyadari bahwa seringkali ketika kita merasa sudah dewasa dan mandiri, kita menganggap
orangtua terutama ibu terlalu banyak ikut campur dalam kehidupan kita. Padahal mereka
hanya mau yang terbaik. Bagi setiap ibu di muka bumi ini, berapapun usia
anaknya mereka tetaplah bayi yang dilahirkannya dengan susah payah. Tidak ada
ibu di dunia ini yang ingin anaknya gagal dalam hidup, hanya kadang cara mereka
memang terlalu ekstrim ya kan?? Hihihi...
I am a mom too... So, tidak peduli hari ini Hari Ibu atau bukan, please tell
to your mom now: ‘I Love You, Mom..’













Tidak ada komentar:
Posting Komentar